Jateng Riwayatku Dulu


Oke nulis about Jawa Tengah sekarang, kalau gak dipaksa ya gak akan coba nulis. Siapa yang paksa zal? Ada deh, mau tahu aja. Seneng sebenernya di kondisi ginian, di paksa, kepepet, deadline, yang pasti ada proses belajar disana untuk lebih baik. Yup, coba deh untuk terus menerus memepetkan diri untuk melakukan aktivitas (yang baik), atau Anda akan terus nyaman dikondisi sekarang.

Lebih dari 1,5 tahun (2004 – 2005) saya pernah bekerja di Ungaran, salah satu kabupaten di Jawa Tengah. Tepatnya di Ungaran Sari Garment, Karangjati. Selama itu pula saya jarang kemana-mana. Lokasi pabrik yang masuk ke dalam sejauh + 7 Km, kerja 12 jam tiap hari. Membuat hari – hari ku hanya di kost ke pabrik pp, untuk beli sarapan dan makan malam pun kadang gak sempat.

Yang paling di tunggu adalah hari Minggu, tiduran; cuci setrika; ke Semarang dan ke Jogja. Paling sering saya ke Jogja, karena kakak kandung saya tinggal dengan keluarga kecilnya disana. Pulang kerja Sabtu sore bareng teman (kadang naik bis) berangkat ke Jogja. Wuih senengnya, menikmati perjalanan : Bawen, Ambarawa, Secang, Magelang, Muntilan, Sleman, nah Jogja deh. Kadang kami (naik motor) memilih lewat Salatiga, Boyolali, Klaten dan Jogja.

KPR di Bandara

  
Minggu kemaren pas nunggu pesawat di Soekarno Hatta, saya ketemu orang yang bekerja di Bank. Kami ngobrol cukup lama, gimana gak lama – lha wong pesawat jam 15.00, saya sudah di bandara jam 10.00. setelah ngalor ngidul ngobrol, akhirnya kami fokus diskusi mengena KPR. Kebetulan nih orang ahli bener mengenai KPR, KPR nih Kredit kePemilikan Rumah ya. Nah yang penting dan saya ingat kali ini saya bagi untuk pengunjung Blog Sing Biasane. Begini ceritanya:

Beliau menyarankan di usia muda segera mengambil KPR. Minimal usia saat mengambil KPR di setiap bank adalah 21 tahun. Ketentuan ini mengacu pada kitab undang-undang hukum perdata (no nya lupa). Pada usia 21 tahun ini seseotang dianggap telah dewasa dan cakap dimata hukum untuk melakukan perjanjian. Sedangkan batas maksimal juga telah ditentukan oleh bank. KPR anda tidak akan disetujui apabila Anda mencapai usia tertentu saat KPR lunas. Untuk karyawan batas maksimal saat KPR lunas adalah 55 tahun dan untuk pengusaha atau profesional adalah 65 tahun.

Nah beliau kasih contoh nih, lebih enak kan dari pada teori terus. Sebelumnya saya minta maaf, jika ada kesamaan tokoh atau cerita, karena ini bukan fiksi tapi memang peraturan UU nya seperti ini.

Itu Dian Sastro!

Di hari Jumat malam TVOne menyiarkan acara yang mendatangkan Dian Sastro sebagai bintang tamunya, tahu kan siapa dia? Salah satu artis favorit saya sih. Jadinya saya ngikutin acara itu dengan seksama, tapi apa ya nama acaranya? Lupa saya. Yang bikin saya terkesan adalah kecantikannya itu loh, itu mah semua pada tahu zal. Ehmm sori – ada lagi, jadi waktu SMP – SMA Dian Sastro punya buku diary.

 
Isi diarynya gak hanya tulisan tapi penuh dengan hiasan dan coretan manis ala Dian. Di buku itu ada beberapa lembar halaman ‘Dream’ yang memuat keinginan-keinginannya, dengan detail jenisnya dan detail waktunya. Keren nih orang, masih remaja udah mempunyai impian impian yang ingin diraih dan ditulisnya. Mungkin beberapa dari teman teman ada telah melakukan juga, tapi kalo saya saat itu enggak banget *nyesel.  

