Tetangga Meninggal • Warga Belajar


Idul Adha kelabu, mungkin kata itu bisa mewakili kondisi tetangga saya. Sedih bercampur menyesal bekecamuk di di dalam dada dan nampak jelas di wajah sendunya. Isak tangis yang ditahan menjadi suara yang dominan di hari itu. Tetangga yang datang memberi dukungan untuk tetap kuat, untuk tetap sabar, untuk tetap ikhlas.

Siapapun tidak menyangka keluarga itu akan ditinggal oleh anaknya yang baru berusia 1 tahun 5 bulan. Saya yang hanya tetangganya aja, bukan saudara, tidak dekat dengan almarhum serta kedua orang tuanya… shock juga saat mengetahui kejadian ini.  Apalagi proses meninggalnya karena tercebur di kolam ikan milik tetangga di belakang rumahnya, sedangkan kedua orang tua dan paman almarhum lengkap ada rumah. 

Gimana gak bikin nyesek tuh, bisa ngerasain gak frend – saya awalnya juga gak bisa. Karena kalau ada berita di TV atau koran tentang kematian balita yang prosesnya hampir sama, saya hanya bisa berucap "Innalillahi wa inna illaihi rojiun".

Misi Hidup Manusia


Seperti janji saya di posting Ke Bogor Menjadi Penting, untuk meneruskan pembahasan mengenai ‘menunaikan misi hidup kita’. Nah terus apa misi hidup kita, nah di QS. Ali Imron ada nih cek di ayat 110 – ini terjemahannya “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Alloh…..”

Saya dapat ilmu ini pas ikutan pembelajaran Praktis UTHB – Umat Terbaik Hidup Berkah.

Lanjut, jadi apa sih alasan utama Anda melakukan sesuatu? Mungkin gaji. Bonus. Pujian. Kemenangan. Semuanya itu; wajar saja.  Tetapi tubuh kita ini diciptakan melampaui semua ukuran material itu. Kita lahir dengan satu misi; untuk memberi manfaat kepada lingkungan. Bisa berarti perusahaan. Teman-teman. Tetangga. Semuanya. Seperti FirmanNya diatas.

Kita selalu punya pilihan untuk mengurung diri. Yang penting kerjaan selesai. Habis perkara. Tetapi dengan misi hidup itu; kita tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat pekerjaan. Tingkatan. Maupun golongan. Kita akan terus memacu diri untuk secara konsisten berkontribusi kepada orang lain.

Martabak Mesir

Yuk merapat… mau saya ajak makan-makan – mau kan? Pasti mau lah kalian. Ini karena dipaksa #ligabloggerindonesia aja, nulis tentang kuliner di sekitar yang harganya 10 rebu. Ngajak banyak orang pun gak bikin kantong jebollll, monggo berangkat.

Karena saya berdomisili di Riau, karena saya di Pekanbaru (Kampar), karena saya di kecamatan Siak Hulu, karena saya tinggal di Jl. Pasir Putih. So cari kuliner yang gak jauh jauh dari sini deh, pilihan akhirnya jatuh ke salah satu Rumah Makan Padang ternama di Pekanbaru. PUTI BUANA…. udah pada tahu? Yang di Pekanbaru pasti lah cabangnya kalau gak salah ada 4 biji : Jl.Pepaya, Simpang Tiga Bandara, Marpoyan dekat UIR dan Jl. Pasir Putih - Pandau.

Sesuai budget yang saya sebutkan di atas, saya pilih menu martabak mesir aja lah. Karena menu yang lain hampir sama dengan rumah makan padang yang lain di seluruh Indonesia. Hampir sama dalam hal menu lho ya, kalau rasa ya jelas beda-beda. Kalo martabak mesir sebenarnya juga banyak bertebaran di Pekanbaru, Riau mungkin juga (belum pernah tahu sih).

Kenapa dinamakan martabak mesir, nah ini yang belum saya tahu. Sempet googling tapi gak menemukan jawaban pasti, tanya ke komunitas blogger bertuah – pada gak yakin semua. Yang pasti martabak ini gak jauh beda dengan martabak telor dari Jakarta atau martabak (tok) di Surabaya. But ada tambahan kuah cuka, dengan rasa agak manis gurih. Jadi cara makannya, martabak dicelup/ disiram kuah baru di nikmati.

Nah  bagi teman-teman yang berkesempatan mengunjungi Pekanbaru atau Riau coba ya makan Martabak Mesir , di RM Puti Buana tambah oke tuh.

