Surabaya jadi tempat berikutnya

Akhirnya mencari nafkah di Surabaya, gembira, senang, kecewa, sedih, suka, gregetan, gemez. Ini mungkin yang dinamakan perasaan yang campur-campur. Sebagai muslim rasa yang musti di pupuk adalah Sabar dan Syukur dalam kondisi apapun. lha ini saya harus bersabar atau bersyukur. Yuk kita simak...

Saat masih kerja di Garudafood (SGB) enggak kepikiran bakal pindah kerja di Surabaya. Pertama, kalau pindah pun mungkin ke Pabrik SGB di Surabaya (Sidoarjo). Kapasitas pabrik dan gudangnya begitu besarnya (dibanding Pati), dan saya merasa belum mempunyai keberanian untuk menantang kesana, jika dipaksa... mungkin akan dicoba.

Kedua, di Pati sudah begitu nyamannya, mulai dari kontrakannya, tetangga, lingkungan, aktivitas, pabriknya, teman2, pekerjaan, atasan, bawahan, suasana kota, biaya hidup, mau mudik murah dan mudah. Rasanya males pindah kerja, kalau pun nggak kerja di SGB, mungkin saya akan memulai jualan/ ngenterpreneur.
Akhirnya akhir Oktober kami di PHK, all tim Logistic semuanya harus pensiun dini. Saya bersyukur aja, karena memang pernah ngajuin pensiun dini tapi nggak disetujui. Sebulan kemudian malah di suruh, walaupun belum tahun akan kemana. Dulu mikirnya kalau nggak jualan ya balik Surabaya.

Balik Surabaya karena saat ini Bapak saya sendirian di rumah Surabaya, adik ragil sudah pindah ke Malang. Saya pengen bisa nemenin Bapak tinggal di rumah Surabaya. Dan jalan itupun terbuka, setelah dipindah ke Semarang 2 bulan, balik Pati lagi 2 bulan. Eh lha kok tiba-tiba saya ditawarin ke Surabaya. Sebenarnya info ini sudah saya dapat saat terakhir di Semarang, namun belum saya yakini.... mengAamiini saja.

Namun resminya saat Bapak Bos di Jakarta menelpon dan memberikan kabar itu. Wihhh bingung rasa jadinya, awalnya beliau belum tahu kalau saya asli Surabaya. Jadi ya agak ja'im gitu njawabnya, agak jual mahal he he. Awal Maret selama seminggu saya diberi kesempatan untuk merasakan suasana cabang Surabaya... jadi bisa nginep hotel nih sama istri.

Akhirnya awal April saya pun menginjakkan kaki di Surabaya sebagai karyawan YCH Surabaya. Saya ingat-ingat lagi sebagai arek Suroboyo, saya belum pernah mencari nafkah di kota Surabaya. Setelah lulus SMU di tahun 1999 trus kuliah di Malang, bulan Juni 2006 pernah balik di Surabaya, tapi kerja di Sidoarjo selama 1,5 tahun. 

Keinginan nemenin Bapak kesampaian, istri yang asli Surabaya juga bisa lebih sering ke rumah kakak-kakaknya. Lokasi kerja yang gak dekat dengan rumah, menjadikan saya lebih mengenal dan mengenang sudut kota yang dulu belum pernah saya ketahui. Saya punya kesempatan untuk mengunjungi saudara jauh, teman dan handai taulan..aseek. semoga Allah Swt., memberi kesempatan untuk menyambung dan menjaga tali silataruhim itu. Aamiin.

0 comments:

Posting Komentar

Barusan Pulang

Friendship