Ajang Berkumpul



Wah berkesempatan lagi di Bogor, but kali ini beda – berangkatnya bersama teman teman ahaiii. Acara Pabrik ya Zal? Yo’i , kenapa selalu di Bogor? Ehm karena kantor pusat (HO) Pabrik kami di Bogor… nah itu jawabnya. Tapi kali ini acaranya beda, kita orang mau rakorda. Rakorda nih apa lagi zal? Hadeh tanya mulu, iya iya aku jawab. Rakorda nih rapat kordinasi daerah…. He he itu kepanjangannya.

Kalo di group kami rakorda ini bisa di artikan berkordinasinya beberapa pabrik yang sejenis. Karena Pabrik saya bergerak di minuman, jadi kami berkordinasi dan berkumpul dengan yang  minuman. Dan (masih) karena pabriknya lumayan banyak, so dibagi 2 acaranya : barat dan timur. Dan (masih juga) karena pabrik saya di Sumatera, itu masuk barat maka gabungnya di Bogor.

2 paragrap jelasin apa itu rakorda aja, hadehh. Wah seneng banget bisa ikutan acara ini, pertama berangkat sama teman teman, bertemu teman teman lama / baru dan terakhir menginap di puncak Bogor … ahaiii. Mbayangin dinginnya, pohon pohon ijo, lembah wah keren, dan ternyata emang keren hotelnya. Saya berkesempatan menikmati 2 malam dengan hotel yang berbeda. 

12.12.12 - 12:12

  
Wah  wah Alhamdulillah, saya salah satu orang yang bisa melewati hari dengan angka yang unik. Yups hari ini Rabu tanggal 12 bulan Desember  tahun 2012, atau biasa disingkat 12.12.12. Keren kan, apalagi saya postingnya tepat pukul 12:12 siang – malah tambah keren.

Sebenarnya gak ada yang istimewa dengan hari ini atau tanggal ini. Di ajaran agama yang saya anut yaitu Islam tidak mensyaratkan hal khusus di hari ini. Yo iyyalah kan angka itu dari penanggalan Masehi, sedangkan Islam menggunakan Hijriyah. Atau mungkin gak istimewa juga di Agama, Suku, Ras, Bangsa lain karena menggunakan penanggalan yang berbeda pula.

Posting hari pun gak mengharapkan apa-apa, saya juga nggak melakukan ritual khusus di hari ini. Kalaupun ada InsyaAlloh saya nggak meyakini, Cuma ingin mengabadikan bahwa umat manusia pernah punya penanggalan (masehi) dengan susunan angka yang unik dan bagus di hari ini. Itu ajah…

Hanya 2%


Indonesia membutuhkan buanyak sekali pengusaha/ entrepeneur agar dapat mandiri dan menjadi negara maju. Kata Tokoh, Ahli, Pengusaha dan Pimpinan, Indonesia membutuhkan minimal 2% pengusaha mandiri dari total penduduk. Penduduk Indonesia ini buanyak lho : 250 juta orang, Masya Alloh. Tersebar di ribuan pulau, terbagi berbagai suku, bahasa, Ras dan Bangsa yang berbeda beda. 

Jadi berapa tuh kalo 2%? sekitar 5 Juta lha. Bandingan dengan yg ada sekarang, dibawah 500 ribu. Sedikit sekali memang, kenapa harus berwirausaha karena dari yang saya tahu bahwa wirausaha-wirausaha kita dinilai tahan dengan krisis, meningkatkan kemandirian bangsa dan menarik banyak tenaga kerja. Ketiga pilar tersebut menurut saya sangat amat layak untuk jadi dasar pandangan untuk wirausaha baru.

Awas ada anjing galak !