TK Patriotisme


Patriotisme…..hmm sudah lama nggak dengar lagi kata ini, sejak lulus SMU sampe sekarang lho (hampir 13 Tahun), tapisesekali denger juga sih – khususnya saat di hari-hari besar nasional, yang berhubungan dengan kemerdekaan. Misalnya hari Kemerdekaan, Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional, hari Pahlawan dll. Namun patriotisme sekarang hanya jadi makanan abdi Negara khususnya Polisi dan Tentara.

Nah kali ini saya mencoba mereportase hasil pantauan kejadian kecil mengenai Patriotisme, yang terjadi di salah satu Taman Kanak-kanak di Pekanbaru. Tema ini saya ambil karena minggu ini rakyat Indonesia akan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh tanggal 28 Oktober.


NKRI harga mati!!! Itulah semboyan yang tertulis di salah satu tembok Markas Batalyon Arhanudse 13 Dam I/BB di Pekanbaru Riau yang kebetulan dekat rumah saya. Mungkin banyak lagi slogan yang sama di Markas-markas di wilayah lain, karena memang tugas utama TNI adalah menjaga keutuhan NKRI. 

 
 
 Tapi apakah memang hanya tugas TNI? Sebagai warga negara dan bangsa yang baik, harusnya menjaga keutuhan NKRI adalah menjadi tanggung jawab setiap rakyat. Dan kita sebagai WNI jangan segan dan malu untuk berusaha dengan gigih melakukannya, walaupun dalam hal kecil ataupun sedikit.

Pelaksanaannya pun sebenarnya perlu pembiasaan dan role model, maksudnya sebagai WNI sebisa mungkin melakukan aktivitas cinta Negara dan mencontohkannya ke orang lain – khususnya orang terdekat kita.

Seperti yang saya kabarkan di TKP, salah satu Taman Kanak-kanak Islam di Jl. Kelapa Sawit Pekanbaru Riau – ‘Dayyinah Kids’, anak-anak usia dini sudah dikenalkan dengan Upacara Bendera, menyanyikan lagu-lagu perjuangan (kemerdekaan), diberi wawasan kebangsaan, menghormati bendera merah putih sebagai simbol negara.

Hal yang sepele sebenarnya…….. itu kalo anda melihat sekilas atau sambil lewat, tapi bagi saya yang menyaksikan dari awal hingga akhir – #trenyuh.

 

Gratis Kok Mau Selamet


Kesel, sebel, mangkel muncul saat melihat klasemen #ligabloggerindonesia pekan ketiga…why? Karena mereka salah lagi untuk memberikan point kepada Blog saya. Sudah saya tanyakan via twitter @ligablogger_id tapi belum ada jawaban sampai saat saya mempublish postingan ini. Daftar klasemen pun belum berubah.

Males lagi ikutan #ligabloggerindonesia sempet saya publish juga di keputusan saya, bayangin gimana rasanya kerja keras kita tidak di perhatikan atau tidak diakui karena mungkin menurut saya itu akibat kelalaian panitia. Udah dibayangin kan…coba apa rasanya? Atau ada yang pernah ngerasain hal yang sama dengan saya, ceritain dong.

Tapi lama kelamaan saya cooling down dan coba mencoba berdamai dengan keadaan ini. Saya ingat ingat lagi dan saya pikir panitia pasti sibuk, repot dan kadang khilaf. Karena mengkoordinir dan melakukan cross check semua kriteria penilaian begitu banyak blog. Saya berpikir lagi bahwa ini masih trial dan peserta juga gak diminta bayar, ‘gratis kok mau selamet’ salah satu pepatah Madura yang mungkin cocok dengan kondisi ini, selamet bisa berarti banyak hal.

Karena hampir semua orang-orang sukses pasti akan mengalami keadaan yang merugikan seperti ini bahkan lebih, sudah mengeluarkan banyak uang untuk modal, investasi, biaya operasional eh ternyata di tipu orang, di persulit aparat, dan 'diminta' pejabat serta lain-lain. Karena di kehidupan nyata semua bisa terjadi dan mereka bisa melewatinya -  buktinya sekarang mereka merasakan kesuksesan. Nah saya juga ingin melewati hal2 tersebut untuk membentuk mental wirausaha.

