Ke Semarang Rame Rame

Minggu yang cukup sibuk, bersiap diri untuk transisi menjadi karyawan di perusahaan baru. Tamu dari YCH (perusahaan pengelola 3PL) silih ganti berdatangan, dari Head Office perusahaan kami juga silih ganti. Sosialisasi ini itu, tanya sana situ, minta data itu itu dan kesini sini.... halah apaan sih.

Beberapa training dan sharing sudah dimulai, tim dari YCH bergantin memberikan materi. Cabang YCH terdekat adalah dari Semarang, kami pun diminta atasan pabrik dan tim YCH Semarang untuk mengunjungi untuk sedikit belajar dan tahu kondisi serta operasional disana.

Langsung aja ane aja tim untuk ramean berkunjung ke Semarang, 7 orang akan saya ajak dan mereka semua belum pernah dinas luar kantor. Nah kapan lagi, sebagai karyawan, ini adalah saat terakhir untuk dinas luar kantor. Capcus berdelapan, sewa mobil dan pengajuan biaya.

Sudah banyangin enaknya sama bawahan, banyak orang belajar ke tempat baru di luar kota. Ternyata ya bener, banyak bercanda, masuk kamar hotel (apartemen) ramean, jalan2 ke mall, makan siang barengan, ke kuil Sam Pho Khong dan ke gudangnya YCH. Biarkan foto dibawah yang bicara.









PHK itu datang juga

Setiap perusuhaan pasti mau untung, kalau enggak mau untung, namanya Yayasan atau LSM he he. Berbagai cara dilakukan Perusahaan untuk tetap berkembang atau suvive. Cara awam yang selalu digunakan adalah meningkatkan penjualan dan mengurangi biaya. Seringkali mereka tidak seiring sejalan,seperti naik sama-sama, turun pun sama sama.

Begitupun perusahaan kami, profit didapat dengan cara : setiap tahun mengeluarkan produk baru, menjalankan program efisiensi di produksi, menjaga kualitas proses, membuat manajemen penyelesaian masalah, melombakan improvement/ inovasi, penetrasi iklan di media, mengadakan acara marketing offline, memperlancar jalur distribusi, meningkatkan availability produk, dan macam lainnya.

Cerita unik saat rencana pensiun saya utarakan ke Keluarga

Nulis panjang enaknya di putus jadi dua gini, supaya gak capek bacanya. Tulisan ini lanjutan dari post sebelumnya, cek disini Harus Kusampaikan : Nekad!

Banyak pertimbangan dan pehitungan yang menyebabkan kebimbangan kita-kita saat memutuskan untuk pensiun dini. Memang program pensiun dini akan mendapatkan pesangon yang maksimal, namun setelah itu tidak tahu mau kerja apa. Melamar pekerjaan lain atau berdagang yang menjadi tren saat ini. 

Saya pun sebelum mengajukan diri untuk pensiun dini, butuh waktu bertahun-tahun untuk menyakinkan istri saya. Sejak saat di Pekanbaru, saya sudah mengutarakan keinginan ini ke istri dan mengajukannya ke atasan. Namun saat itu tidak diperbolehkan oleh manajemen. Kalau sekarang istri saya sudah siap walaupun masih terasa berat, namun yang cukup meringankan adalah lagi-lagi .... konpensasinya maksimal. Tanpa bekerja, dengan gaya hidup yang sama kami bisa bertahan hingga 2 tahun, jika berhemat kami bisa bertahan hingga 3-4 tahun.

Harus Kusampaikan : Nekad!

Sebagai arek Suroboyo, nekat sudah jadi keharusan. Kenekatan arek-arek Suroboyo diingatkan pada Hari Pahlawan 10 November, diperingati setelah peristiwan pertempuran besar di Surabaya. Ada lagi  sebutan bonek yang identik dengan suporter Persebaya, namun bonek ini sebenarnya adalah kata sifat + kata kerja. ‘Bondo Nekat’ adalah aktivitas untuk melakukan sesuatu namun hanya berbekal keberanian saja, Modal Nekat. Saya yakin penjelasan Bondo Nekat sudah beredar di sekitar anda.

Namun kenekatan tiap-tiap orang pasti berbeda beda, jika kita membandingkan menganalogikan dengan bonek saat menggunakan jasa transportasi. Ada supoter bonek yang menonton pertandingan Persebaya dengan dengan naik di atas bis, ada lagi naik  di atas kereta api, yang terakhir naik di atas pesawat..... ini bonek tingak dewa.

Hitam Putih Putra Bungsu Dewi Yull

Tulisan ini lanjutan dari minggu kemaren 'Hitam Putih Anak Tuli Ray Sahetapy'

Menjadi tuna dalam tulisan pernah saya coba, terbersit keinginan untuk mencoba merasakan menjadi tuna sehari. Menutup mata seharian, menyumpal telinga seharian, menutup mulut seharian, belajar bahasa isyarat, menjadi lumpuh seharian, gak pake tangan seharian. Belum mencoba saja saya sudah merinding, betapa besar nikmat Allah Swt yang telah saya terima saat ini, hanya bersyukur dan dan gak minta macem macem itu aja cukup menurut saya. 

Apakah anda punya keinginan yang sama?

Saat ditanya Dedy mengenai cita-cita, keinginannya berganti ganti. Dari mulai Guru, Ahli IT, Polisi, dan lain lain, terakhir dia berkeinginan menjadi Politikus atau Pejabat. Cita-cita ini muncul saat berkesempatan menjadi karyawan magang di Pemprov DKI, Gub Ahok mempunyai program memberikan kesempatan untuk lulusan terbaik untuk melakukan improvement di jajaran pemprov DKI.

Barusan Pulang

Friendship