Dulu waktu  SD saya pernah diminta tolong Ibu teman saya untuk mengantar sesuatu, apa yang diantar saya lupa. Maklum udah 12 tahun yg lalu jadi wajar kalo lupa | *ada yang tanya: ntar ntar emang sekarang umur berapa zal?. Aduh kok dibahas sih, supaya gak merasa tua lah. Oke oke gak usah diterusin, kita lanjut ya…

Nah akhirnya kita berangkat, sesampainya di tempat tujuan – teman saya turun dan meng ‘tek tek’ pagar rumah yg cukup tinggi itu. Saya sempet ngingetin “ada anjingnya tuh, noh baca tulisannya ‘awas anjing galak’. Temen saya langsung ambil jarak dengan pagar dan ‘tek tek’ sambil teriak. Saya juga agak menjauh dari pagar, siapa tahu tuh anjing lompat trus nerkam kita. 

Kondisikan!

Minggu kemarin tepatnya hari Jumat malam, saya mencoba untuk kopdar ke teman-teman di Blogger Bertuah. Komunitas Blogger yang berdomisili di Pekanbaru dan Riau. Malam itu kebetulan mereka sedang ada persiapan acara di salah satu hotel, yaitu UKM goes Online.

 Baru ketemu, ya jelas gak ada yang kenal. Berusaha proaktif untuk kenalan tapi tetep masih belum bisa masuk/ nyambung saat mereka ngobrol dan diskusi. Komunitas ini banyak berisi anak-anak kuliahan, walaupun beberapa ada pengurus yang sudah bekerja. Namun tetep  saya berusaha untuk ikut, ikut ketawa, senyum dan kipas-kipas.

Double Negative is Double Inefficient

Suatu hari Kakak sepupu saya buat status di Facebook yang menurut saya kata itu bagus untuk dijadikan judul blog. Apa statusnya? Ya judul diatas itu. Nah setelah itu saya juga bingung mau bahas apa, lha wong gak tahu maksudnya. Langsung aja tanya penulisnya - apa maksud status itu.



Nah itu dia jawabannya , ohhh itu tho. Kakak sepupu saya kebetulan bekerja di Perusahaan minyak milik Pemerintah Kuwait, jadi komunikasi sehari hari menggunakan bahasa Inggris . Nah pemakaian kata yang nggak effisien itu mungkin gak terjadi sekali, bisa berkali-kali. Padahal untuk membangun kerjasama tim, diperlukan komunikasi antar anggotanya agar tujuan bersama dapat tercapai.

'Good communication can build up a team, bad one can break it.'


Memilih Takdir

 
Di Pabrik nih kalo sedang BAK (Briefing Awal Kerja) pagi, seringkali mendengar pemahaman mengenai takdir atau pilihan yang (menurut saya) agak kurang benar. Aduh berbelit kali kata underline tuh, karena saya takut salah juga sih “Semoga Alloh menunjukkan kebenaran bagi kita semua”. Beberapa staff pernah saya beri penjelasan secara langsung, ini lebih mengena.

Disalah satu episode chatting dengan YM, Ust. Yusuf Mansur pernah menjawab pertanyaan mengenai takdir. Alloh telah memberikan banyak pilihan ke umat manusia, buanyak bahkan sangat banyak. Dan di setiap pilihan ada hasilnya masing-masing atau kita sebut takdir. Nah kalo kita telah menetapkan satu pilihan dan takdirnya terjadi – itu yang dinamakan Qada’.

Turun 200 Kata

 Hampir sebulan ini saya selalu coba untuk nulis di Blog Sing Biasane dengan jumlah kata sekitar 300. Walaupun agak mengurangi keinginan saya untuk membahas lebih luas lagi tapi gpp hal ini supaya pembaca tidak capek. Sebelumnya saya gak mau berhenti kalau belum 500 kata, nah gimana tuh – yakin deh sekarang banyak teman yang males baca postingan saya.

Sejak gabung di komunitas Blogger Energy sekitar seminggu lalu, saya belajar banyak hal. Apa tuh? Mengurangi jumlah kata di post, lho lho kenapa?. Gini gini, sejak saya rajin blogwalking lebih-lebih saat gabung di BE. Saya menemukan bahwa saya lelah (mata) banget baca post  teman-teman. Karena capeknya yang menarik aja kadang gak kebaca, apalagi yg gak menarik. Lewat aja...wushhhhh

Pengen Buat Novel


Nah tho aku males lagi, haruse tulisan blog di hari Kamis udah selesai maksimal rabu malam. Tapi gini nih males, gak ada ide. Ini aja nulis Kamis pagi baru selesai malem, teringat ide lama yang baru keluar langsung dipaksain nulis deh. Udah janji sama diri sendiri harus 2 kali seminggu di Blog Sing Biasane.

