Nekad memberi Pelajaran

Resign! Kalimat ini sudah saya dengung-dengungkan ke istri saat mutasi ke Surabaya. Saya juga kenapa mau-maunya pindah ke Surabaya, padahal belum deal bener dengan Perusahaan. Hanya ada janji nanti di bulan ke 3, dan ternyata di tunda saudara saudara. Wis mulai gak nyaman, gak ngerengek lah, nunggu aja.

Sampe bulan ketujuh janji tinggalah janji, tidak ada konfirmasi apapun juga. Okelah, i’m quit, restu istri didapat surat pun dibuat. Saya pun mengikuti kode etik 30 hari masa menunggu (transisi), hingga hari ke 25 tidak ada call dari pimpinan. Syukur Alhamdulillah dapat petunjuk jadi lebih yakin untuk gak nerus di Perusahaan ini.

Teman-teman yang menanyakan alasan resign jadi agak bingung, kenapa belum dapat kerja baru kok udah resign. Belum punya bisnis yang udah jalan tapi resign, belum ada penghasilan baru kok berani resign. Ya itu tadi, ini masalah hati jika sudah nggak nyaman sulit untuk bertahan....asyek!.

Inseminasi jadi pilihan


Tulisan ini adalah lanjutan dari post sebelumnya, yang belum baca silahkan kesini. Supaya agak nyambung dikit gitu...

Proses insem tidak lama, sekitar 6  jam, yang lama proses preparasi sperma. Kami datang sesuai jadwal dokter, karena H-3 hari sebelum insem diberi obat suntik. sedangkan H-1 diminta berhubungan suami istri. Di hari H prosesnya adalah, pengeluaran sperma, preparasi sperma, memasukkan sperma ke rahim. Perawat sempat menanyakan apakah ingin bayi laki-laki atau perempuan. Jika lelaki akan dipilihkan sperma yang geraknya cepat, untuk perempuan sebaliknya.

Kami Memutuskan untuk Inseminasi

Inseminasi adalah teknik medis untuk mempermudah proses kehamilan. Dengan cara memasukkan sperma dengan kateter langsung ke rahim. Hal ini disebabkan mungkin sperma suami yang kualitasnya kurang bagus, seperti geraknya yang kurang cepat dan kurang beraturan. Atau jalur di vagina menuju rahim yang sulit dilewati, bisa karena banyak lendir atau selaput lainnya.

Kami memilih tindakan medis ini karena lebih dari 8 tahun belum diberi amanah momongan. Metode medis kedoteran sudah, alternatif sudah, mulai dari ramuan jamu, pijat, obat cina dll. Dari sejak di Surabaya, Pekanbaru, dan Pati. 

Perusahaan juga harus punya Menteri

Selama 13 tahunan saya bekerja, 10 tahunnya saya habiskan di Garudafood Group. Dari awal di Sidoarjo, pindah ke Pekanbaru, Jakarta dan terakhir di Pati. Dari masih milik Grup Garuda sampe masuk ke Suntory Group – Japan. Dari PPIC, Warehouse, Distribusi dan Logistic. Yang sama adalah saya di divisi beverage, produknya Okky Jelly Drink dan Mountea. 

Setahun ini saya berkarier di YCH, dengan model bisnis yang berbeda. Dari perusahaan Manufactur yang fokus ke Produksi ke Perusahaan Logistic yang fokus ke Warehouse dan Distribusi. Saat ada tawaran kerja di YCH, atas masukan banyak orang, menyarankan saya untuk menerima demi pengalaman dan belajar disana.

Barusan Pulang

Friendship