Seperti juga yang pernah saya pelajari di UHTB, saat merasakan kegagalan – pasti ada yang salah. Apa itu bisa dari diri saya dan cara-cara yang saya gunakan. Oke saya coba lebih arif menerima ini dan tetap berjalan seperti biasa – bahkan saya akan coba berlari sebisa mungkin.

Walaupun acara belum selesai, tapi saya mengucapkan terima kasih banyak kepada #ligabloggerindonesia , karena telah merubah pandangan dan kemampuan saya sebagai blogger.

Bebas dengan *TBC


Ini yang kurang saya sukai di lomba #ligabloggerindonesia , nulis dengan tema ditentukan. Kalo mudah doesn’t matter – nah ini temanya ‘Kebebasan Berekspresi dan HAM’. Opo eneh iki? yo ilmu kau aja zal yang cetek. Hmmm *hening  *tahan emosi  *nyebut *kayang *langsungmulai.

Kebebasan nih beda dengan kesabaran, kasabaran tidak ada batasnya (serius nih) namun kebebasan harus di batasi -  ntar malah kayak kasus film yang menghina Nabi Muhammad SWT. Walaupun kebebasan berekspresi adalah Hak setiap manusia, tapi disisi lain ada Hak orang lain juga yang tidak boleh diusik. Jadi bebas berekspresi dengan tidak mengusik hak orang  lain.

Blogwalking ke Nusantara

Haadeehh …..kata yang biasa muncul di BBM biasanya saat ini mengetahui sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. So saya mengucap Haadeeehhhh, karena agak kaget dengan tema tantangan #ligabloggerindonesia,   mungkin kata ini bisa menggantikan kata ‘wow’ yang sambill koprol – kalo ‘hadehw’ bisa sambil kayang. Wis wis iki arep nulis opo sih? 


Sebenarnya ini malam saya masih berkutat dengan acara #ligabloggerindonesia , kali ini tantangannya nulis ditengah malam. Dan gilanya tema diberikan di tengah malam juga, dan di situsnya gak ada pula update info mengenai tema ini *langsung cek twitter.  Gotcha! “Blogger Nusantara” , setelah dapat mentions jawaban dari @ligablogger_id  - wis langsung mulai. Nulis maksudnya…. Enggak, aku tengok tengok dulu punya blog peserta yang pada nulis duluan.

Lho, lho lho, lhaaa…lho yahh beberapa kata yang sempet muncul saat melihat dan membaca pastinya, banyaknya informasi mengenai acara blogger nusantara. Ternyata ada tho perkumpulan blogger nusantara, udah ada pertemuan pertamanya lagi di Sidoarjo. Acara berikutnya di Makassar, keren dank. Selama ini aktivitas ngeblog saya hanya itu-itu aja dan sekarang dengan #ligabloggerindonesia jadi agak terbuka. Semoga ada kesempatan berangkat ke Makassar.....

Menolak Pekerjaan.... Berani Gak?


Kalau menolak berarti ada yang kasih dong ya, iya… untuk pegawai/ karyawan sih sudah mahfum atasan dan teman akan meminta anda menyelesaikan suatu pekerjaan.  Pengusaha gimana? Sama aja boss– dia kan dikasih pekerjaan sama konsumen. Karena posisi saya sekarang sebagai karyawan, so sudut pandang karyawan akan banyak saya pakai.

Masih di gelaran #ligabloggerindonesia , wah seneng banget banyak teman-teman yang care dengan mengunjungi Blog Sing Biasane dan memberikan komentar. Ntar datang lagi ya, untuk yang lain yuk datang trus isi box komentar ….ssttt buat tambah nilai.

Mau tahu lebih banyak tentang #ligabloggerindonesia, kunjungi http://ligablogger.dotsemarang.com


Kembali ke lap top!! Menolak pekerjaan bisa dilakukan selama itu dengan menyatakan pendapat dengan niat baik khususnya untuk kebaikan kita walaupun mungkin agak menyakitkan orang lain. Aku juga belum pernah jeh… , karena atasan saya selalu menyakinkan bahwa bertambahnya beban kerja kita. Membuat anda naik level karena terus berusaha menemukan cara tercepat untuk menyelesaikan pekerjaan. 

Nah untuk anda yang pernah merasakan tanggung jawab pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya, padahal kita sudah mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan target sesuai deadline. Kadang seringkali kerja lembur  dan mengorbankan istirahat siang. Tapi anehnya list pekerjaan tetap panjang dan tidak pernah ada habisnya. Nah loh=))

Ke Bogor Jadi Penting??