Bukankah target yang baik salah satunya dengan memecahkan/ melampaui rekor pribadi. Bukaaannn!!!!!!

Setelah sekian lama nusil atawa nulis tanpa hasil, masak nggak ada hasil sih? Errrrr…ada sih tapi tidak bisa dinilai secara quantitatif. Akhirnya (walaupun nggak akhir banget) saya memutuskan untuk ingin membuat novel… novel?? Iya novel! Pada kaget, gak percaya, ngira saya mimpi, ngetawain, senyum senyum sinis.

Kue Untuk Teman

Hampir tiga bulan ini salah satu staff saya di hari Sabtu selalu membawa  makanan kecil ke Pabrik. Bukan untuk di jual tapi emang untuk dibagi. siapa yang mau ya tinggal ambil. Jadi lumayan nih ada kue gratisan tiap Sabtu , harus di ambil dong-rezeki nggak boleh ditolak.

Teringat tahun 2004-2006 saat saya masih bekerja sebagai salah satu staff di Ungaran Sari Garment. Sahabat saya Krismanto seringkali membeli makanan kecil saat makan siang, saat itu kami satu dept selalu makan bersama. Dan makanan kecil itu tidak dia makan, tapi teman-teman yang selalu menghabiskan.

Suatu kali saya pernah tanya ke dia, kamu gak makan kok dibeli kris? "Ini untuk teman zal" jawaban yang membuat aku tertegun kagum. Setelah itu kami punya ritual khusus saat makan siang, yaitu membeli ‘kue untuk teman’. Tapi aku berbeda dengan Kris, aku juga ikut makan kue saya… he he.

10 Nopember jadi Cerbung



Wasdahhh! Meet again with me di Blog Sing Biasane

Udah tanggal 8 nihh…. dua hari lagi tahu nggak ada apa? Ada weekend!! Haiyah.  Tanggal 10 frend, tahu kan 10 November ada apa. Tanggal itu diperingati sebagai Hari Pahlawan! berdesir darah saya kalau mendengarnya. Karena membayangkan perang, kesedihan, kematian, kehilangan dan lain lain deh.  Yuk berdoa sejenak untuk arwah para Pahlawan yang telah memperjuangkan kebebasan rakyat Indonesia.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya”. 


Untuk bisa menghargai harus tahu apa dan siapa yang akan dihargai, apa yang telah dilakukan, sehingga kita menghormatinya . Caranya yo buanyak, mendengar, menonton dan membaca cerita-cerita Pahlawan dan Perjuangan.

Nah di Pabrik tempat saya kerja, setiap pagi diwajibkan untuk BAK (Briefing Awal Kerja). Di sana saya coba untuk  menyalurkan rasa menghargai teman2 terhadap para Pahlawan dan Perjuangan merebut Kebebasan. Dengan cara menceritakan proses terjadinya perang 10 Nopember yang terjadi Surabaya. 


PAUD Mengelola Masa Emas Anak


Sudah hampir satu bulan ini saya mencoba aktivitas baru, apa itu? apa itu?.... sabar sabar. Dengan kemampuan seadanya, saya coba untuk membuat dan mengelola Blog TK Dayyinah Kids. Kebetulan istri saya adalah Kepala di 2 dari 3 cabang TK Dayyinah Kids, so saya pun berkesempatan untuk meng 'Upgrading Blogger Capacity'.

Nah minggu kemarin saya coba untuk mengisi Blog tersebut dengan tulisan/ artikel, biasanya kami isi dengan informasi kegiatan beserta foto. Hari ini tulisan itu akan saya bagi untuk pengunjung Blog Sing Biasane, judulnya PAUD Mengelola Masa Emas Anak. Sila dilanjut......

