Senyumnya itu loh...


Siapa yang tahan dengan senyuman, sebagian besar orang jika diberi senyuman pasti akan membalas dan berprasangka baik. Nah di akhir-akhir bulan ini, saya mengamati para penjual/ wirausaha yang sering tersenyum bakal laku. Sabar menjelaskan produknya + senyum renyah, membuat pembeli sulit jika nggak beli.

Beneran nih, saya ingat pas di Masjid Agung An Nur Pekanbaru. Halamannya yang luas jadi tempat rekreasi tiap minggu, banyak orang datang dan jualan. Saat itu kami tertarik membeli selimut, nah penjualnya itu sabar banget. Ditawar habis-habisan nggak marah, bertahan dengan senyuman dan sesekali diselingi candaan. Akhirnya kami luluh juga, membeli dengan harga dia.

Berikutnya saat kami ingin membeli tas merchandise di daerah Sukajadi Pekanbaru,  sebenarnya kami rencananya mau usaha bikin tas yang sama. Ceritanya survei dan menyelidiki, namun dengan berpura-pura tidak tahu. Setelah ketemu dan ngobrol, senyum itu ada juga disini. Menjelaskan, meminta dan menolak pun dengan cara yang ramah, seneng banget dengan penjual/ pengusaha seperti ini...andaikata ya.

Menerima Movie Review



Hari ini yang mustinya saya posting mengenai review film, saya hentikan sejenak. Mundur 3 langkah untuk maju lebih banyak kali  ini saya lakukan. Karena saya kadang tidak meluangkan waktu untuk menonton film dan membahasnya. Kali ini saya akan memberikan kesempatan kepada pengunjung Blog Sing Biasane untuk dapat berbagi juga di sini.

Jadi movie review dapat diisi oleh siapa saja yang bekenan, namun tetep harus saya check – untuk menjaga citra Blog ini hi hi. Mungkin beberapa dari pengunjung yang: 
  1. suka  nonton film 
  2. suka nulis
  3. suka publikasi
  4. tidak punya slot di social media

Saudaraku Nggak Sholat :-(

Sedih sebenarnya mendengar kabar ini, sebagai abang saya prihatin. Namun karena tempat tinggal yang berjauhan jadinya agak sulit bagi saya untuk menasehati, ngomong ngomong menasehati. Jadi bingung mau jelasin apaan, ntar salah malah gak bisa ‘ngena’. Jadinya saya cari dulu ilmu, kenapa sih harus sholat. Baca buku-buku lama, cari artikel di internet sampe tanya ke teman.

Alhamdulillah sudah ada gambaran dan bisa jadi masukan saat nanti proses sehat-menasehati.

Selama ini sholat dianggap sebagai sesuatu yang memberatkan, karena kita tidak mengetahui dan merasakan ketinggian nilai spiritual yang ada didalamnya. Untuk membangun rasa itu, saya coba memberikan alasan kenapa kita harus melaksanakan sholat.

True Love at Letters to Juliet

Movie review Blog Sing Biasane hadirrrr, film lama dan medioker jadi andalan disini. Sekarang saya mau cerita tentang sebuah film komedi romantis keluaran 2010, judulnya ‘Letters to Juliette’. Apa yang di kepala saat mengetahui judul film ini, satu yang pasti adalah -Romeo dan Juliette-.

Yup, benar deh. Mengambil tempat di berbagai kota kecil di Italia, bikin mata lumayan seger. Mengetahui kota kecil di Italia, perbukitan, perkebunan, dan lokasi bersejarah. Karena selama ini Italia hanya seluas lapangan bola, he he. Bagi pecinta Serie A pasti tahu dong kota Verona (Chievo), Siena (Siena), Roma (AS Roma) adalah 3 kota yang sering jadi setting film ini.

Film ini dibintangi oleh artis cantik dan seksi  Amanda Seyfried, serta Christopher Egan, Vanessa Redgrave, Gael García Bernal, dan Franco Nero. Diceritakan Amanda dan tunangannya berlibur ke Italia, tepatnya di Verona. Tahu kan... Verona tuh tempat kejadian cerita Romeo dan Juliette. Nah di bawah balkon kamar Juliette banyak pengunjung yang datang, beberapa dari mereka menuliskan curhat diselembar kertas dan di tempelkan di dinding rumah Juliette.

