Bidadari untuk Dewa

Minggu-minggu ini saya memaksakan diri untuk memiliki novel terbaru dari Asma Nadia yang judulnya ‘Bidadari untuk Dewa’. Menarik karena ingin tahu kisah kehidupan Kang Dewa yang biasa di sebut Dewa Selling. Gini nih kalau jago jualan, bagi yang nggak tahu dikiranya novel ini tentang percintaan dewa-dewa langit. Padahal ini kisah nyata Dewa Eka Prayoga, judulny copywritting banget yak.

Saya suka sekali baca buku, beberepa jenis buku saya punya. termasuk novel juga banyak, dari karangan penulis terkenal dan biasa. Novel pertama saya kalau nggak salah, Supernova Bintang Jatuh – Dewi Lestari. Walaupun nggak seberapa paham kalau itu novel, tahunya buku cerita. Pemahaman saya novel tuh yang tebal-tebal. 

Nah kalau buku cerita tebal (novel) pertama yang saya baca adalah Kerudung Merah Kirmizi – Remy Sylado. Capek saya bacanya, gak ada waktu baca segini tebelnya dan akhirnya teronggok buku itu berbulan-bulan. Sayapun menemukan waktu kosong untuk membaca. Ternyata menarik baca novel, ceritanya banyak dan lengkap. Sedikit demi sedikit akhirnya terselesaikanlah buku tebal itu.

Kura kura yang lambat

Pada suatu hari keluarga kura-kura memutuskan untuk berlibur, karena anak-anak mereka dilanda kebosanan bertahun-tahun hanya hidup disekitar situ situ saja. Namun Ayah, Ibu dan Mbah masih belum memutuskan. Karena si anak kura merengek dan kura-kura tua juga berpikir, akhirnya di tahun ke 5 mereka menyetujui dan akan berlibur di tempat lain.

Persiapan pun dilakukan selama 2 tahun, memastikan tidak ada barang penting yang tertinggal. Akhirnya keluarga itu pun berangkat menuju tempat berlibur, si anak bersemangat sekali dan berjalan di depan. Tepat tahun ke 6 mereka pun sampe di tempat tujuan, setelah membongkar barang bawaan, si Ibu tersadar bahwa dia terlupa sesuatu.

Galau ini mengingkari Iman

Lewat 3 bulan kerja di YYY Serbejeh jadi galau, karena janji untuk menaikkan salary ditunda hingga bulan keenam. Wah kerja jadi gak enak, males sih, ngerjakan yang bisa aja, gak mengusahakan hal baru atau perbaikan. Apalagi 2 minggu berikutnya stock opname semesteran, dijalanin ajah. Teringat di tahun 2014 saat pindah Pati, janji atasan untuk menaikkan pangkat tidak terealisasi karena saya memutuskan pindah ke daerah (dari Head Office).

Bulan berikutnya hal ini saya konsultasikan ke atasan langsung, Kepala Cabang di Serbejeh. Beliau berencana untuk mendiskusikan dengan pimpinan di Head Office. Sekarang sudah jalan bulan keenam, tambah gualau. Sik talah, kenopo sih galau, karena pengen munggah gaji, lah kenopo pengen munggah gaji, yo cek tambah akeh. Hi hi

Barusan Pulang

Friendship