Layak dan Mendidik dimulai dari Ramadhan


Lagi lagi saya musti kerja keras saat menulis untuk blog, padahal (katanya) saya suka nulis. Tapi nulis blog terlambat terus, kadang harusnya release malah enggak....... apakah ini efek puasa? Cari cari pembenaran deh.  Tapi semangat itu agak muncul saat teman blogger kasih info tentang blog contest tentang Ramadhan di Teraspos, wah pas bener.  Fitrahnya manusia kadang butuh momentum untuk melakukan perubahan, momentum itu sekarang ada di depan mata..... 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Ada 2 waktu saklar..... eh sakral di bulan Ramadhan ini, saat berbuka dan saat sahur. Ada persamaan dan perbedaan di 2 waktu itu. Persamaannya adalah waktu tersebut adalah saatnya makan besar, nasi  lauk pauk sayur mayur tersedia saat itu – belum lagi makanan kecil sebagai takjil. Nah kalo perbedaannya adalah kondisi kita saat melakukan prosesi itu, pas buka puasa – semangatnya minta ampun – malah udah bersiap 2 jam sebelumnya – makanan udah di depan mata.


Puss In Boots

Saya sebenarnya kurang tertarik dengan film animasi, jadi waktu pengen nonton – film ini sering saya lewatkan. Tapi ya gitu lama” penasaran juga, akhirnya nonton juga. Di produksi tahun 2011 dan bintangi oleh (suara) Antonio Banderas dan Salma Hayek, mengingatkan kita akan film Desperado.

Ternyata menarik juga lho, seekor kucing yang beradegan  layaknya manusia walaupun kadang sifat asli kucingnya masih ada. Di padu padankan dengan manusia, terlihat agak aneh awalnya. Tapi ya akhirnya kita bisa menerima kalau kucing ini bisa berbicara dan bertarung dengan manusia. Bukankah dulu kita sudah terbiasa dengan komik Donald Bebek, masih ingat nggak nih??

Kehidupan Dimudahkan Doa Dikabulkan


Selesai sholat dhuhur paling enak leyeh – leyeh (duduk bermalas-malsan) dulu, apalagi kalo telentang sampe ketiduran huiiii enyakk… tidurnya orang berpuasa itu berpahala lho. Walaupun sebenarnya gak enak juga kalo catatan amal kita di bulan Ramadhan di dominasi oleh pahala tidur, hi hi hi malu. 

Diantara  obrolan disana, ada celetukan salah satu teman “puasa tahun ini terasa nggak berat, saya bisa nahan”. Benarkah sih kondisi Ramadhan tiap tahun berbeda, harusnya sih enggak. Tapi keimanan kita saat menjalani Ramadhan yang terus berubah, ke lebih baik pastinya. Mustinya tiap tahun Ramadhan dijalani dengan lebih baik.

Kalau pendapat teman saya tadi, bahwa enggak berat menjalani puasa. Karena yang ditahan hanya haus dan lapar, sedangkan sebagaian besar waktu kerjanya duduk di depan komputer, di ruang ber AC, kemana-mana pake kendaraannya ber AC, bahkan saat berbukan puasa tiba, rasa haus pun masih belum terasa. Tapi coba kalau orang yang kerjanya dilapangan, kerja fisik, dibawah matahari, keringat bercucuran, udara penuh polusi. Dijamin deh keinginan untuk menyeka dahaga jadi lebih tinggi. 

Women In Black

Hampir lupa saya kalo sudah nonton film ini, lupa untuk ngereview. Walaupun ada beberapa judul film yang siap direview, tapi Women In Black lah yang saya pilih. Inget film ini saat teman kirim via chat, lho aku udah nonton nih!. Okelah saya coba share ke pengunjung Blog Sing Biasane.

Film yang release tahun lalu ini (2012) di bintangi oleh Daniel Radcliffe sebagai Arthur Kipps, adalah seorang pengacara yang sedang dilanda kesedihan karena baru saja ditinggal istrinya. Meninggalkan anaknya karena dikirim ke sebuah desa terpencil untuk memilah dan menyelesaikan masalah properti milik seorang janda yang baru saja meninggal.
 

Rebut Kesempatannya Raih Ganjarannya



Once upon time pernah BW ke sebuah blog, dan tertarik. And you know, what make I excited? yes right…. opo sing rait? Ok Ok  I tell to you. Post on that blog is sedikit, only two paraghrap. With good language, funny and berbobot. So now i want to make a post like that, sedikit tapi bagus – that’s effective. In this paraghrap, I try to learn my english to increase actuallly.

Puasa, shaum dan Ramadhan, selalu jadi tema di media –media apapun juga. Karena saat ini moment ini yang sedang dijalani umat Muslim sedunia, nggak terkecuali di negara yang mempunyai penduduk Muslim terbesar di dunia – Indonesia. Karena Blog ini masih di wilayah NKRI, tema Ramadhan ikut saya ramaikan.

