Rasul Menikah Because Allah



Saya juga Pak? tanya saya ke Pak Direktur “Iya kamu ikut”. Makk.. satu mobil ama Presdir, secara saya cuma staff. Habis meeting project kami berempat keluar kantor untuk makan siang. Jarang jarang ikutan Bapak-bapak satu mobil, he he. Pembicaraan pun ngalor ngidul, hingga Pak Presdir yang non muslim itu membahas mengenai Nabi Muhammad SAW.

Bahwa beliau menikah banyak bukan karena nafsu, tapi membantu – buktinya yang dinikahi bukan yg muda muda. Malah janda dan orang tua, “Iya kan zal” – saya ya ngangguk aja “iya pak”. Dalam hati – paham juga Bapak ini, toleransinya juga bagus ; positif thinking tetap dijaga. Tapi harusnya aku bisa memberi penjelasan lebih, sayangnya saya hanya membenarkan apa yang Nabi lakukan tanpa menelisik apa alasan detailnya.

Yup, postingan kali ini adalah rangkuman dari hasil penelitian (diskusi dan googling) saya, tentang mengapa Rasulullah mempunyai banyak istri?. Yang kadang situasi ini banyak dijadikan bahan olokan pembeci Islam, yang kadang juga umat Islam tidak bisa memberikan penjelasan. Yuk sama sama belajar, dalam rangka memperkaya ilmu kita untuk kehidupan yang lebih baik.


Kaya untuk Adha

 Minggu kemarin umat Islam merayakan hari Raya Idul Adha atau bisa di sebut hari Raya Qurban, Idul Adha sendiri memiliki arti Hari Raya Haji yang disertai dengan penyembelihan hewan Qurban. Hari Raya ini merupakan hari raya kedua bagi umat Islam setelah hari Raya Idul Fitri. Dinamakan Hari Raya Haji karena saat bersamaan ritual ibadah Haji mencapai puncak, yaitu Wukuf di Padang Arafah.

Sebenarnya udah pada tahu kalau informasi kayak ginian, iya sih... tapi ini juga untuk melatih ingatan dan kemampuan menulis saya. Siapa tahu juga ada orang yang tahu atau non muslim yang cari informasi tentang Idul Adha. Selama berpikir positif, apa yang kita lakukan akan baik baik saja kok. Tapi kalo udah perbuatan buruk tapi di paksakan positif ya pelanggaran namanya he he.

Di sini Allah menganjurkan umat Islam musti kaya, karena ada dua amalan besar yang butuh banyak biaya. Pertama perjalanan panjang ke Mekkah untuk ibadah Haji, kedua membeli hewan ternak untuk menjadi Qurban dan dagingnya di bagi ke kaum Dhuafa. Kalau kita mampu melaksanakannya, maka kewajiban itu ada di pundak kita.

Optimisme Garuda

Minggu kemarin, rakyat Indonesia diberikan tontonan yang sangat menarik dan membanggakan. Apalagi kalau bukan kualifikasi Piala Asia U-19, tim Indonesia akhirnya menjadi pimpinan grup G dan berhak lolos langsung di Myanmar tahun depan.

Tim U-19 yang belum lama ini menjuarai Piala AFF, lagi lagi membanggakan dengan selalu menang di turnamen kemaren. Permainan U-19 memang terlihat ciamik lah, umpan dari kaki ke kaki dan sesekali umpan panjang diperagakan dengan bagus. Kemampuan individu, menguasai bola, passing yang tepat, kemapuan lari dan fisik yang prima membuat U-19 sulit dikalahkan.

Bahkan tim sekelas Korea Selatan yang notabene adalah juara bertahan Piala Asia U-19 dan pernah 12 kali juara – akhirnya takluk. Rakyat Indonesia di buat berdegup, berdesir dan was was saat menyaksikan pertandingan terakhir itu. Olah raga favorit masyarakat Indonesia itu, saat ini sedang berjuang lolos. Doa dan harapan terucap lirih dalam hati tiap tiap penonton, pemirsa dan pendengar pertandingan.

Mengundang Sang Maha

Lupa kalau punya buku nya Ust Yusuf Mansur, “Undang Saja Allah – Belajar Syukur Belajar Yakin”. Ternyata setelah beli, masuk antrian baca, trus dipinjam teman istri. Baru 2 minggu yang lalu dikembalikan, lha baru ingat. Pas mau ke Jakarta pula, wis jadi nemenin perjalanan deh. Ternyata dahsyat nih buku.

Isinya ternyata adalah tulisan tulisan Ust. Yusuf Mansur kepada peserta Kuliah Online ; yaitu bagian dari kuliah dasar di Kuliah Tauhid. Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari hari, kayak lagi ngomong sama orang. Tapi karena kita sudah mengenal karakter Ust.Yusuf Mansur, jadinya bisa menerima bahasa yang digunakan di buku itu.

Ust. Yusuf di buku itu mengajarkan tentang pentingnya meminta kepada Alloh, bahkan untuk hal yang remeh temeh sekalipun. Karena memang kita manusia hanya boleh meminta kepada Allah saja, selain Allah jelas dilarang. Seperti yang setiap hari kita ucapkan di Surat Al Fatihah :5 “Hanya kepadaMu kami meminta dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan.

Barusan Pulang

Friendship