1438H Ramadhan pertama saya, iyyekah?


Alhamdulillah saya wajib berucap syukur, karena masih diberi kesempatan Allah Swt., untuk masuk ke bulan Ramadhan. Walaupun belum tahu apakah akan melewatinya, karena sekarang saya sadar bahwa kematian selalu mengintai. 

Ramadhan pertama, apa maksudnya? pertama bersama istri puasa mulai hari pertama di Surabaya. Wihh banyak kali ya syarat pertamanya he he. Karena kalau puasa pertama udah pernah, pertama sama istri juga udah pernah, nah kalau pertama sama istri di Surabaya, ini yang pertamax.

Sudah 2 bulan ini saya tinggal bersama Bapak di rumah GSI Surabaya, karena beliau sekarang sendirian. Ada juga rumah keluarga istri di Ketintang Surabaya, kalau dua-duanya gak bisa ditinggali ya kami akan kontrak rumah seperti biasa. Namun mungkin saat ini yang lebih banyak manfaat dan lebih sedikit mudharatnya adalah tinggal bersama Bapak saya di Surabaya Barat.

Karena saya bisa dikatakan orang yang numpang, jadinya beberapa aktivitas puasa Bapak kami ikutin dan yang kurang menyenangkan kami ‘batini’ hihi. Bapak saya termasuk orang yang rajin Senin-Kamis, jadinya aktvitas Bukan dan Sahur sudah biasa, jadi beliau seadanya saja yang dimakan.

Buka Puasa selalu pake kurma, di kulkas sudah sedia kurma. Saat mau buka ambil beberapa kurma dengan jumlah ganjil, dimasukkan magic jar, trus itu aja buka puasanya. Setelah sholat isya, baru beliau makan pake nasi. Saat puasa, makan nasi mundur jadi setelah teraweh. 

Alhamdulillah kami bisa mengiikuti, karena saat berbuka tidak hanya kurma, kami tambahin dengan ta’jil yang lain he he jadinya lebih terisi perut ini. Kalau sahur juga apa adanya, biasanya hanya pisang dan kurma sudah cukup atau beli malam harinya. Dengan adanya kami, alhamdulillah bisa menambahkan dengan lauk lain yang lebih fresh.

Beliau juga rajin sholat malam, kami pun alhamdulillah bisa mengikuti tapi lebih mundur. Bapak saya biasa bangun jam 2, sholat jam jam 3 trus nonton tv. Nah kami baru bangun jam 3an, sholat trus istri masak. Beliau rutin bisa bangun jam 2 karena selalu berusaha jam 8.00 - 8.30 sudah tidur, jadi waktu istirahatnya cukup.

Di rumah GSI ini dulu (2007) saya juga pernah Ramadhan bersama Bapak, Ibu, dan Adik Ragil. Tapi sekarang susunannya berubah, ada Bapak dan Istri. Ramadhan bertiga ini di GSI adalah moment pertama saya, berharap mejadikan ramadhan lebih bermakna. Karena tidak dengan siapanya, dimananya, kondisi apanya, tapi bagaimana kita menjalani puasa karena Allah Swt.,dan menjadi insan yang lebih bertaqwa...aamiin.

0 comments:

Posting Komentar

Barusan Pulang

Friendship