212 disisi mana anda berada

Saya terus terang berada di sisi yang mendukung, walaupun ternyata yang tidak mendukung juga banyak. Kadang ragu juga mana yang benar ya, disinilah hati terdalam kita di uji. Kakak ipar saya aja berkomentar ngapain juga acara gituan, gak jelas. Banyak dan sangat banyak tokoh yang melarang untuk mengikuti acara ini, ormas pun juga ada yang melarang jamaahnya ikutan.

Saya coba memposisikan diri jika ada suatu ormas, yang ormas itu kurang saya setujui, mereka mengadakan acara. Saya pikir-pikir ya, mungkin saya gak bakal datang, walaupun lokasinya di dekat tempat tinggal saya, dekat kampung/ perumahan, di kota yang sama atau di Provinsi yang sama. Tanya kenapa?

Ini karena apa yang masuk di kepala saya, kejadian-kejadian yang masuk ke memori saya, informasi-informasi yang masuk ke otak saya. Memunculkan pemikiran bahwa ormas itu gak kurang cocok dengan hati nurani, jadi apapun yang di lakukan terasa gak sreg, walaupun belum ngikutin acaranya, belum mendengar  dengan hati isi-isi aktivitasnya.

Sudah buruk sangka terlebih dahulu, dan men cap perkumpulan itu gak baik. Nah mungkin nih, orang-orang yang gak setuju dengan acara 212 juga memiliki kondisi yang sama dengan saya. Sudah mengangap mereka-mereka di 212 tidak baik, dengan berbagai alasan. Dan yang nggak baik lagi jika pendukung 212 memberikan counter negatif ke masyarakat yang tidak mendukung. Bubrah wis

Dari Abu Janda al Boliwudi saya belajar, anda tahu sendiri lah siapa dia, sudah banyak berseliweran di dunia maya. Sebagai penjaga NKRI, AJAB ini selalu memberikan postingan negatif ke ormas sebelah, selalu membandingkan dengan ormas yang baik, membesar-besarkan perkumpulan dia. Efeknya adalah pendukung AJAB makin gak seneng dengan ormas lain, sebaliknya yang gak suka dengan AJAB tambah gak suka.

Contoh lagi saat terjadi penolakan safari dakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) di Bali, para penolak melakukan tindakan negatif, memberikan issue negatif, men cap aktivitas dia lebih baik dan UAS gak baik. Tapi pendukung UAS di bali tetep tenang, banyak foto beredar bahwa UAS di pedalaman sering juga melakukan bela negara, upacara bendera dan yang datang di tabligh akbar malah tambah banyak. 

Sehingga issue negatif itu hilang saja, orang-orang yang ingin membubarkan acara tidak terlihat batang hidungnya.

Hindari atau gak usah deh memberikan info negatif ke orang lain, tunjukkan fakta posotf saja. Mulai buat aktivitas positif, lakukan terus menerus dan hanya berharap balasan Allah. Bisa berbentuk tulisan, kegiatan, materi, tenaga, waktu sebagai bentuk membantu dan beramal sholeh. InsyaAllah semua hati akan terbuka dan membela anda.

0 comments:

Posting Komentar

Barusan Pulang

Friendship