20 hari kemaren ngapain aja gaes?

Eh gak kerasa udah masuk 10 hari terakhir Ramadhan, 20 hari kemaren udah ngapain aja ya. Seingatku aktivitas yang paling beda adalah lebih sering membaca Quran, banyak mendengarkan tausiyah. Dikit ya tambahannya, tapi lainnya insyaAllah masih yang lain masih rutin, apa aja? Enggak tulis disinilah... bahaya riya.

Nah kalau sedekah ini musti di gemborkan, digemborkan? istilah opo iku? Dibanyakkan maksudnya, ane berencana di 10 hari terakhir ini akan masukin ke kotak masjid everidei. Dipaskan malam hari, bisa jadi disalah satu malam, turun Lailatul Qadar. Wih sama dengan sedekah 1000 bulan.

20 hari kemaren saya masih melihat banyak orang yang tidak melaksanakan puasa, apakah ini bisa menjadi tanda dari Allah Swt, mengenai keimanan seseorang. Karena yang di seru untuk berpuasa adalah orang-orang beriman. Semoga Allah Swt memberikan hidayah.

Ramadhan teringat pindahan

Tulisan ini nggak penting buat pembaca, saya nulis ini hanya ingin menjadi pengingat di tahun depan. Karena melihat kenangan itu menyenangkan, sering kita lupa detail-detail saat dulu kita telah melakukan apa saja. Beberapa tulisan di Blog ini mempunyai genre yang seperti itu, detail aktivitas – kadang bikin kalian malas bacanya, karena memang gak ada ‘isi’nya he he. Saya pun kadang malas membaca blog teman yang isinya detail aktivitas dia, why i must know?

Ini adalah Ramadhan ke tiga di Kabupaten Pati, pertama merasakan Ramadhan kami lewati dengan berpuasa di kost dan kontrakan baru, istri saya malah pas menginjakkan kaki pertama kali di Pati adalah malam. Paginya udah sahur dan do it puasa.

Besi berkarat, Hati juga bisa lho

Sebelum Ramadhan tiba kita disajikan berita berita yang sangat menyayat hati, bahkan hati nurani. Kasus kasus kejahatan seksual seakan merekah bak cendawan di musim hujan. Dari mulai anak – anak hingga orang tua, dari yang korbannya anak hingga pelakunya juga masih anak-anak.

Saya nggak tega menceritakan kejahatan ini, bahkan saya gak tega membaca isi beritanya. Sesaat berhenti setelah membaca headline yang biadab ini, membikin hati gak karuan, geram, sedih, emosi, punya solusi tapi sangat amat sulit dilaksanakan.

Setan dibelenggu, Habits tak bisa diganggu

Alhamdulillah, Ramdhan telah tiba, banyak umat muslim yang menunggunya, namun tak sedikit muslim yang tidak ikut menyambutnya. Seakan bulan ini bulan biasa saja, bulan paling berat diantara 11 bulan lainnya.

Bagi yang menyambut Ramadhan, bulan ini tempat pengemblengan diri, mencipta habits dan pembentuk kebiasaan baik. Sekaligus menaati perintah Allah Swt dan Rasul, menjalankan amalan khusus bagi orang yang beriman, waktunya mengeruk pahala sebanyak banyaknya. Karena Allah Swt., menjanjikan balasan yang berlipat-lipat atas semua amalan dan kebajikan.

Syukur, layak kita haturkan ke Allah Swt., karena kesempatan mengalami Ramdhan kadang tidak didapatkan oleh orang-orang yang menunggunya. Bagi yang kurang menyambut Ramadhan, perbedaannya adalah ilmu. Dengan ilmu akan muncul strong way untuk melakukan sesuatu – termasuk menjalani Ramadhan.

Barusan Pulang

Friendship