Nah (lagi) jika ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat masih usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah banyak diteliti oleh para peneliti dunia.

Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk.

Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).


Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eits tunggu dulu!

Selesai Liga Blogger

  
Selesai sudah gelaran #ligabloggerindonesia , kaget sekaligus bangga pas lihat jumlah postingan di Blog Sing Biasane di bulan Oktober.  Wuik wuik 14 post telah saya publish ya ya ya *dengan senyum mengembang – liat aja jumlah post di bulan yang lain, jauh banget.  Minggu ini juga saya coba untuk posting 2 kali, hari Senin dan Kamis.

Selama satu bulan (Oktober) 
ikutan Liga Blogger Alhamdulillah target jumlah postingan bisa diselesaikan, posting tema juga dilahap, posting tantangan bisa di lewati. Point jumlah post harusnya maksimal  nih but not like that, saya sudah membahasnya di gratis kok mau selamet

Satu lagi nih problem saya, point untuk komentar tidak kunjung datang. Hmmm artikelmu gak menarik zal? Enggak juga ; kurang promosi kali? Bisa juga sih ; mungkin mereka gak tahu cara komentar di blog? Itu juga. Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan postingan saya sepi komen, namun yang paling dasar adalah, karena selama ini saya ngeblog gak terlalu nggoyo untuk dapetin komen. 

Tetangga Meninggal • Warga Belajar


Idul Adha kelabu, mungkin kata itu bisa mewakili kondisi tetangga saya. Sedih bercampur menyesal bekecamuk di di dalam dada dan nampak jelas di wajah sendunya. Isak tangis yang ditahan menjadi suara yang dominan di hari itu. Tetangga yang datang memberi dukungan untuk tetap kuat, untuk tetap sabar, untuk tetap ikhlas.

Siapapun tidak menyangka keluarga itu akan ditinggal oleh anaknya yang baru berusia 1 tahun 5 bulan. Saya yang hanya tetangganya aja, bukan saudara, tidak dekat dengan almarhum serta kedua orang tuanya… shock juga saat mengetahui kejadian ini.  Apalagi proses meninggalnya karena tercebur di kolam ikan milik tetangga di belakang rumahnya, sedangkan kedua orang tua dan paman almarhum lengkap ada rumah. 

Gimana gak bikin nyesek tuh, bisa ngerasain gak frend – saya awalnya juga gak bisa. Karena kalau ada berita di TV atau koran tentang kematian balita yang prosesnya hampir sama, saya hanya bisa berucap "Innalillahi wa inna illaihi rojiun".

Misi Hidup Manusia


Seperti janji saya di posting Ke Bogor Menjadi Penting, untuk meneruskan pembahasan mengenai ‘menunaikan misi hidup kita’. Nah terus apa misi hidup kita, nah di QS. Ali Imron ada nih cek di ayat 110 – ini terjemahannya “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Alloh…..”

Saya dapat ilmu ini pas ikutan pembelajaran Praktis UTHB – Umat Terbaik Hidup Berkah.

Lanjut, jadi apa sih alasan utama Anda melakukan sesuatu? Mungkin gaji. Bonus. Pujian. Kemenangan. Semuanya itu; wajar saja.  Tetapi tubuh kita ini diciptakan melampaui semua ukuran material itu. Kita lahir dengan satu misi; untuk memberi manfaat kepada lingkungan. Bisa berarti perusahaan. Teman-teman. Tetangga. Semuanya. Seperti FirmanNya diatas.

Kita selalu punya pilihan untuk mengurung diri. Yang penting kerjaan selesai. Habis perkara. Tetapi dengan misi hidup itu; kita tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat pekerjaan. Tingkatan. Maupun golongan. Kita akan terus memacu diri untuk secara konsisten berkontribusi kepada orang lain.

Martabak Mesir

Yuk merapat… mau saya ajak makan-makan – mau kan? Pasti mau lah kalian. Ini karena dipaksa #ligabloggerindonesia aja, nulis tentang kuliner di sekitar yang harganya 10 rebu. Ngajak banyak orang pun gak bikin kantong jebollll, monggo berangkat.

