Kabar Duka


Selamat jalan untuk selamanya Ibu.....Inna lillahi wa inna lillahi raji’uun

Allah Swt. membuktikan janjinya, bahwa kematian tidak dapat diduga dan memang menjadi rahasiaNya - disamping rezeki dan jodoh. Kali ini Allah Swt. ‘memanggil’ Ibu saya, yang selama 1 tahun terakhir harus dirawat intensif karena penyakitnya yang parah. Walaupun semasa hidupnya ibadah dan amalah Ibu masih kurang, namun dengan menderita sakit yang cukup lama -  saya agak tenang karena Nabi bersabda : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.” Aamiin.


Anda bisa beralih ke postingan Baju Sorga jika ingin mengetahui lebih banyak mengenai hubungan sakit dan Sorga. Kalo sudah baca – yuk lanjut….

Berat sebenarnya mendengar berita ini, saya sebenarnya sudah membayangkan bahwa kedua orang tua pasti akan ‘dipanggil’ Allah Swt. walaupun belum tahu siapa yang lebih dahulu. Bisa Bapak, Ibu, atau malah saya sendiri. Saat itu saya membayangkan harus kuat dan tegar, karena manusia tidak baik jika harus menangisi mahkluk yang telah meninggal. Karena ini adalah kehendak Allah Swt, apalagi nangisnya meratap atau histeris. Tangisan yang disertai ratapan dan pekikan akan menyebabkan tersiksanya mayat dan pahitnya penderitaannya. Harus ikhlas, sabar dan tabah, bahkan malah bisa menguatkan saudara-saudara. Hmmmm ini adalah bayangan saya saat itu,….

Mangan Ikan Terus-Terusan

Waelah ….. semangat siang!! …???...... Emang apaan semangat siang? He he  pengen beda aja, biasanya kan semangat pagi. Oke oke gak penting, yuk menjelajahi Blog Sing Biasane lagi di hari minggu ini. postingan ini saya dedikasikan untuk kampanye WWF Indonesia, yakni Sustainable Seafood – Bijak memilih Seafood.
 
Seperti yang pernah saya ceritakan dipostingan sebelumnya, bahwasanya diriku ini adalah seorang suporter WWF. Jadi, tiap 3 bulan sekali  saya dikirim  ‘Living Magazine’ dari WWF Indonesia. Dari sana saya banyak tahu mengenai kepedulian WWF untuk menjaga kelestarian alam, baik kelangsungan hidup hewan ataupun tumbuhan khususnya keberadaan hutan sebagai tempat tinggal alami hewan.

Tahun 2011 kemarin, WWF Indonesia gencar mengkampanyekan ‘Sustainable Seafood’ – yaitu sebuah gagasan yang mendorong konsumen mengenal hidangan laut lestari serta lebih selektif memilih hidangan laut. Sebenarnya hal ini adalah program dari WWF Internasional, Indonesia dipilih karena 55% sumber daya ikan Indonesia sudah overexploited. Dengan potensi hasil laut yang tinggi, pengelolaan dan konsumsi yang berkelanjutan justru sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan sumber daya tersebut.

Sudah agak mengerti kan? lebih mudahnya sih, kita sebagai konsumen (ikan) dituntut untuk bijak dalam memilih hidangan laut. Jangan asal semua dimakan, apalagi ikan tersebut adalah jenis langka dan lama berkembang biak. Atau mengkonsumsi telur ikan atau kepiting, walaupun rasanya enak – kalau telurya kita konsumsi terus, kapan mereka punya kesempatan berkembang biak. Hal ini dilakukan, agar ketersediaannya dalam jangka panjang tetap terjamin. Semua yang berlebihan atau boros emang gak bagus lah.

Untuk lebih memudahkan penikmat ikan dalam memilih hidangan laut, WWF menerbitkan Seafood Guide. Sebuah buku saku yang merupakan panduan berisi daftar spesies laut yang populasinya masih aman, semakin terbatas dan sudah terancam. Buku saku ini  diharapkan menjadi referensi kita dalam menetukan pola konsumsinya ke arah yang lebih lestari. Untuk pengunjung setia Blog Sing Biasane jo kuatir, kuberikan Seafood Guide satu satu untuk Anda semua.

Belum selesai lho, WWF juga melakukan pendekatan ke industri pelaku bisnis perikanan. Upaya ini tertuang dalam wadah Seafood Savers, melalui usaha bersama para perusahaan seafood ini – WWF berupaya mewujudkan perbaikan kegiatan perikanan di Indonesia. Karena pada kenyataannya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan tanpa merusak lingkungan.

Kalau pengen tahu lebih dalam lagi mengenai Sustainable Seafood ini friend, kunjungi situsnya di www.wwf.or.id  atau www.panda.org. Obrak-abrik deh informasinya disana, dijamin kecintaann mu pada lingkungan bakal bertambah dan ketagihan untuk membantunya….aamiin. Jadi sekarang kalo mau makan ikan terus-terusan ojo asal yo….. menjadi pribadi yang lebih bijak – itu jauh lebih baik.
Kini saatnya berbagi manfaat, sila pilih ebook dibawah dengan menuliskannya pilihan anda di box komentar + alamat email anda. Segera kami kirim deh...

Seafood Guide
Living Planet 1
Living Planet 2



Baju Sorga

Baju sorga….baju sorga dimana engkau berada, bagaimana caranya…. Stop! stop! Malah nyanyi. Lagian salah pula’ liriknya, harusnya ‘pintu’ kan. Yuk kembali ke tinjauan Blog Sing Biasane, minggu ini rizalarable ingin menceritakan salah satu koleksi lemari pakaian kami – yaitu baju sorga ku.

Saya punya baju, lebih tepatnya kaos yang sangat nyaman banget. Kaos ini saya beli di Bali saat liburan bersama teman-teman SMU satu sekolahan, salah satu merk kaos yang ternama di seantero Indonesia… pasti dah tahu – yups bener ‘Joger’. Sekitar tahun 1997 saya membeli kaos ini, harganya kalo gak salah Rp. 40.000. Karena cukup mahal (ini dulu lho), saya beli satu biji aja….. beberapa temen malah memilih versi bajakannya. Aish! nggak lah nek….najis.

Tahu nggak friend’s, baju itu masih ada lho sampai sekarang. Walaupun sudah gak layak untuk dipakai jalan-jalan, tapi sangat nyaman saat dipakai di rumah. Sangking favoritnya baju ini, istri saya pun kadang memakainya dan menjaga kelestariannya (walah kayak njaga budaya aja). Karena nyamannya kaos tersebut, kadang saya sering titip ke temen/ saudara yang pergi ke Bali…. maklum dana wisata ke Bali belum dianggarkan.

Karena nyamannya kaos ini, saat saya sakit – kaos ini adalah salah satu obat penyembuh disamping istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, konsumsi vitamin dan obat serta doa yang tiada henti. Kalo lagi gak enak badan, istri saya selalu mengingatkan, “pake baju noh (joger), sorga tuh”….. he he hiperbola deh. Ngomong-ngomong, ada lho hubungan sakit dengan sorga – ada yang belum tahu? Nih saya kasih.

Barusan Pulang

Friendship