Di hari minggu yang cerah ini *sekilas info BMKG, saya mengucapkan rasa bangga dan terima kasih kepada teman-teman yang rela untuk datang dan memberikan komentar di Blog Sing Biasane ini. Walaupun belum sesuai harapan tapi lumayan lah traffic naik. Target 3 post + tantangan foto batik dari #ligabloggerindonesia, alhamdulillah juga bisa di rampungkan walaupun serabutan *kelapa kalee.

Kebun Raya Bogor

Minggu kemarin, tepatnya hari Selasa saya berkesampatan lagi ke rainy town (ato city ya?). Yup manalagi kalo bukan ‘Maumere’ ,,,jiahhh. Sorry kejauhan,  yang bener ke Bogor ~ lagi lagi ke Bogor ~ ke Bogor kok lagi lagi *gak pas ya. Tetep seneng lah, karena tempat yang dulu belum sempat dikunjungi – bisa dikunjungi, yang belum sempat terbeli – bisa dibeli, yang belum sempat ditemui – bisa ditemui walaupun hanya 2 malam.

Dan memang benar, saat nyampe Bogor ~ hujan turun dan deras.

Kali ini tujuannya beda, saya diminta untuk membantu menilai atau melakukan penjurian untuk proses improvement di salah satu cabang perusahaan. Group Perusahaan kami ini memang concern dengan improvement hingga dibuatkan kompetisi bertahap dengan hadiah menggiurkan *ketes ketes. Ini adalah tugas pertama saya, ada beban dan sedikit grogi sebenarnya – but this is natural. Langkah pertama biasanya menakutkan berikutnya hmm iya…. Merinding =)) nggak lah.

Saat proses penjurian kami nih layaknya orang penting, semua dilayani dan disediakan – ini baru pertama lho. Dihadapan kami semua tim berusaha tampil maksimal, mempersiapkan diri dan makalah sebaik-baiknya – kok tahu zal? Tahu lah, saat proses wawancara mereka bisa jawab semua pertanyaan kok dan susunan makalahnya oke punya.

Tarik Batik!!

Pengakuan Unesco atas Batik adalah momen yang sangat melegakan masyarakat Indonesia, tepatnya 2 Oktober 2010 Batik diakui sebagai warisan budaya bangsa yang berasal dari Indonesia. Kenapa melegakan karena warisan budaya Indonesia itu terancam diakui oleh negara lain….udah pada tahu kan. 

Setelah itu masyarakat Indonesia menyambut gembira dan bangga serta sering memakai Batik. Walaupun beberapa masyarakat masih memakai tekstil bercorak batik, bukan batik nya itu sendiri. Karena batik adalah kain yang ditulis atau memakai cap. Untuk sementara ini nggak apa apa lah ya, euforia ini harus tetep dijaga, daripada ditinggalkan orang…iya ndak.

Batik yang dulu hanya dipakai untuk acara/kegiatan resmi, sekarang banyak orang memakainya dibanyak kesempatan. Model nya pun sudah beragam, motifnya apalagi. Warnanya huihh buanyak dan bukan hanya pakaiannya, banyak aksesoris yang tidak lepas dengan Batikisasi. Serba batik ada dimana-mana, orang pada suka dan gak canggung untuk menggunakannya.

Increase Blogger Capacity



Still dalam rangka #ligabloggerindonesia, di tenggah minggu Blog Sing Biasane munculkan posting baru. Harusnya hari Rabu bisa release, tapi karena saya sedang luar kota. So baru keluar hari ini.

Upgrading  Blogger Capacity adalah salah satu keinginan saya yang saya tulis Bio akun twitter @rizalarable,  di postingan kali ini langkah saya menanjak satu tingkat untuk menggapi tujuan itu. Karena selama proses tulis menulis di Blog Sing Biasane, belum pernah saya dapat kesempatan seperti ini – apa itu?

Alhamdulillah di awal September saya dapat kesempatan untuk membuat weblog salah satu TK di Pekanbaru. Kesempatan itu datang saat saya istri silaturahim dengan pemilik salah satu jaringan TK terbesar di Pekanbaru. Nah kok bisa kamu silaturahim zal? He he karena istri saya salah satu kepala TK nya.

