Hitam Putih Anak Tuli Ray Sahetapy


Anda tahu acara Hitam Putih kan? Ini adalah talkshow di Trans7 yang dipandu oleh Deddy Corbuzier, lebih lengkap googling aja yo. Ada beberapa episode Hitam Putih yang bikin saya terharu, terakhir dan masih ingat yang bikin terharu adalah saat mendatangkan Surya – putra dari Ray Sahetapy dan Dewi Yull.

Panji Surya Putra ini penyandang disabilitas tuna rungu, sama seperti kakaknya Gizka Putri. Ditemani oleh seorang penterjemah bahasa isyarat, Deddy Corbuzier berbincang santai dengan joke joke seperti biasanya. Surya pun tenang dan banyak senyum selama menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Tampak tidak ada beban bagi Surya berbicara di acara live yang ditonton jutaan masyarakat Indonesia.

Dia menceritakan walaupun hidup dalam keadaan sunyi, Surya membuktikan dia bukan manusia kelas 2. Menorehkan banyak prestasi seperti, Gold Medallion kompetisi IT untuk difabel di Bangkok, penerima separuh beasiswa di USBI, staff pengajar bahasa isyarat di UI dan berbagai macam aktivitas serta penghargaan.

Apa nggak ada tema lain Part 2

Sesuai janji saya, posting ini adalah lanjutan dari posting kemaren mengenai keresahan saya saat mendengarkan khotbah Idul Adha yang itu itu aja. Namun akhirnya saya belajar untuk menerima dan membagi hasil khotbah yang merubah pandangan saya tentang Idul Adha dan Qurban.

Apa yang dimana kita benar, beda di mata Allah. Apa yang kita anggap logis, beda di sisi Allah. Jadi jalankan syariat, hukum-Nya, jalani petunjuk Nabi dan tunggu rahmatnya di atas dan bawah bumi serta dari arah yang tidak disangka sangka.

Apa nggak ada tema lain untuk khotbah Idul Adha?

Sampai saat ini saya cukup bosan jika khotib Idul Adha hanya bercerita mengenai proses Nabi Ibrahim mendapat (menunggu) anaknya Nabi Ismail, meninggalkannya di padang batu tandus, melempar setan, safa marwah, air zam-zam, penyembelihan Ismail, jadi domba dan perayaan Idul Adha. Nah itu doang!

Tapi setelah dipikir pikir, kenapa saya bosan ya? ini karena sejak kecil saya mendapat cerita yang sama, dengan sedikit bumbu motivasi dan seringkali sama. Tapi setelah merenung nulis posting ini, jadi merasa nggak apa apa deh. Kenapa? Karena memang banyak anak kecil yang belum pernah atau belum memahami cerita ini.

Barusan Pulang

Friendship