Evolusi, Iyakah?



Setiap orang selalu berubah, ingin berubah dan bisa dirubah. Darwin aja sampai bisa memikirkan manusia ini bentuknya gak seperti ini kok dulunya, manusia telah berubah bentuk. Sedikit demi sedikit dalam waktu yang amat panjang, yang dinamakan evolusi.

Pernah pada suatu kesempatan di sebuah seminar mengenai asal manusia, ada 2 pemateri yang tampil di hari itu. Yang satu pendukung teori evolusi dari Darwin, satu lagi menyatakan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan langsung dalam bentuk manusia seperti sekarang.

Di sesi akhir seminar, kedua pemateria tetep kekeh dengan pendapat dan teorinya. Bahkan peserta pun hingga terbagi menjadi beberapa kubu, ada yang mendukung, percaya dan terkesan dengan kedua pemateri tadi. Namun lama kelamaan situasi menjadi tidak kondusif, beberapa adu mulut pun kerap muncul.

Bantu Vote - Kartunet


Wah syukur banget,  post saya tentang Disabilitas yang saya ikutkan di Blog Kartunet  bisa masuk 50 besar. Padahal seminggu setelah ngepost, tulisan itu gak masuk hingga 5 halaman Google dengan kata kunci Kartunet Kampanye Aksesibilitas tanpa Batas. Karena memang sebenarnya Blog Sing Biasane awalnya tidak didesain untuk SEO, tapi ya saya coba dengan tips SEO ringan dari teman-teman Komunitas Blogger Bertuah.

Mudah-mudahan tulisan itu bisa mendapatkan salah satu award, aamiin. Untuk pengunjung setia Blog Sing Biasane ada rezeki yang bisa dijemput nih, ada Rp. 100.000 bagi 5 Voters beruntung. Caranya http://www.kartunet.or.id/voting-kontes-blog-kartunet-kampanye-aksesibilitas-tanpa-batas-dibuka-650?fb_source=pubv1

Yaitu :
1. Follow akun twitter @Kartunet dan @IDNyaman serta like fanpage Facebook Kartunet Community https://www.facebook.com/KartunetClub. Jangan lupa like fanpage dulu sebelum mulai like dan share link blog post ini. https://www.facebook.com/KartunetClub/posts/516943645032462

2. Buat twit pada Twittermu dengan format ”Saya pilih blog no 29. karena paling peduli dengan #aksesibilitas bagi #disabilitas @Kartunet @IDNyaman”. Boleh sambil mention ke sebanyak mungkin dan dibuat sebanyak mungkin.

Oke moga kita sama sama beruntung ya....aamiin

Hukum Rimba di Fire With Fire


Pernah mengalami kejadian di waktu dan tempat yang salah, jadinya anda harus ikut menanggung kejadian itu. Misal ada grebekan di warung remang, dan anda kena ‘garuk’ – padahal sedang mengecheck ban motor anda yang bocor. Itulah yang dialami Jeremy Coleman (Josh Duhamel), seorang pemadam kebakaran yang menjadi saksi tunggal pembunuhan keji di sebuah Supermarket.

Ternyata pembunuh ini adalah David Hagan, yang memang catatan kriminal yang sangat buruk  dan terkenal sangat kejam. Demi menyelamatkan ancaman terhadap Jeremy, kepolisian pun memberikan perlindungan dan memindahkannya ke kota lain dengan identitas yang berbeda. Bukan Hagan jika tidak bisa menemukan Coleman, mereka hampir membunuhnya. 

Identitas Jeremy pun diperbarui  dan akan dipindah lagi, namun dia memutuskan untuk lari dari perlindungan polisi. Karena percaya bahwa Hagan akan terus memburunya dan keluarganya, Jeremy pun berbalik memburu Hagan.

Barusan Pulang

Friendship