Batik Tulis Terbaik se Karesidenan Pati

 Batik mana ya yang terbaik di Karesidenan Pati? Anda pasti bertanya tanya, nah saya akan menjawab jawab. Sebelumnya di deskripsikan dulu, daerah mana saja yang masuk Karesidenan Pati. Padahal sekarang namanya Kabupaten Pati.

Dulu saat jaman pemerintahan Hindia Belanda, Provinsi Jawa Tengah di bagi 6 wilayah administratif, atau yang disebut Karesidenan. Karesidenan Pati adalah salah satunya, daerah di dalamnya adalah Kabupaten Pati, Rembang (Lasem), Blora, Jepara, Kudus dan Grobogan. Besar banget ya...

Nah nah, cukup ya njelasin Karesidenan Pati, karesidenan lain sila cari sendiri ya. Trus batik mana nih yang bagus dan terbaik, tunggu dulu. Saya sebenarnya suka banget tapi nggak amat sangat, batik tulis apalagi-belum terbersit ingin memilikinya.

Diingat Teman di LBI 2016

Jarang-jarang saya mengenalkan teman yang belum pernah bertemu, kalau pablik fijer mungkin wajar. Tapi orang-orang ini mungkin tidak anda kenal, tidak pernah bertemu, selokasi aja mungkin enggak. 

Nama-nama dibawah ini adalah teman-teman maya di ligabloggerindonesia 2016, karena pesertanya ada 40 orang dan kalau saya ceritakan semua sungguh menyiksa sekali. Saya cari yang peserta 2015 aja deh dan yang namanya unik atau kelingan di hati he he.

Awas, keihklasan anda drop gara gara hal ini

Posting ini adalah lanjutan dari posting seminggu yang lalu, kalau belum baca kesini ya

Tiba tiba jeder!, adik Ayahnya yang kebetulan pengusaha kaya. Menawari Abangnya (Ayah) untuk umroh dibayarin, lha Ayahnya ini langsung mengiyakan tanpa memberi tahu jika anak-anaknya sedang mengusahakan. Juga tidak meminta ijin ke anaknya yang sudah berniat mengumrahkannya.

Orang dekat saya ini marah, kecewa, nangis sedih. Karena kenapa kok tidak mau menunggu kita, kenapa nggak dikasih tahu, nanti tante (adik Ayah) pasti ngomongin kita kalau tidak ngurusin Ayahnya, dll dll.

Mengalihkan Siswa SMU ke Internet Positif

Minggu ini saya merasa ditampar oleh panitia #LBI2016, karena rencana rencana pribadi saya masih belum terealisasi. Tahun kemaren saya pernah punya rencana untuk mengajarkan blog ke siswa SMU. Berbagi ilmu dan ingin mengalihkan perhatian generasi muda ke hal postif.

Siswa siswa SMU saat ini mungkin lebih suka dengan menulis encrit encrit di Facebook, kadang suka lagi broadcast di BBM atau Whatsapp. Tinggal dipoles sedikit untuk menulis 2 paraghrap, 3 paraghrap, insya allah perhatian mereka ke dunia blogging.

Tapi target itu saat ini terlihat agak sulit saya realisasikan, karena memang kesibukan pekerjaan yang membuat saya harus berpikir 8 kali. Walaupun target lain sedang saat ini saya kerjakan, membuat blog khusus untuk mall online teman-teman karyawan pabrik di kota Pati.

Sebenarnya saya belum gagal untuk target itu, lha nyoba aja belum. Dan belum gagal juga jika mau berusaha lagi, mencoba lagi untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan. Bukankah Thomas Alva Edison menemui 9999 kegagalan sebelum mendapatkan bola lampu.

Kunci yang saya pelajari untuk berubah adalah pesan dari Aa Gym, harus Tahu dulu, harus Mampu dan terakhir adalah harus Mau. Ketiga tadi harus dipaksa untuk dilakukan, alasan klasik ‘sibuk’ musti di geser jauh jauh. Untuk melakukan ketiga step tadi kita harus “meluangkan waktu bukan menunggu waktu luang”

Bukan hanya riya', Keikhlasan anda bisa drop gara-gara ini!

Ini cerita dari orang dekat saya, walaupun awalnya nggak enak menceritakannya. Semoga jadi ibroh bagi yang membaca dan tidak termasuk ghibah bagi saya. Ikhlas adalah kata yang sering kita dengar dan sudah menjadi kebiasaan sehari hari umat muslim. 

Aktivitas ini menjadikan manusia berbuat hanya demi Allah Swt, dan tidak berharap balasan dari manusia. Tapi kadang kita lupa, saat beramal atau beribadah dan senengnya membuncah karena dilihat orang, hal ini bisa dikategorikan amalan tersebut bukan untuk Allah Swt.

“Sembahlah Allah dan janganlah mempersekutukanNya dengan sesuatupun.” QS An-Nisaa 36.

Rapat & Pawai Akbar setahun yang lalu

Lupa kalau acara ini tidak terabadikan di blog, padahal dulu sudah niat untuk menuliskan perjalanan ke Rapat dan Pawai Akbar HTI 2015. Setiap bulan Rajab Hizbut Tahrir Indonesia seringkali mengadakan acara besar dengan teman yang berganti-ganti tiap tahunnya. Di laksanakan di seluruh Indonesia dengan puncaknya di Ibukota Jakarta.

Karena saya pas tinggal di Pati, maka mengikuti acaranya di Semarang. Ratusan orang hadir di lapangan simpang lima Semarang, dari berbagai penjuru masyarakat Jawa Tengah. Karena di jadwalkan Sholat Subuh di Simpang Lima, maka dari Pati berangkat jam 02.00. Kayak mau mudik aja, ada 5 bis yang berangkat dari Pati.

Sunnah yang masih nyusahin orang lain

Tulisan ini nyambung lagi dengan tulisan sebelumnya, ada sunnah yang ngeselin orang lain. Wait wait ati ati lho kalau ngomong, lha semua dari Nabi itu baik dan berpahala jika dilakukan. Iya saya tahu, saya jelasin dulu dong. Kan saya bilang ngeselin orang lain, aktivitas ini hanya bisa dilakukan dimasjid atau musholla.

Apa itu : sholat sunnah tahiyatul masjid. Kok bisa ngeselin orang lain, jadi gini... orang yang datang beberapa melakukan sunnah itu beberapa tidak. Yang ngeselin adalah, datang ke masjid terlambat/ lama setelah adzan berkumandang – trus tanpa melihat suasana jamaah langsung aja “Allahu Akbar!” sholat tahiyat, kalau Subuh, nambah lagi sholat Rawatib.

Butuh Pemasar Tangguh untuk Wisata di Daerah

Tugas mempromosikan pariwisata saat ini bukan hanya dari Pemerintah pusat. Dengan adanya otonomi daerah memungkinkan pemerintah daerah menetapkan objek mana yang akan dijadikan destinasi wisata serta mengatur bagaimana objek tersebut akan dikelola.

Kementrian Pariwisata pun saat ini sudah memberikan penghargaan kepada destinasi wisata, sekaligus memberikan kontribusi dimana wilayahnya berada. Karena memang sudah saatnya kotamadya atau kabupaten memiliki destinasi khusus yang menarik wisatawan. 

Barusan Pulang

Friendship