Energi Cahaya pun Musti Dibeli


Posting ini masih nyambung dengan post sebelumnya Menyesal karena BBM, jadi yang ingin  agak nyambung dikit saat membaca tulisan ini - disarankan ke post sebelumnya. Bagi yang ingin langsung, yuk kita mulai..

Parahnya lagi UU pun melegalkan penentuan harga bbm diserahkan pada mekanisme pasar. Sama aja kamu beli beras dari hasil bumi desamu yang berlimpah, tapi memakai harga desa sebelah yang mahal - yang lebih gila adalah : pemilik sawah di desamu adalah warga desa sebelah??? Kamu jadi menderita kan...so dimana peran Kepala Desa, Lurah dan Camat disana?


Jadi kita musti menuntut harga yang wajar dari pengelolaan Energi, dan yang bisa melakukan itu adalah Negara yang bijak – yang di gunakan seluas luasnya untuk kemakmuran rakyat.

Kalau dikelola perorangan (swasta) wajar kalo dia cari untung sebanyak-banyaknya. BBM mahal yo gak usah ditanya…apalagi kalo Dunia sudah sangat majunya, BBM fosil sudah habis - berganti dengan energi Matahari (solar cell). Ini dia cerita dimulai, kalau pengelolaannya seperti sekarang - jangan khawatir deh kita pasti diminta untuk membeli Energi yang berasal dari Karunia Alloh itu.

Menyesal karena BBM

BBM oh BBM………ikut ikutan nih jadinya, ikutan bahas BBM naik. Banyak sudah yang berpendapat, baik pro maupun kontra. Diskusi dilakukan dimana-mana, berita di TV , Koran hingga media online, rakyat pun  enggak bosan menunggu dan menyaksikan diskusi ini. Hingga akhirnya 21 Juni, malam…. Pemerintah benar-benar menaikkan  harga BBM khusunya untuk Premium dan Solar.

Pemerintah beralasan bahwa ini adalah keputusan sulit yang mesti harus diambil. Hal ini didasarkan oleh: 
  • Harga BBM subsidi (4.500) yang jauh dengan Industri (9.300) dan BBM Indonesia lebih murah dengan di Negara tetangga,
  • Karena murah, hal ini menghambat munculnya energy alternative.
  • Indonesia sekarang menjadi importer minyak, sehingga membeli dengan harga pasar.
  • Subsidi BBM di nikmati oleh 70% masyarakat mampu
  • Seperlima APBN tersedot untuk subsidi.(2)
Wuih ih ih ih, banyak ya. Dengan membaca alasan di atas, beberapa dari kita pasti ada yang setuju nih. Tapi apakah dengan kebijakan menaikkan harga BBM bias menyelesaikan itu semua….ya belum yakin juga.

Robin Hood - The Legend

Hi hi movie muncul lagi, setelah menunggu kiriman movie review dari teman-teman, ternyata tidak ada sama sekali he he. Ya jelas, Blog ini aja yang tahu cuman segelintir orang, apalagi yang tertarik, apalagi  yang berminat. Udah lah ‘jauh panggang dari api’, ‘kasih tak sampai’, ‘besar pasak daripada tiang’....halah. Tapi minggu ini saya punya review, salah satu film lama (2010)  yang dibuat ulang-namun dengan versi yang beda.

The moview is... ‘Robin Hood’, film ini pernah populer di awal tahun 90’ an. Saat itu judulnya adalah Robin Hood The Prince of Thieves, box office bener nih film – soundtracknya yang dinyanyikan oleh Bryan Adams juga jadi Hits. Film ini membuat nama Kevin Costner jadi melejit dan dikenal dimana mana.

Oke, saat ini film Robin Hood di reka ulang oleh sutradara Ridley Scott, dibintangi Russel Crowe dan Cate Blanchett. Setiap sutradra di Hollywood kelihatannya punya metode atau inspirasi dalam membuat recycle sebuah film, jadi antara film lama dan yang baru bisa jadi jalan ceritanya juga baru. Begitu juga dengan Robin Hood versi 2010 ini, yang berbeda dengan tahun ‘90an.

Anak nggak ngerti Nakal


Hey hey.... posting awal minggu yang terlewat, tapi tetap saya usahakan post - karena kalau dibiarkan nanti saya jadi terbiasa gak update. Post ini sebenarnya saya tulis untuk TK Dayyinah Kids, tapi kok gak ada salahnya jika ditampilin disini - kan bermanfaat juga. Kalau tulis tips, biasanya saya gabungin dari beberapa tulisan atau artikel, karena saya nggak ahli dalam hal beginian he he. Yuk kita ikutin tulisan ini...

Assalamualaikum

Hari ini Bunda Guru ingin memberikan tips supaya putra-putri kita menjadi anak yang baik dan tidak mendapat label ‘nakal’. Meskipun baik dan nakal merupakan hal yang tidak bisa kita hindari, karena putra-putri kecil kita belum mengerti apa yang dilakukannya baik atau buruk. Namun sebagai orang tua  mengarahkan kepada hal-hal baik adalah kewajiban, yuk kita mulai aja pembahasannya.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tugas Baru


Tahun tahun kemaren, senang banget pas mbayangin tiap bulan harus DLK (dinas luar kantor). Meeting tiap bulan, ke ibukota, naik pesawat, jalan-jalan, bangga jika kita harus ke luar kota. Keinginan kecil itu akhirnya terwujud, setelah proses yang cukup mendebarkan he he (kapan-kapan saya bahas) saya tiap bulan akhirnya ke Head Office Jakarta. Permintaan saya untuk tidak lagi melanjutkan kiprah di Pabrik Pekanbaru, dijawab dengan tawaran ke HO Jakarta.

Dari berbagai pilihan akhirnya saya ‘mencoba’ untuk menerima tawaran itu. Walaupun sebenarnya ada pilihan ‘berbahaya’ yang ingin saya ambil, ini karena fitrah manusia: yang ingin berpijak ditempat yang aman. Tawaran ini membuat jarak ke keluarga jadi lebih murah, karena selama ini biaya mudik selalu jadi problem. Namun tugas lain menimpa saya, diminta untuk tetap di Pekanbaru – menjaga proses pembangunan gudang DC (distribution center) bisa berlangsung.

Barusan Pulang

Friendship