Pujian adalah Teror!!

Wash!! Byuh!..........gila gila lama banget gak nulis, posting dan update Blog Sing Biasane. Udah berapa juta pengunjung nih yang kecewa dengan saya….jangan lebay plis. Minta maaf sebelumnya kepada pengunjung setia Blog Sing Biasane karena tingkat kemalasan dan kesibukan saya yang cukup tinggi jadinya bulan Februari full gak ada postingan.

Kembali ke laptop! He he Tukulers banged. Sesuai dengan judul kali ini saya akan memuji sekaligus meneror HAH HAH HAH (tawa Raja :mode on).  Judul diatas adalah seberkas kata-kata yang saya dapat dari seorang teman kerja - saat itu kami sedang bermain futsal. 

Kita tahu bahwa futsal adalah olah raga yang banyak digemari oleh kaum pria dari semua usia….ntar ntar ini kok malah bahas futsal. ya lah ya lah..

Saat itu saya sedang bertugas menjadi kiper, dan teman saya – sebut saja Panji namanya. Selalu meneriakkan kata-kata hinaan kepada saya. Apalagi saat bola berhasil melewati sergapan, tangkapan dan hadangan saya dan masuk ke gawang……..goal!. 


Walaupun dia ngomongnya pake ketawa-ketawa tapi dongkol juga mendengar kata-kata dari Panji yang berbau offside ini, but I still calm cos I know he’s try to boil me – yang penting jangan rasis, diskriminatif, pesimis, politis dan komunis…….iki ngomong opo. GJ! Gak jelas.

Di akhir pertandingan sambil ketwa-ketawa dia ngomong  “Pujian adalah teror, Bro” , dan saya ‘still thinking’ with that word ……or quote ya?. Jadi kalo dia tadi memuji kepahlawanku menjaga gawang, artinya dia meneror saya – terpaksa Densus 88 akan datang kesini. So dia berusaha dengan berat hati untuk mengeluarkan kata-kata hinaan, umpatan dan makian, padahal sebenarnya dia ikut membangun fokus dan kesigapanku.

Barusan Pulang

Friendship