Museum Angkut Batu

Oiya masuk ke kampung ini ada biayanya lho, iyalah buat perawatan dan menjaga kampung ini tetap terjaga. Kedua kampung di Jodipan ini bisa dinikmati juga dari atas jembatan kendaraan, anda kalau mau lihat sekilas saja di atas kendaraan masih bisa. Jadi angel foto juga bagus.

Nah disisi seberang jembatan kendaraan ada juga kampung Arema, ciri khasnya adalah semua berwarna biru, biru tua dan muda. Asyik juga, dengan beberapa gambar Singa dan logo tim sepakbola Arema. Tapi dari atas terlihat sepi pengunjung, mungkin kurang variatif kali ya dan butuh strategi menarik wisatawan.

Next udah puas foto-foto, kami mampir ke ITN Kampus 1. Karena adik saya njaga kantin disana. Udah lama gak ketemu dan akhirnya kami juga disana. Sebenarnya mau ajak kami makan diluar tapi karena pelangganya masih banyak, gak enak kalau ditinggal, kami pun makan mie instant saja disana. 
Last place adalah museum Angkut di Batu, tempat wisata yang berisi alat angkut dari berbagai jenis, tahun, negara dan perusahaan. Di juluki Museum otomotif terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara. Disini anda harus siap pegel kaki, karena butuh waktu 2 jam untuk menyelesaiakan semua ‘perjalanan’. Sama seperti saat di Jatim Park 2, puegele rekkk.
Harga tiket masuk di weekday is 70rebu, sedangkan weekend is 100rebu, kamera DSLR nambah 30rebu. Mantaps man, tapi ya gitu anda bisa melihat berbagai macam kendaraan, khususnya mobil buanyak bermacam-macam. Rapi, menarik, informatif, bersih, keren, jelas wis sing apik apik ae tak sebutno.

Senin malam kami putuskan untuk istirahat di rumah tante saya di Karanglo, karena adik saya juga tinggal disana. Selasa pagi kami diajak Oom dan Adik renang di Singosari. Kolam renang lama yang sangat murah (Rp. 5.000), namun bangunannya sudah lama, dan butuh banyak perbaikan di sana sini. Walaupun masih layak untuk digunakan, isinya orang-orang tua ha ha, 50 tahun ke atas lah. Tapi yang paling joss adalah airnya, karena air ini langsung sumber dari gunung. Segernya mantap, kolam renang di kota biasa berasa kaporit.

Siang kami hanya keliling Malang, makan bakso bakar, restoran Harmony, kantin dan pulang. Malam hari kami makan malam di alun-alun Batu, jauh ya he he… sekalian jalan-jalan. Di alun-alun Batu jalanan di tutup karena memang buat orang-orang kumpul, banyak jual makanan dan nongkrong. Kami sempet naik dremolen tapi sayangnya jendela di tutup agar rapat, jadi curiga nih pasti buat orang pacaran…..naudzubillah.

Rabu pagi kami putuskan ke Surabaya ……..

0 comments:

Posting Komentar

Barusan Pulang

Friendship