Minggu, 18 November 2018

Air Cooler, Air Conditioner dan Cold Storage

This week kita putuskan untuk membeli AC, kasihan Sabiila nggak nyaman di kamar. Air Cooler belum cukup membantu untuk menyejukkan udara kamar dengan konsisten. Saya pun membeli via telp toko elektronik di Kudus, pilihan jatuh ke AC Aqua 2.650 + ongkir 50 + pasang 300, pas 3 juta.

Ternyata masih rewel ha ha, gpp deh minimal rewelnya berkurang. Ntar kalau gak nangis malah bingung kami, yang penting banyak tidurnya. Karena proses pembentukan otak bayi, terjadi saat tidur. Pembentukan tubuh dan tulang saat mulet, karena itu bayi muletnya lamaa. Kata wife, areke lagi nggae awak, mulet dan ak...ik...ak...ik.

Alhamdulillah minggu ini sudah bisa sedikit memahami Pak Taufik, bisa persiapan menjawab pertanyaan. Pak Wiwit (Direktur Utama) menyempatkan diri masuk ke Cold Storage dan melakukan cek stock fisik vs sistem, alhamdulillah cocok. Tamu-tamu investor juga mulai berdatangan, dari Bank juga. Mereka masuk ke Produksi dan Warehouse. 


Bagi sebagian tamu Cold Storage adalah hal baru, jadinya mereka terlihat senang dan unik saat memasukinya. Seperti saya dulu, kedinginan dan foto-foto. Minus 20 derajat je, pake jaket tebel masih dingin, lama-lama kepala dan telinga terasa sakit. Gimana rasanya Eropa saat musim dingin yak, seharian dingin...brrrr.

Di 2 minggu ini saya ngerasa 2 orang Spv warehouse ini terlihat saling tidak menyapa, kenapa ya aneh. Saya sudah tanyakan ke beberapa teman dan atasan lama, katanya enggak ada apa. Saya sudah tanyakan ke orangnya langsung, katanya juga nggak ada apa. Ya udah deh, saya kasih masukan aja dan berharap segera berakhir.

Ane punya alat kopi baru he he, mokapot dan V60. Mokapot terlihat menarik sih, air bisa naik keatas, melewati kopi dengan cepat dan panas, like espresso sistem. Kalau V60 mungkin seperti saringan saja, saya beli yang saringan stainless, karena kalau pake kertas, lama-lama bisa habis. Walaupun aeropress saya pake kertas dan nggak habis-habis, karena kertasnya ane pake berkali-kali hi hi hi.

Di Dua Putra ini, divisi Marketing terbagi 2, eksport dan lokal sales. Nah lokal sales ini bisa membeli apa aja, pokoke bukan produk yang di ekspor. Dan stocknya macem-macem, banyak tapi juga ada yang terbatas. Lama-lama lihat penjualan lokal, ane juga tertarik, apalagi kalau nemu pembeli besar. Beli langsung 1 ton, wah mantep juga tuh. Tapi semua butuh proses, saya akan coba lakukan langkah pertama. Bismillah .

0 comments:

Posting Komentar

Barusan Pulang

Friendship