ilmu Jin di Garuda Indonesia

Ini posting situasinya hampir sama dengan posting minggu sebelumnya, yaitu di dalam pesawat. Yang membedakan airline dan tujuannya – tapi itu gak penting banget. Yang penting isinya…..ceritanya lah, begini situasinya :tepatnya saat perjalanan pulang kampung lebaran, istriku duduk bersebelahan dengan orang yang beragama Nasrani. 

Awalnya tanya-tanya mengenai puasa, “puasa berapa jam mbak… bisa kuat ya mbak…  kalo enggak sebulan gimana, dan bla bal alb abl….”. Pertanyaan ini bisa terjawab, dengan tidak ada feedback dari penanya – artinya dia faham. *Pramugari selesai menjelaskan cara penyelamatan darurat

Kemudian pertanyaan sesi 2, nah malah kayak kuis?? Si teman Nasrani (udah kenalan, so jadi teman) menanyakan beda Setan, Iblis dan Jin, pastinya menurut Islam dong. Nah di pertanyaan ini istri saya gagal memberikan jawaban yang baik (padahal pertanyaan ini bernilai 250rb…nah loh) dan malah teman Nasrani memberikan penjelasan dia … ngeTes doang dong. 

“Sebenarnya 3 mahkluk tadi itu gak ada, yang ada hanya Malaikat” teman Nasrani mulai berargumen “ Buat apa Allah menciptakan setan yang akan membuat manusia berbuat buruk”.  Lho bukan….ll …nggak gitu mbak ll …tapi pak ll tadi udah saya jelasin… ll menurut saya ll dung ll trang ll jleng ll takk ll terjadi debat kecil yang kelihatannya sama-sama gak puas.

“Nah gitu ceritanya Kang, menurutmu apa beda jin, setan dan iblis” tanya istri ke aku, “yoo jelas beda tho… Jin itu ada yang baik dan buruk, setan itu kata sifat aja, kalo iblis itu jin yang buruk” jawabku dengan tenang. “lha kalo Jin yang baik apa? Malaikat?” ….”errrrhhh …ya Jin”. Kemudian terjadinya debat kecil itu : klong ll creng ll dank ll pyar ll jruot ll boom ll … wis dari pada pada gak jelas. Langsung tanya ke Mbah….. Google,  gat yah!

Kecil Dari Atas

 Minggu ini untuk yang ke beberapa kalinya saya berksempatan ke luar kota, luar pulau tepatnya. Karena perusahaan tempat saya bekerja berkantor pusat di Jakarta dan Bogor, nah saya yang ke Bogornya. Berangkat naik pesawat dong saya, secara perusahaan besar gitu lho…..emang mau naik Bis zal? Travel? Kereta Api? , eh iya emang gak ada pilihan lain seeffisien pesawat. Fyi, di Pekanbaru gak ada Kereta Api…kenapa ya? entah lha, kapan-kapan boleh dibahas.

Naik pesawat paling enak ya didekat jendela, cos ada pemandangan. Walaupun ada sebagian orang yang memilih duduk di tengah karena udah biasa dan tidur tenang atau memilih di dekat jalan supaya gampang keluar dan bisa melihat ‘pemandangan’ yang berseliweran….apa tuh? Ehmm Kasih tahu nggak ya…. 


Ntar zal, bukan posisi duduk tuh ditentukan oleh petugas saat kita checkin. Jadi gak bisa milih, errrr.....iya sih *masuk bagasi.

Saat itu kebetulan saya dapat yang didekat jendela, ya dimanfaatin lah melihat pemandangan dari atas. Semua serba kecil:  rumah, mobil, sawah, kapal, gunung sekalipun, apalagi manusia - kecil banget. Pikir pikir….mudah kali kalo Alloh menghancurkan kehidupan manusia, kasih hujan lebat, hujan es, angin kencang, atau dijatuhkan batu angkasa, bener- bener mudah.


 Buat rumah besar besar, kuat kuat, tinggi tinggi, gak ada artinya kalau hanya ingin aman dan nyaman aja, gak ada… sekali lagi gak ada!. Anda harus berserah diri dan berniat ibadah saat melakukan apapun, Lillahi ta Allah. Cos sekali lagi semua itu gak ada artinya, semua harta benda anda: mobil, motor, bangunan, sawah, apa aja deh- Kuecil. 

Seperti Firman Allah Swt. (QS 17:16) "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya".……. *masih dari pesawat yang terbang semakin tinggi.

Menemukan Daging Blog


Walah walah…’Daging Blog’ what is this? Is this dahlia! Kalimat ini biasa diucapkan Tukul di acara Bukan Empat Mata… anda termasuk yang suka atau yang enggak dengan acara ini? Acaranya memang menghibur tapi manfaatnya dikit he he. Hiburan dan manfaat, akhirnya bisa dipisahkan- Saya sempet baca-baca artikel mengenai menulis di Blog. Penulis mengatakan bahwa content (tulisan) adalah dagingnya blog, wah wah bisa di goreng ya. 

Daging itulah yang banyak dikonsumsi (ini ngomongin ternak lho), jadinya ‘daging’ di blog harus banyak – bagus – berkualitas – indah – bermanfaat. Karena daging hampir memenuhi tubuh ternak sesudah air/cairan dan daging pula yang bisa + banyak dikonsumsi.  So..to ayam (haiyah), tulisan di blog sedikit banyak harus menyerupai ‘daging’.

Trus gimana supaya ‘daging’ ini disukai orang, ada caranya dong. Tapi sebelum ke sana, saya kasih tahu gimana supaya bisa buat tuh ‘daging’. Setelah sekian melakukan proses tulis menulis, ngblog, review, akhirnya saya kembali lagi ke jaman SD - jadi berasa tua yak. Apa yang kembali?, cara membuat tulisannya atau di SD disebut menggarang. Para Guru SD pasti mengenalkan ‘kerangka karangan’, jadi point point apa saya yang akan ditulis. Supaya struktur karangan murid jadi baik dan runtun bercerita serta tidak ada yang terlewat.

Barusan Pulang

Friendship