Awal mula perekaman bisa Live

Lanjutan dari tulisan lalu

Masjid ini tidak memiliki person untuk merekam kajian-kajian yang bagus itu. Alat pun ya tidak tersedia, karena orang yang ngurus gak ada. Saya pun berinisiatif ngrekam nya, awalnya saya coba dengan kamera HP, ternyata memori gak kuat. Saya coba lagi pake mirrorless, 30 menit sudah off karena panas.

Setelah saya cari-cari tahu di internet, ternyata untuk proses perekaman yang baik ya menggunakan Handycam atau Kamera video. HP tidak cukup memorinya untuk merekam hingga 1 jam lebih. Mirrorless tidak didesain untuk merekam, sehingga tidak bisa lama lensa bekerja.

Sempet kecewa karena tidak bisa melakukan perekaman karena kendala alat. Namun akhirnya Allah memberikan ide, yakni dengan memanfaatkan wifi masjid. Wifi ini awalnya diperuntukkan agar anak-anak muda mau datang dan meramaikan masjid. Tapi yang saya lihat ya gak banyak juga, segitu-segitu aja.

Sayang sekali Masjid ini nggak punya


Sejak April 2017 saya sudah pindah tempat tinggal ke Surabaya, kota kelahiran dan masa kecil sampe masa besar ha ha. Beberapa tulisan di Blog ini membahas kenapa dan ngapain aja serta mengenai kepindahan ke Surabaya. Jadi kalau penasaran cari-cari ya, kelihatannya sih enggak tertarik nyari hi hi.

Saya tinggal di rumah Orang Tua di Gunung Sari Indah, perumahan lama yang ada sejak tahun 80an. Kelebihannya adalah adalah dekat pintu Tol, Mall, Terminal Joyoboyo, menuju Gresik, Mojokerto dan Bungurasih

Di belakang rumah saya ini ada masjid yang dekat dan saya suka. Kan kadang ada tuh, nggak suka sama masjid dekat rumah, seperti waktu saya di Pati. Nah Masjid ini seringkali penuh, bahkan saat Subuh. Masjidnya bagus, bersih, bacaan imamnya juga oke.

Pengen Jadi Karyawan Lagi

Iya siapa sih yang gak pengen, pendapatan ‘banyak’ dan dihormati orang pula. Angan itu kembali terngiang-ngiang di kepala. Wih dulu ya, punya uang cukup, kerjaan enak, lingkungan tempat tinggal nyaman. Nikmatnya….

Setiap episode kehidupan ya musti dijalani, dilalui, jangan dihindari atau ditinggalkan, ntar malah susah sendiri. Sudah 6 bulan ini saya mencoba untuk jualan, sistem online yang saya pilih, personal branding jadi caranya. Karena kalau orang sudah percaya, insyaAllah berani dan mau bertransaksi, repeat dan sharing ke orang lain.

Tapi pesan para mastah, cara ini (personal branding) memang lama, butuh konsisten dan pantang mundur. Metode personal branding ini sudah saya coba sekira 2 bulanan, tapi masih belum ada hasil…ya iyyalah,,,nunggu setahun kali zal. Tapi saya butuh pendapatan itu, Istri saya juga pengen sih kulineran, belanja, kasih saudaranya. Higs,,

Panggilan kerja tidak kupenuhi

Selama as a freelance, masih iseng-iseng aplly employee di Jobstreet. Iseng karena hanya pake Jobstreet, tinggal lihat langsung apply. Iseng karena gak pake cara lain, kenapa? Ya memang males aja. Tujuanya apaan? Kadang masih penasaran apakah saya masih dibutuhkan oleh perusahaan he he. 

Alhamdulillah selama 4 bulan ada kesempatan interview 3 kali he he, dikit itu mah. Sehari gak mesti apply, saya punya teman yang sampe 25 kali apply per hari..gila!. nah saya mau cerita 3 kali panggilan itu kemana aja, check dis out.

Pertama is, Plant Manager di Semarang tidak saya datangi, karena saat saya tanya proses interviewnya apa aja, tapi gak jelas. Saya pengen tahu jauh-jauh dari Surabaya ke Semarang proses interview dan tes nya apa aja, kalau hanya satu tes aja ya sayang diwaktu dan tenaga. 

Museum Angkut Batu

Oiya masuk ke kampung ini ada biayanya lho, iyalah buat perawatan dan menjaga kampung ini tetap terjaga. Kedua kampung di Jodipan ini bisa dinikmati juga dari atas jembatan kendaraan, anda kalau mau lihat sekilas saja di atas kendaraan masih bisa. Jadi angel foto juga bagus.

Nah disisi seberang jembatan kendaraan ada juga kampung Arema, ciri khasnya adalah semua berwarna biru, biru tua dan muda. Asyik juga, dengan beberapa gambar Singa dan logo tim sepakbola Arema. Tapi dari atas terlihat sepi pengunjung, mungkin kurang variatif kali ya dan butuh strategi menarik wisatawan.

Next udah puas foto-foto, kami mampir ke ITN Kampus 1. Karena adik saya njaga kantin disana. Udah lama gak ketemu dan akhirnya kami juga disana. Sebenarnya mau ajak kami makan diluar tapi karena pelangganya masih banyak, gak enak kalau ditinggal, kami pun makan mie instant saja disana. 

Barusan Pulang

Friendship