Apakah ini keberuntungan ? iya sih, karena ini kesempatan saya untuk meningkatkan kapasitas saya sebagai blogger. Selama ini hanya untuk kepentingan pribadi tapi beranjak untuk ‘membantu’ orang lain. Nantinya saya berharap ‘bantuan’ ini bisa menghasilkan di dunia, lebih lebih di akhirat wuihhh.

Is Tik Harah


Kang dulu pas kamu milih aku pake sholat istikarah dulu gak  sih? Pertanyaan mudah… kalo jawabannya 'iya', lha kalo enggak?

Pusing cari alasannya, soale memang enggak. Saat milih pacar dulu sih iya, nah loh..... “Karena aku yakin banget sih kalo Tuhan menciptakan kamu untukku, jadinya gak pake istikarah” terpikir jawaban seperti itu, tapi takut ntar dia pusing dan langsung pingsan.

Pilih jawaban yang menentramkan aja lha “ya jelas udah lah” jawabku, trus apa tandanya? Jiahhh. ada pertanyaan tambahannn,,,,, untung teringat tweetnya @felixsiauw tentang sholat istikarah. "Istikarah gak harus ada tanda atau mimpi, istikarah itu menguatkan apa yang kita pilih".

“Lho bukannya sebelum memutuskan itu sholat dulu?”, iya sih itu juga yang saya tahu selama ini? Tapi informasi dari Ust. Felix bener juga lho dan logis. Untuk pengunjung setia Blog Sing Biasane, saya kasih capture tweetnya yang saya ambil dari Chirpstory.com

Monggo dinikmati,,


I Can if I Think I Can


Lho lho lho ….ini ada apa kok hari Rabu ada postingan, kaget ya kaget ya kaget ya. Enggak kok Enggak kok Enggak kok… hadeeehh gak selesai selesai. Di postingan sebelumnya paragrap terakhir saya tuliskan disana bahwa saya sedang ikutan #ligabloggerindonesia.Sebuah lomba blog yang di gagas oleh @dotsemarang (dotsemarang.blogdetik.com).

Walaupun saya nggak berdomisili di Semarang, tapi selama saya dari dan buatan Indonesia di perbolehkan. Dengan format seperti liga sepakbola, tiap minggu panitia akan memberikan nilai untuk tiap peserta. Salah satunya yakni blog yang posting minimal 3 kali seminggu akan mendapatkan nilai 1.

Padahal selama ini saya nulis hanya 1 minggu sekali dan kadang gak posting karena bingung mau nulis apaan. Walaupun sebenarnya di beberapa postingan saya pengen juga bisa nulis lebih dari 1 posting di tiap minggunya. Tapi ternyata di lomba ini malah minimal 3 post, lebih banyak lagi ya.

Awalnya gak tahu kalo harus nulis 3 postingan per minggu, tapi setelah tahu – tetep tenang. Jadinya saya harus nulis yang banyak untuk mendapatkan sesuatu. Walaupun saya terpaksa tapi saya senang karena ini baik, dan saya pun memepetkan diri saya di acara ini. #thepowerofkepepet.

Pada Nggak Ngerti Ya


Di setiap selesai posting saya selalu mengirimkan atau menginformasikan update blog ke teman-teman. Lewat Facebook, Twitter, Ping, Email, BBM atau pun lisan. Karena niat saya nulis blog disamping untuk kepuasan pribadi, juga untuk berbagi. So selain content bagus yang coba saya buat selama ini, marketing harus dilakukan.

Promosi blog, selalu dilakukan. Siapa sih yang gak mau populer? Hanya orang yang sudah bosen populer gak mau dikenal. Apalagi kalo yang disampaikan atau dituliskan tuh bagus, berguna dan menginspirasi orang lain untuk berbuat lebih baik...harus dibagi malah. Di postingan ini saya sedang tidak membahas mengenai cara promosi blog atau SEO, tapi di beberapa komentar teman-teman. Beberapa masih belum tahu apa itu blog? Nah koen….


Apa sih ini?  Kok terputus tulisanya? Cara bacanya gimana? Blog itu apa?

Waduh waduh …… emang sih setiap orang tidak ada yang sempurna ,tahu dan menguasai hal tertentu tapi tidak untuk beberapa hal. Karena itu saya tidak menyalahkan orang yang gak mau baca Blog Sing Biasane ini atau Blog yang lain. Karena mereka gak tahu apa itu blog, bisa jadi gak mampu – karena mungkin gak punya akses internet, atau gak mau – bisa jadi karena sibuk dengan urusan lain daripada baca blog.

Barusan Pulang

Friendship