Double Negative is Double Inefficient

Suatu hari Kakak sepupu saya buat status di Facebook yang menurut saya kata itu bagus untuk dijadikan judul blog. Apa statusnya? Ya judul diatas itu. Nah setelah itu saya juga bingung mau bahas apa, lha wong gak tahu maksudnya. Langsung aja tanya penulisnya - apa maksud status itu.



Nah itu dia jawabannya , ohhh itu tho. Kakak sepupu saya kebetulan bekerja di Perusahaan minyak milik Pemerintah Kuwait, jadi komunikasi sehari hari menggunakan bahasa Inggris . Nah pemakaian kata yang nggak effisien itu mungkin gak terjadi sekali, bisa berkali-kali. Padahal untuk membangun kerjasama tim, diperlukan komunikasi antar anggotanya agar tujuan bersama dapat tercapai.

'Good communication can build up a team, bad one can break it.'


Memilih Takdir

 
Di Pabrik nih kalo sedang BAK (Briefing Awal Kerja) pagi, seringkali mendengar pemahaman mengenai takdir atau pilihan yang (menurut saya) agak kurang benar. Aduh berbelit kali kata underline tuh, karena saya takut salah juga sih “Semoga Alloh menunjukkan kebenaran bagi kita semua”. Beberapa staff pernah saya beri penjelasan secara langsung, ini lebih mengena.

Disalah satu episode chatting dengan YM, Ust. Yusuf Mansur pernah menjawab pertanyaan mengenai takdir. Alloh telah memberikan banyak pilihan ke umat manusia, buanyak bahkan sangat banyak. Dan di setiap pilihan ada hasilnya masing-masing atau kita sebut takdir. Nah kalo kita telah menetapkan satu pilihan dan takdirnya terjadi – itu yang dinamakan Qada’.

Turun 200 Kata

 Hampir sebulan ini saya selalu coba untuk nulis di Blog Sing Biasane dengan jumlah kata sekitar 300. Walaupun agak mengurangi keinginan saya untuk membahas lebih luas lagi tapi gpp hal ini supaya pembaca tidak capek. Sebelumnya saya gak mau berhenti kalau belum 500 kata, nah gimana tuh – yakin deh sekarang banyak teman yang males baca postingan saya.

Sejak gabung di komunitas Blogger Energy sekitar seminggu lalu, saya belajar banyak hal. Apa tuh? Mengurangi jumlah kata di post, lho lho kenapa?. Gini gini, sejak saya rajin blogwalking lebih-lebih saat gabung di BE. Saya menemukan bahwa saya lelah (mata) banget baca post  teman-teman. Karena capeknya yang menarik aja kadang gak kebaca, apalagi yg gak menarik. Lewat aja...wushhhhh

Pengen Buat Novel


Nah tho aku males lagi, haruse tulisan blog di hari Kamis udah selesai maksimal rabu malam. Tapi gini nih males, gak ada ide. Ini aja nulis Kamis pagi baru selesai malem, teringat ide lama yang baru keluar langsung dipaksain nulis deh. Udah janji sama diri sendiri harus 2 kali seminggu di Blog Sing Biasane.

Bukankah target yang baik salah satunya dengan memecahkan/ melampaui rekor pribadi. Bukaaannn!!!!!!

Setelah sekian lama nusil atawa nulis tanpa hasil, masak nggak ada hasil sih? Errrrr…ada sih tapi tidak bisa dinilai secara quantitatif. Akhirnya (walaupun nggak akhir banget) saya memutuskan untuk ingin membuat novel… novel?? Iya novel! Pada kaget, gak percaya, ngira saya mimpi, ngetawain, senyum senyum sinis.

Kue Untuk Teman

Hampir tiga bulan ini salah satu staff saya di hari Sabtu selalu membawa  makanan kecil ke Pabrik. Bukan untuk di jual tapi emang untuk dibagi. siapa yang mau ya tinggal ambil. Jadi lumayan nih ada kue gratisan tiap Sabtu , harus di ambil dong-rezeki nggak boleh ditolak.

