Sifat Sholat Nabi : Part 1

Facebook Notifikasi : Dani Hamdani mengajak anda mengikuti “Sifat Sholat Nabi” di Masjid Umar Bin Khattab. Wah kebetulan nih, pengen banget tahu apakah cara sholatku ini sudah benar. Penasaran sama Ustadz Salafi menjalankan sholatnya, karena saya banyak belajar dari teman-teman Salafi saat menjalankan sholat – tapi selama ini hanya dengan melihat. Hari minggu jam 09.00, saya set ke Car Free Day dulu – karena istri saya favorit banget - baru kemudian ke Pengajian.

Setelah nyampe ternyata terlambat, sudah jam 10.00 tapi penjelasan belum ke inti acara, dan jamaahnya ramai. Dapat tempat kosong ,,,, asyikk, nah ternyata terhalang tiang masjid huuuu. Gpp lah, denger suara aja dan lihat dari kamera shooting he he. Setelah beberapa lama akhirnya bergeser juga, kelihatan deh Ustadznya ngomong. Alhamdulillah terbuka pengetahuan, penjelasannya runut, dari Kitab ini, dinukilkan ini, riwayat ini dan semua didasarkan memang dari sunnah Nabi.

Yuk kita mulai, tapi penjelasan saya nggak pakai dari Kitab mana, periwayatnya siapa, dinukilkan dari mana. Karena saya nggak nyatet sampai sedetail itu, kalau beli rekamannya bisa tahu detail. Dimulai dari niat sholat, dijelaskan bahwa niat adalah urusan hati. Jadi tidak perlu di lafadzkan atau ada lafadz khusus, karena memang Rosulullah nggak melakukan itu. Beliau saat akan memulai sholat langsung bertakbir (mengangkat tangan), seperti misal kita bangun tidur trus merencanakan sholat Subuh – nah itu udah niat.

Diskusi Jumlah Postingan

Blog Sing Biasane rencanya akan saya ramaikan dengan posting, walaupun padahal nulis seminggu 2 kali aja kadang males dan terlambat. Dengan target post yang per kategori dan terjadwal harinya, harapan saya inspirasi harian bisa saya tumpahkan di minggu yang sama. Lagi lagi hal ini masih belum terbukti, karena dengan inspirasi harian tidak berbanding lurus dengan konsistensi post tepat waktu.


Saya bisa tepat waktu itu kalau lagi ikutan lomba, maksa maksa badan untuk bergerak dan berpikir. Walaupun (lagi) saya lebih banyak kalah.Kenapa kalah? pastinya karena saya nggak 100%. Semua aktivitas kalau dikerjakan dengan 100%, kemungkinan berhasil itu lebih besar. Untuk menggairahkan post saya ini, musti ikutan lomba terus kali ya he he. Sekali dayung, 3 sampai 4 pulau terlampaui.

#10daysforASEAN Finish

Capek dan lega rasanya setaleh menyelesaikan gelaran #10daysforASEAN, kemaren kemaren rasanya ingin nyerah aja – karena tema dan saingannya berat. Lega karena udah menyelesaikan lomba, bisa memaksa diri untuk nulis tiap hari, banyak membaca, penelitian (googling) disana sini, jumpalitan deh. Kayak ngerjain tugas kuliah, padahal dulu kuliah juga nggak gini gini amat.

Saya nggak yakin bisa menang sebenarnya, tapi karena pesimis itu nggak baik – jadinya saya yakin aja….. untuk kalah! jiahh glodaks. Berharap jurinya khilaf trus milih saya, itu yang diharapkan. Kebetulan lagi pengen punya smartphone android, 2 tahun pake BB kok merasa tertinggal dengan yang pake Android. Bulan bulan ini beberapa lomba blog aku ikutin sih, kebetulan tahu dan seneng, daftrar aja apa salah nya.

Jakarta, Diplomatic City of ASEAN - Banggakah?


Negara Kepulauan terbesar di dunia, yakni Indonesia terpilih menjadi Markas Sekretariat ASEAN yang bertempat di Ibukota Jakarta. #10daysforASEAN di hari terakhir ini memberikan tema mengenai peran Jakarta sebagai ASEAN Diplomatic City. Mengapa ya Indonesia dipilih oleh para pemimpin ASEAN? apa karena wilayah kita paling luas, apa karena angkatan bersenjata yang paling kuat, apa karena kekayaan alam yang paling banyak??