The Number Station


Film movie lageee, setiap Kamis ya frend – dateng di Blog Sing Biasane. Saya mencoba untuk mereview film – film lama yang medioker. Karena film yang box office pasti udah buanyak yang ngereview, tul kan?.

Kebetulan minggu ini saya belum menonton film, tapi di posting Expatriate  - saya menceritakan bahwa telah menonton 4 film yang bisa di review. Expatriate, Number Station, Gangster Squad dan Behind Enemy Lines in Colombia. Kali ini saya mau cerita mengenai film Number Station, film ini cukup baru ; release di April 2013. Di bintangi oleh Jhon Cusack (Kent) dan Malin Akerman (Kathrine).

Kent adalah seorang agen yang baru saja membunuh seseorang, namun ada saksi mata yang kemudian lari. Tidak ingin aksinya diketahui, dia datangi rumah saksi mata itu dan membunuhnya. Namun anak si saksi mata melihat kejadia itu, sebenarnya Kent harus membunuhnya juga. Namun sisi kemanusiaannya muncul karena anak itu masih perempuan dan masih muda.

Tahan Laparnya, Raih Kemuliaannya


~Minggu ini umat Islam akan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan, bulan yang dimana Alloh memberikan limpahan berkah, rahmat dan pengampunan~

Saat Ramadhan datang  Rasullulah bersukacita karena pada bulan ini seluruh berkah turun ke bumi bagai hujan yang tak kenal henti. Bahkan tidur pada bulan ini pun mendapatkan berkah. Ramadhan adalah bulan ceria karena malaikat-malaikat turun ke bumi dan memberikan doa kesejahteraan dan kedamaian “salamun hiya hatta mathla’il fajar”

Penyambutan Ramadhan itu bisa dimulai sejak Rajab dan Sya’ban. Di Sya’ban, seperti diuraikan oleh Syekh Faishal bin Ali Al Bu’dani dalam bukunya yang berjudul Hakadza Kana An Nabiyy fi Ramadhan, Rasulullah memperbanyak puasa selama Sya’ban. 

The Expatriate : Movie Review



Movie review film – film lama dan medioker akan ditampilkan kembali di Blog Sing Biasane, ada 4 judul film yang sudah saya tonton di beberapa hari kemaren. Yaitu Number Station, Behind Enemy Lines in Colombia, Expatriate dan The Gangster Squad, keempat film yo jelas film biasa. Tidak ada gembar gembornya di media, karena syarat itulah Blog Sing Biasane akan mereviewnya. 

Yang paling lumayan [yah lumayan B-) … ] adalah Expatriate, karena ceritanya agak lebih rumit dan lebih banyak hal yang tidak terduga.  Film yang di Produksi tahun 2012 ini di bintangi oleh Aaron Eckhart (sebagai Ben Logan) dan Olga Kurylenko (Agen CIA). Cerita film ini diawali dengan kehidupan baru Ben dengan anaknya di Belgia, hal ini dikarenakan Perusahaan Ben memindahkannya.

Dengan bidang penyedia alat – alat keamanan, Ben berhasil menemukan cara membuka suatu kotak penyimpanan milik salah satu klien.  Esok hari bersama anaknya Ben mengunjungi kantor, dan kaget karena kantornya kosong melompong. Orang – orang serta barang – barang sudah tidak ada, bahkan anak Ben tidak percaya Ayahnya bekerja tempat itu.

Pasarku Hancur

Kaget pas pertama lihat banyak polisi dan satpol PP di sekitar pasar dekat rumah (<100m), tepatnya di Pasar LKMD desa Tanah Merah Kec. Siak Hulu Kab. Kampar Riau.  Ada eskavator pula, jalan ke pasar di tutup – wah ini mau ada penggusuran atau relokasi kayaknya. Sayang saya nggak mengabadikan moment keramaian ini, ide nulis di blog aja terbersit saat sholat.  Tahu kan siapa yang membisikkan ini? oke kalo dah tahu, bisikannya sih bagus tapi waktunya itulohhh.

Biasanya melihat proses relokasi pasar di TV dan kebanyakan pasti para pedagang nggak setuju dan berujung bentrok. Karena tempat itu mereka sudah nyaman, sudah bayar dan semua orang pada tahu. Sebearnya tempat relokasi pasar yang baru tidak jauh, hanya 50 meter….tapi menurut saya tidak bisa menampung jumlah pedagang yang ada.

Walaupun dikatakan bahwa pasar ini tidak mempunyai ijin, namun cara yang tidak persuasif ini selalu jadi pilihan penguasa dan aparatnya. Terlepas dari adanya kepentingan pribadi, ekonomi dan politik dari penguasa, hal ini memang kejam terasa…dzholim!!

Barusan Pulang

Friendship