Teringat tahun 2004-2006 saat saya masih bekerja sebagai salah satu staff di Ungaran Sari Garment. Sahabat saya Krismanto seringkali membeli makanan kecil saat makan siang, saat itu kami satu dept selalu makan bersama. Dan makanan kecil itu tidak dia makan, tapi teman-teman yang selalu menghabiskan.

Suatu kali saya pernah tanya ke dia, kamu gak makan kok dibeli kris? "Ini untuk teman zal" jawaban yang membuat aku tertegun kagum. Setelah itu kami punya ritual khusus saat makan siang, yaitu membeli ‘kue untuk teman’. Tapi aku berbeda dengan Kris, aku juga ikut makan kue saya… he he.

10 Nopember jadi Cerbung



Wasdahhh! Meet again with me di Blog Sing Biasane

Udah tanggal 8 nihh…. dua hari lagi tahu nggak ada apa? Ada weekend!! Haiyah.  Tanggal 10 frend, tahu kan 10 November ada apa. Tanggal itu diperingati sebagai Hari Pahlawan! berdesir darah saya kalau mendengarnya. Karena membayangkan perang, kesedihan, kematian, kehilangan dan lain lain deh.  Yuk berdoa sejenak untuk arwah para Pahlawan yang telah memperjuangkan kebebasan rakyat Indonesia.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya”. 


Untuk bisa menghargai harus tahu apa dan siapa yang akan dihargai, apa yang telah dilakukan, sehingga kita menghormatinya . Caranya yo buanyak, mendengar, menonton dan membaca cerita-cerita Pahlawan dan Perjuangan.

Nah di Pabrik tempat saya kerja, setiap pagi diwajibkan untuk BAK (Briefing Awal Kerja). Di sana saya coba untuk  menyalurkan rasa menghargai teman2 terhadap para Pahlawan dan Perjuangan merebut Kebebasan. Dengan cara menceritakan proses terjadinya perang 10 Nopember yang terjadi Surabaya. 


PAUD Mengelola Masa Emas Anak


Sudah hampir satu bulan ini saya mencoba aktivitas baru, apa itu? apa itu?.... sabar sabar. Dengan kemampuan seadanya, saya coba untuk membuat dan mengelola Blog TK Dayyinah Kids. Kebetulan istri saya adalah Kepala di 2 dari 3 cabang TK Dayyinah Kids, so saya pun berkesempatan untuk meng 'Upgrading Blogger Capacity'.

Nah minggu kemarin saya coba untuk mengisi Blog tersebut dengan tulisan/ artikel, biasanya kami isi dengan informasi kegiatan beserta foto. Hari ini tulisan itu akan saya bagi untuk pengunjung Blog Sing Biasane, judulnya PAUD Mengelola Masa Emas Anak. Sila dilanjut......

Nah (lagi) jika ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat masih usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah banyak diteliti oleh para peneliti dunia.

Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk.

Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).


Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eits tunggu dulu!

Selesai Liga Blogger

  
Selesai sudah gelaran #ligabloggerindonesia , kaget sekaligus bangga pas lihat jumlah postingan di Blog Sing Biasane di bulan Oktober.  Wuik wuik 14 post telah saya publish ya ya ya *dengan senyum mengembang – liat aja jumlah post di bulan yang lain, jauh banget.  Minggu ini juga saya coba untuk posting 2 kali, hari Senin dan Kamis.

Selama satu bulan (Oktober) 
ikutan Liga Blogger Alhamdulillah target jumlah postingan bisa diselesaikan, posting tema juga dilahap, posting tantangan bisa di lewati. Point jumlah post harusnya maksimal  nih but not like that, saya sudah membahasnya di gratis kok mau selamet

Satu lagi nih problem saya, point untuk komentar tidak kunjung datang. Hmmm artikelmu gak menarik zal? Enggak juga ; kurang promosi kali? Bisa juga sih ; mungkin mereka gak tahu cara komentar di blog? Itu juga. Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan postingan saya sepi komen, namun yang paling dasar adalah, karena selama ini saya ngeblog gak terlalu nggoyo untuk dapetin komen. 

Barusan Pulang

Friendship