4 tempat yang tidak menyangka bisa mengunjunginya

Lanjut dari post minggu lalu ya.... 

Sekitar 2 bulan saya belajar dan bekerja di Semarang, merasakan kembali sebatang kara tinggal di kost. Mendapat kesempatan mengelola salah satu account dan merasakan slogan “welcome to the jungle”. Memulai lagi di zona tidak nyaman, belajar dan mencoba di masa transisi.

Tinggal di ibukota provinsi memberikan banyak pilihan hiburan dan kuliner. Tapi karena saya orang rumahan dan lokasi kost tidak dekat dengan pusat kota, jadinya hiburan dan kuliner saya lewatkan. Bulan-bulan awal saya masih pulang balik ke Pati di akhir minggu, 3 jam naik motor....wuihh capeknya. Senin pagi balik ke Semarang, di Sayung – Genuk selalu macet parah karena pertigaan padat dan banjir rob.

Baru 4 bulan, saya sudah mengetahui 4 tempat ini


Sejak 1 November 2016 saya telah bernaung di salah satu perusahaan third party logistic. Alhamdulillah saya masuk daftar PHK di perusahaan lama Suntory Garuda Beverage. Alhamdulillah karena bersyukur itu harus, kedua saya dapat pesangon, ketiga mendapat pengetahuan baru di perusahaan lain, bisa merasakan kerja di kota lain dan dapat teman baru.

PT. YCH Indonesia adalah nama yang asing bagi saya, wasasan saya ternyata cupet dan selama ini merasa cukup dengan pengetahuan di lingkungan Pabrik (Garudafood) saja. YCH berbasis di Singapura dan memiliki cabang di beberapa negara Asia. 

Ada sekitar 8 cabang di Indonesia, melayani berbagai macam jenis perusahaan dan produk. Dengan semangat melayani, YCH memiliki bisnis yang flexible. Flexible ini seperti yang pernah saya ceritakan disini. Semua bisnisnya tidak lepas dari pengelolaan warehouse dan distribusi.  

Hingga bulan Maret, saya yang karyawan baru ini saya telah mendapat kesempatan untuk mendatangi 4 SP [Suplly Point] atau cabangnya. Mana aja itu, yuk ikuti perjalanan saya.

Hingga gak sadar dan berjuang sadar, ternyata sulit

Masih membahas riba dari sambungan tulisan minggu lalu, yuk lanjuttt. Setelah jual beli, ada hutang piutang kayak gini loh..

Hutang (Piutang) itu meminjam sesuatu (uang atau barang), biasa terjadi jika ada orang yang merasa kekurangan (kepepet) dan butuh bantuan, trus ada temannya[2] yang punya keluasan dan kelebihan. Nah temannya[2] bisa tuh membantu meminjami uang dengan syarat yang disepakati.

Karena membantu orang susah, ya jangan ditambah susah. Ntar ngembalikannya pake tambahan (bunga), itu dinamakan riba yang nyusahin. Karena uangnya Cuma buat makan, bukan buat buat jualan (bisnis). Tidak ada keuntungan yang muncul di situ, beda dengan pinjam uang buat bisnis, silahkan diskusi syarat jual beli.

Begitu mudahnya orang melakukannya, hingga nggak sadar dan sulit untuk sadar

Dulu memang saya tahu mengenai ini, tapi hanya seperti melihat buih mengambang di pantaii...biar ajalah. Namun 3 tahun ini Allah Swt., memberikan kesempatan untuk lebih mengetahui tentang larangan ini. Alhamdulillah hati saya mau menerima dan mau berubah, semua atas izin Allah Swt.

Once upon time

“Sekarang ini Pak beli mobil cuma bisa pake kredit, cash tuh sulitnya minta ampyun” percakapan kami dengan driver Grab Taksi saat di jalanan menuju Hotel Santika Cikarang. Itu adalah pengalaman mas driver saat beli mobil untuk taxi online.

Barusan Pulang

Friendship