Tugas Baru


Tahun tahun kemaren, senang banget pas mbayangin tiap bulan harus DLK (dinas luar kantor). Meeting tiap bulan, ke ibukota, naik pesawat, jalan-jalan, bangga jika kita harus ke luar kota. Keinginan kecil itu akhirnya terwujud, setelah proses yang cukup mendebarkan he he (kapan-kapan saya bahas) saya tiap bulan akhirnya ke Head Office Jakarta. Permintaan saya untuk tidak lagi melanjutkan kiprah di Pabrik Pekanbaru, dijawab dengan tawaran ke HO Jakarta.

Dari berbagai pilihan akhirnya saya ‘mencoba’ untuk menerima tawaran itu. Walaupun sebenarnya ada pilihan ‘berbahaya’ yang ingin saya ambil, ini karena fitrah manusia: yang ingin berpijak ditempat yang aman. Tawaran ini membuat jarak ke keluarga jadi lebih murah, karena selama ini biaya mudik selalu jadi problem. Namun tugas lain menimpa saya, diminta untuk tetap di Pekanbaru – menjaga proses pembangunan gudang DC (distribution center) bisa berlangsung.



Kini saya punya 2 pekerjaan yang berbeda, dengan 2 atasan pula. Yang utama adalah sebagai PPIC dan yang ke dua support di Pembangunan DC. Karena kedua atasan itu berada di Jakarta, jadinya tiap bulan saya musti ke Jakarta untuk diskusi dan pelaporan.  3 minggu di Pekanbaru dan 1 minggu di Jakarta adalah jadwal rutin saya. Ya Alloh, Kau telah mengabulkan mimpi kecilku – semoga mimpi mimpi besarku juga Kau mudahkan aamiin.

2 bulan menjalani tugas baru ini, 3 kali perjalanan PP kujalani. Masih sedikit sih, tapi udah kerasa biasa aja naik pesawat. Kalau berangkat dan pulang dari Bandara SSK (Sultan Syarif Kasim II) Pekanbaru, masih enak dan tenang. Tapi kalau di Bandara Soetta Jakarta, haduh… 3-4 jam sudah harus berangkat… tahu sendiri kan kenapa. Sayangnya 3 kali di Jakarta belum bisa memanfaatkan keliling di Ibukota, hanya di Mall terdekat dan merasakan naik Kopaja serta ramainya terminal.

Di pembelajaran praktis UTHB, seorang fasilitator pernah mengingatkan “hati-hati dengan mimpi/ keinginan, bisa jadi itu akan dikabulkan”. Alloh Swt pasti melihat apa yang kita ikhtiarkan/ usahakan dong, kalau usahanya biasa aja yang dikabulkan keinginan kecil, jika usahanya besar dan banyak berkorban… udah jelas - mimpi besar bisa kejadian. Tersadar apa yang aku lakukan selama masih kecil dan biasa aja, semoga bulan ini atau Ramadhan nanti jadi momentum untuk meningkatkan ikhtiar yang keras dan banyak. Aamiin. 

6 komentar:

  1. iya mas...mewujudkan mimpi kecil atau besar tergantung dari usahanya.. juga hasil baca dari bukunya motivator...ntah sapa namanya... lupa ^_^...kita mesti menyelaraskan saja, mimpi dengan linkungan yang mendukung....bisa orangtua dengan do'anya, atau istri-anak-anak juga dengan do'anya..disertai usaha.

    BalasHapus
  2. Buku ippho santosa tuh bang, '7 keajaiban rezeki'

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. asyiikkk, ada penginapan gratiss

      Hapus
  4. wah aku juga suka mimpi dan impain ku banyaaaaak banget,ibukota itu rentan sakit, kena hujan macet, motor makin banyak, terminal makin semrawut, anyway semangat mengejar mimpi dan takdir :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus tuh banyak keinginan....

      Hapus

Barusan Pulang

Friendship