Minggu, 15 Januari 2012

Kabar Duka


Selamat jalan untuk selamanya Ibu.....Inna lillahi wa inna lillahi raji’uun

Allah Swt. membuktikan janjinya, bahwa kematian tidak dapat diduga dan memang menjadi rahasiaNya - disamping rezeki dan jodoh. Kali ini Allah Swt. ‘memanggil’ Ibu saya, yang selama 1 tahun terakhir harus dirawat intensif karena penyakitnya yang parah. Walaupun semasa hidupnya ibadah dan amalah Ibu masih kurang, namun dengan menderita sakit yang cukup lama -  saya agak tenang karena Nabi bersabda : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.” Aamiin.


Anda bisa beralih ke postingan Baju Sorga jika ingin mengetahui lebih banyak mengenai hubungan sakit dan Sorga. Kalo sudah baca – yuk lanjut….

Berat sebenarnya mendengar berita ini, saya sebenarnya sudah membayangkan bahwa kedua orang tua pasti akan ‘dipanggil’ Allah Swt. walaupun belum tahu siapa yang lebih dahulu. Bisa Bapak, Ibu, atau malah saya sendiri. Saat itu saya membayangkan harus kuat dan tegar, karena manusia tidak baik jika harus menangisi mahkluk yang telah meninggal. Karena ini adalah kehendak Allah Swt, apalagi nangisnya meratap atau histeris. Tangisan yang disertai ratapan dan pekikan akan menyebabkan tersiksanya mayat dan pahitnya penderitaannya. Harus ikhlas, sabar dan tabah, bahkan malah bisa menguatkan saudara-saudara. Hmmmm ini adalah bayangan saya saat itu,….

Saat nyatanya tahu Ibu telah meninggal, emosi saya agak goyah. Enggak sampai pingsan, tapi lelehan air mata terus mengalir saat perjalanan menuju Surabaya. Teringat saat beliau hidup dan bercanda dengan kita, menangis dengan kita. 

Aku bisa tahan air mata ini, aku bisa….. dihadapan mayat ibu yang sudah terbujur kaku. Dingin saat aku elus telinganya, wajahnya, saya nggak berani menciumnya – nggak ingin air mata ini membasahi jasadnya. Saya ingin menjadi hamba yang ikhlas dengan ketentuan Allah Swt. Tante ku bercerita bahwa saat sakaratul maut, ibu cukup tenang dan prosesnya sebentar. Saya selalu berdoa dan berprasangka baik kalau ibuku ikhlas saat menerima sakitnya dan Allah telah memenuhi janjinya untuk tidak mengembalikan dosa-dosa yang dilakukan ibu…aamiin.

Kini keluarga kami tinggal berenam, kami akan berpisah untuk kembali menjalani kehidupan masing-masing. Komunikasi harus ditingkatkan, hubungan baik harus terus dijaga. Berharap mendapat predikat anak Sholeh, doa untuk ibu harus selalu kami lakukan dan rutin. Dan setelah Ibu, kami harus bersiap diri untuk ‘antrian’ selanjutnya. Gak ada yang gak mungkin….. kematian sudah pasti, kehidupan setelah mati ditentukan dari kehidupan saat ini.



 

5 komentar:

  1. Inna lillahi wa inna lillahi raji’uun
    semoga beliau tenang di alam sana, diterima segala pahala, dihapuskan segala dosa, dijauhkan dari siksa kubur dan api neraka.
    Al-Fatihah.

    BalasHapus
  2. mengenai blog...
    tampilan dah ok

    cuma ada sedikit saran :
    widget jam sebenarnya tak perlu, karena semua pengguna internet biasanya sudah punya jam dan kalender. Time to Go Back dan Biasane Calendar. agar loading blog lebih cepat.

    iklan bagian bawah agak kurang rapi tersusun. biasanya akan membuat bosan pengunjung.

    Biasane Chat yg pake CBox ga perlu. karena umumnya menjadi lahan spammer yang bisa masuk dari "belakang". jadi spammer masuk tidak melalui blog, tapi melalui jalan "belakang" yg tidak akan menaikkan trafik blog ini.

    dah itu aja dulu.

    BalasHapus
  3. Terima kasih Bang AZ atas kunjungan, saran serta masukannya.

    BalasHapus
  4. Zal..telat ngirimnya...tapi gpp ya yg penting niatnya....ikut berduka cita ya Zal...semoga almarhum Ibu di terima di surga

    salam,
    catur

    BalasHapus
  5. Innalillahi wa innailaihi roji'un, ikut berduka cita ya. Semoga amal ibadah ibunya diterima di sisi Allah.

    BalasHapus

Barusan Pulang

Friendship