Menginjakkan kaki di Middle East

Untuk ketiga kalinya, akhirnya saya bisa keluar negeri. Namun kali ini sungguh spesial, pertama karena bayar sendiri, kedua karena ke tanah suci. Kunjungan spiritual, menapak tilasi, menikmati iman, menambah keyakinan, mendekat ke ilahi, kunjungan yang diperintahkan bagi umat Muhammad Saw.

Pukul 22 (Madinah Time) kami mendarat di tanah Arab, tempat dimana 2 tanah suci berada. Saya sekarang di salah satunya, Madinah al Munawaroh. Bandara yang sangat besar, walaupun saya juga belum sempat mengelilingi. Pertama  udah malam, kedua ikut biro tour, jadi harus ikutan kemana mereka pergi. 

Naik Saudi Arabia Airline

Kami wah banget dengan pesawat ini, pertama karena akan membawa kami ke Tanah Suci, kedua - karena ini first time naik penerbangan internasional, ketiga pesawat ini gede banget. Biasa naik pesawat duduknya 3 seat -3 seat, Saudi Arabia 3 seat – 4 seat – 3 seat. 

Karena posisi duduk kami di belakang, jadinya kami masuk terlebih dahulu. Wah ketemu pramugari dan pramugara Arab nih, jelas pake bahasa inggris... wuss langsung lari kebelakang. Sayangnya tempat duduk saya tidak bersebelahan dengan istri, kami pun meminta ke teman lain untuk bertukar.

Madinah Come : First Perjalanan

 Keberangkatan kami berawal dari Pati dengan menggunakan taksi, Pabrik kami punya taksi langganan dari Semarang, biasa dipakai jika ada tamu dari Jakarta. Jam 5.30 kami berangkat menuju Semarang menggunakan taksi tersebut. 7.30 kami sudah sampai di Bandara A.Yani Semarang.

Telah berkumpul rombongan Semarang sebanyak 3 orang, yah he he. Totalnya jamaah Semarang adalah 8 orang, Semarang 3 orang, Salatiga 3 orang, Pati 2 orang. Kebetulan pimpinan tour ikut mengantar kami, kita pun di ajak sarapan di Es Teller 77.

Sriwijaya adalah pesawat yang dipakai untuk menuju bandara Juanda Surabaya, ternyata delay juga – hampir 1,5jam. Sesampai di Bandara Juanda, tertahan lagi 30 menit karena ada rombongan Kepresidenan sehingga pesawat dilarang landing.

Pergi Umrah

Niat ini pernah saya ungkapkan di depan teman kerja saat di Pekanbaru, sekitar tahun 2011 mungkin. Sekalian saja daftar haji aja! salah satu teman menimpali, jawaban saya dan hampir sebagian besar orang adalah gak nahan antrian Haji yang amat panjang, padahal kita ingin segera merasakan ibadah di 2 tanah suci.

Umrah adalah alternatifnya, Haji kecil kalau orang-orang bilang. Karena umrah hanya melaksanakan separuh aktivitas Haji, bahkan saya menganggap Umrah itu piknik di Makkah dan Madinah. Karena ritualnya bisa diselesaikan dalam satu hari, sisanya adalah memperbanyak ibadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Barusan Pulang

Friendship