Negara Salah Urus

Saat pulkam ke Surabaya, saya selalu menyempatkan pergi ke Malang. Karena ingin menengok makan Ibu, dan bersilaturahmi dengan Tante dan mbakyu kedua. Kebetulah di rumah tante sedang ramai, tante dari Jombang (inc. keluarga) datang dan mbakyu (inc. keluarga) juga datang.

Cowok dan cewek ngobrol terpisah, setelah ngobrol ngalor ngidul. Sampai pada topik mengenai kepemimpinan dan konsidi Indonesia, kakak ipar saya mengatakan bahwa Negara ini salah urus – karena memang saat Pilpres jagoannya adalah Prabowo. “Hanya butuh 1000 orang untuk memperbaiki Indonesia”, ganti semua pimpinan. Dari presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota dan lainnya.

Ikut siapa membagi warisan

Terinspirasi dengan ceramah Ustad Bachtiar Natsir, beliau mengatakan “banyak penduduk Indonesia yang jarang membaca terjemahan Quran – kalau Khatam membaca Quran sudah banyak. Wah iya nih bener, jadi pengen juga. Saya rencanakan after Maghrib akan mulai membaca terjemahan Quran.

Aktivitas membaca terjemahan Quran pun sampai di Annisa ayat 12, tentang pembagian harta waris. Di akhir ayat Allah berfirman “.... Dengan tidak menyusahkan (kepada ahli waris)”. 

Di Quran terjemah yang saya punya di sana ada catatan Hikmah, di poin 2 yaitu : Membuat kerugian kepada bagi ahli waris hukumnya dilarang, dan termasuk dosa besar, seperti ; mewasiatkan lebih dari sepertiga harta warisan dan berwasiat dengan maksud mengurangi harta warisan.

Barusan Pulang

Friendship