Senin, 02 Februari 2015

Kalau menduga, ntar nggak bakal kejadian

Panjang bener judulnya, mungkin ini salah satu post dengan judul yang panjang di Blog Singbiasane. Sekali kali pake judul panjang dan jelas, jadi yang mau baca bisa menerka isinya. Pengen baca sila, yang nggak tertarik juga sila......... sila penasaran he he.

Saya adalah penyuka Ust. Yusuf Mansur, yang selau punya cerita unik tentang kebaikan dan cara ceritanya sangat amat menarik dengan percaya diri. Seringkali cerita cerita Ust. YM tak terduga dan bikin tersemyum simpul. 

Misal: Keluarga yang hancur trus sholat malam akhirnya bersatu dan dapat rumah pula. Selama ini kontrak tapi setelah sedekah, bisa punya rumah plus kontrakan. Gak ketemu ketemu jodoh, setelah dzikir rutin, dapat anaknya Jenderal. 

Dalam hati “masak sih tad”, “iya kah”, “bisa aja nih ustad”, itu yang setingkali saya katakan saat mendengarkan ending ceritanya. Pokoknya percaya aja deh sama Allah , akan banyak jalan yang tidak kita duga menjadi sebab rahmat Allah akan didatangkan.

Terlepas dari real atau fiksi cerita tersebut, ustadz yang lain pun kadang melakukan hal yang sama. Tujuannya pada tahu semua lah, supaya jamaah atau kita kita tergerak untuk melakukan amal sholeh tersebut. 

Karena seringnya mendengar cerita, mengenai rahmat Allah Swt., yang selalu tidak terduga dan sulit untuk di sangka. Kadang –kadang saat saya mengharap balasan Allah Swt., jadi nggak berani menduga. Karena apa yang saya duga, mungkin gak akan terjadi karena bisa di duga padahal kan tadi balasanNya tidak terduga. Nah paham nggak nih, kalau belum baca sekali lagi ya.

Btw teman saya pernah bicara, kalau beribadah nggak boleh berharap atau menginginkan sesuatu. Nah terus kita minta dan berharap ama siapa mas? sama setan, sama manusia, sama benda, malah jadi syirik. Walaupun Sholat itu Wajib, puasa ramadhan juga wajib, setelah itu kita minta sesuatu ke Allah itu boleh, dan wajib malah. 

Apalagi kalau manusia melakukan sesuatu yang sunnah dan baik, misal bersedekah, dzikir, tadabbur Quran, boleh sekali mengharap sesuatu dari mengerjakan amal tersebut. Balik lagi, harapan dan permintaan kita, biasanya tidak terduga dan tidak disangka asal serta arahnya.

Itu deh sekelumit cerita tentang duga menduga, nyangka gak menyangka, bener-bener nggak terpikirkan dan kejutan.

2 komentar:

  1. hihi aku juga suka mikir gitu Mas Rizalars. Kayaknya gampang banget ya Ustad ngomong begitu. Padahal proses menjalaninya itu butuh waktu. Nah waktu prosesnya itu seringnya bikin limbung. Mungkin modalnya kita harus lebih yakin dan berpikir positif terhadap ketentuan Allah. Kira-kira contoh yang dipke sang Ustad beneran nggak ya? :D

    BalasHapus

Barusan Pulang

Friendship