Kita patut berbangga jika ada alasan alasan baik yang menyertai dijadikannya Indonesia sebagai Markas ASEAN. Jakarta mendapat anggapan sebagai kota yang aman, smart dan bisa menjangkau kota kota ASEAN dengan baik. Mungkin menurut saya itu, atau bisa jadi ada yang lain  seperti yang disampaikan Emil Abeng di satu surat kabar terbitan Makassar.

Indonesia dimanfaatkan oleh ASEAN, potensi SDA yang berlimpah dijadikan negara negara ASEAN untuk menghadapi persaingan global. Sedangka Indonesia tidak bisa memanfaatkan ASEAN untuk meningkatkan ekonomi nasional. Indonesia sekarang sedang tumbuh, daya beli meningkat begitu pula  dengan Ekspor bahan mentah.

One ASEAN Community

Harusnya lebih banyak Blogger lagi yang ikutan gelaran #10daysforASEAN, selain blogger pun harusnya mengabarkan tentang ASEAN. Karena kawasan ini adalah salah satu yang kondusif dan ingin meningkatkan hubungan untuk kebersamaan. Seperti hasil dari KTT ASEAN ke 22 di Bandar Seri Begawan – Brunei Darussalam pada bulan April lalu.

Disana para pemimpin ASEAN, ingin memastikan proses terbentuknya komunitas ASEAN sesuai dengan jalurnya. Melalui 3 pilar komunitas mereka sepakat untuk melipatgandakan upaya untuk menjamin terwujudnya Masyarakat ASEAN 2015 yang terpadu secara politis, terintegrasi secara ekonomi, budaya harmonis dan bertanggung jawab secara sosial.

Filipina Bebas Berekspresi

 Prediksi saya sih semua negara ASEAN akan digilir di #10daysforASEAN , sekarang saatnya Filipina. Ada apa disana ya…. ya seperti biasa, saya baru tahuuu kalo Pers di Filipina sangat bebas. Namun berbanding lurus dengan pembunuhan wartawan dan penggeledahan kantor surat kabar. Nah lho

Dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, Filipina berbeda dalam hal kebebasan /demokrasinya. Boleh dibilang bahwa Filipina adalah negara yang paling bebas, mungkin dalam segala hal. Pers disini sangat "seru" .... jangan dibandingkan dengan di Indonesia. 

3 Pulau Sengketa Malaysia dan Singapura

Frends, pengunjung Blog Sing Biasane khususnya juga yang punya blog. Coba deh sekali kali ikutan kompetisi blog, walaupun anda nggak tergiur hadiahnya. Tapi jadikan proses belajar dan kesempatan anda untuk membuka wawasan serta menghargai kompetisi. 

Seperti di #10daysforASEAN , lomba blog ini mengangkat tema tentang Asean. Issue yang ada di Asean diberikan ke peserta untuk di buatkan opini. Saya sebagai peserta yang jarang mengupdate mengenai Asean, jadi mengerti hal hal penting di wilayah ini. Apalagi menghadapi Asean Economic Community 2015, tidak ada batas ekonomi lagi antara kita dan mereka.

Salah satu problem di Asean adalah seringkali ada problem sengketa pulau. Karena di Asia Tenggara memang banyak pulau – pulau kecil yang tidak berpenghuni. Masih ingat kan pulau Sipadan dan Ligitan yang berada di Selat Makassar , akhirnya diberikan Mahkama Internasional ke Malaysia.

Saat ini yang masih bersengketa salah satunya adalah keberadaan 3 pulau : Pulau Batu Puteh, Batuan Tengah dan Karang Selatan.

Disini ada LAOS

Setelah kemarin terheran heran dengan Myanmar yang nerapin visa untuk masuk ke negaranya. Sekarang ada Laos, negara yang perkembangannya jauh dari tetangga tetangganya di ASEAN. Laos yang merdeka di tahun 1949, namun masih terlibat perang dengan Vietnam (Perang Indochina). Sehingga kondisi negara tidak stabil, muncul juga perang saudara dan beberapa kali kudeta. Menyebabkan Laos belum bisa fokus ke ekonomi.

Namun di tahun 1975 kaum komunis Pathet Lao membentuk Republik Demokratik Rakyat Laos hingga saat ini. Kemudian mereka mempererat hubungan dengan Vietnam dan mengendurkan larangan ekonomi di tahun 1980 kemudia masuk ke ASEAN di tahun 1997.

Barusan Pulang

Friendship