Minggu, 15 April 2018

Pengen Jadi Karyawan Lagi

Iya siapa sih yang gak pengen, pendapatan ‘banyak’ dan dihormati orang pula. Angan itu kembali terngiang-ngiang di kepala. Wih dulu ya, punya uang cukup, kerjaan enak, lingkungan tempat tinggal nyaman. Nikmatnya….

Setiap episode kehidupan ya musti dijalani, dilalui, jangan dihindari atau ditinggalkan, ntar malah susah sendiri. Sudah 6 bulan ini saya mencoba untuk jualan, sistem online yang saya pilih, personal branding jadi caranya. Karena kalau orang sudah percaya, insyaAllah berani dan mau bertransaksi, repeat dan sharing ke orang lain.

Tapi pesan para mastah, cara ini (personal branding) memang lama, butuh konsisten dan pantang mundur. Metode personal branding ini sudah saya coba sekira 2 bulanan, tapi masih belum ada hasil…ya iyyalah,,,nunggu setahun kali zal. Tapi saya butuh pendapatan itu, Istri saya juga pengen sih kulineran, belanja, kasih saudaranya. Higs,,

Kalau jadi karyawan dan diterima kerja, minimal 2 kali UMK Surabaya bisa saya dapatkan. Walaupun saat ini saya apply untuk salary di 4 kali UMK Surabaya. Saat ada panggilan interview, rasanya kok males. Ngisi form biodata, proses psikotest, test IQ, Interview ini dan dia. Trus mbayangin kerjaan banyak, menyesuaikan diri dengan lingkungan, orang-orangnya, reporting, analisis, wiihh akehe. 

Semua itu demi ke ATM di akhir bulan, demi bisa njawab saat ditanya kerja dimana mas? … Kalau di tarik lagi manfaatnya as karyawan ya bisa juga, punya dana untuk sedekah lebih banyak, ngasih banyak orang, itu sih. Padahal yang saya sinawuhi, Allah melihat proses ya, bukan hasil. Artinya prosentase usahanya, seperti misal : punya tabungan sejuta, sedekah 100rb = 10%. Punya tabungan 50 juta, sedekah 500rb = 5%. Lebih besar usaha yang mana, bisa dilihat sendiri kan. 

Berani nggak kalau ntar pendapatan di banyakin Allah, prosentase memberinya tetap sama, atau bahkan dibanyakin??

Kadang juga ada keinginan ntar kalau bisa kerja, lebih serius menekuni bisnis…loh kok. Karena dulu saat masih kerja, waktu kosong lebih banyak saya pake buat hiburan daripada menekuni bisnis. Rasanya capek, dan bisnis ya harus fokus , bukan setengah setengah, sekarang mikir-mikir, bisa kok.

Apapun lah saya ikhtiar, nekuni personal branding ini dengan baik, belajar terus, meningkatkan pengetahuan bisnis. Ikhtiar juga untuk apply job, memberikan yang terbaik saat interview dan tes. InsyAllah, bermohon memberikan yang terbaik.

0 comments:

Posting Komentar

Barusan Pulang

Friendship