Karena saya berdomisili di Riau, karena saya di Pekanbaru (Kampar), karena saya di kecamatan Siak Hulu, karena saya tinggal di Jl. Pasir Putih. So cari kuliner yang gak jauh jauh dari sini deh, pilihan akhirnya jatuh ke salah satu Rumah Makan Padang ternama di Pekanbaru. PUTI BUANA…. udah pada tahu? Yang di Pekanbaru pasti lah cabangnya kalau gak salah ada 4 biji : Jl.Pepaya, Simpang Tiga Bandara, Marpoyan dekat UIR dan Jl. Pasir Putih - Pandau.

Sesuai budget yang saya sebutkan di atas, saya pilih menu martabak mesir aja lah. Karena menu yang lain hampir sama dengan rumah makan padang yang lain di seluruh Indonesia. Hampir sama dalam hal menu lho ya, kalau rasa ya jelas beda-beda. Kalo martabak mesir sebenarnya juga banyak bertebaran di Pekanbaru, Riau mungkin juga (belum pernah tahu sih).

Kenapa dinamakan martabak mesir, nah ini yang belum saya tahu. Sempet googling tapi gak menemukan jawaban pasti, tanya ke komunitas blogger bertuah – pada gak yakin semua. Yang pasti martabak ini gak jauh beda dengan martabak telor dari Jakarta atau martabak (tok) di Surabaya. But ada tambahan kuah cuka, dengan rasa agak manis gurih. Jadi cara makannya, martabak dicelup/ disiram kuah baru di nikmati.

Nah  bagi teman-teman yang berkesempatan mengunjungi Pekanbaru atau Riau coba ya makan Martabak Mesir , di RM Puti Buana tambah oke tuh.

TK Patriotisme


Patriotisme…..hmm sudah lama nggak dengar lagi kata ini, sejak lulus SMU sampe sekarang lho (hampir 13 Tahun), tapisesekali denger juga sih – khususnya saat di hari-hari besar nasional, yang berhubungan dengan kemerdekaan. Misalnya hari Kemerdekaan, Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional, hari Pahlawan dll. Namun patriotisme sekarang hanya jadi makanan abdi Negara khususnya Polisi dan Tentara.

Nah kali ini saya mencoba mereportase hasil pantauan kejadian kecil mengenai Patriotisme, yang terjadi di salah satu Taman Kanak-kanak di Pekanbaru. Tema ini saya ambil karena minggu ini rakyat Indonesia akan memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh tanggal 28 Oktober.


NKRI harga mati!!! Itulah semboyan yang tertulis di salah satu tembok Markas Batalyon Arhanudse 13 Dam I/BB di Pekanbaru Riau yang kebetulan dekat rumah saya. Mungkin banyak lagi slogan yang sama di Markas-markas di wilayah lain, karena memang tugas utama TNI adalah menjaga keutuhan NKRI. 

 
 
 Tapi apakah memang hanya tugas TNI? Sebagai warga negara dan bangsa yang baik, harusnya menjaga keutuhan NKRI adalah menjadi tanggung jawab setiap rakyat. Dan kita sebagai WNI jangan segan dan malu untuk berusaha dengan gigih melakukannya, walaupun dalam hal kecil ataupun sedikit.

Pelaksanaannya pun sebenarnya perlu pembiasaan dan role model, maksudnya sebagai WNI sebisa mungkin melakukan aktivitas cinta Negara dan mencontohkannya ke orang lain – khususnya orang terdekat kita.

Seperti yang saya kabarkan di TKP, salah satu Taman Kanak-kanak Islam di Jl. Kelapa Sawit Pekanbaru Riau – ‘Dayyinah Kids’, anak-anak usia dini sudah dikenalkan dengan Upacara Bendera, menyanyikan lagu-lagu perjuangan (kemerdekaan), diberi wawasan kebangsaan, menghormati bendera merah putih sebagai simbol negara.

Hal yang sepele sebenarnya…….. itu kalo anda melihat sekilas atau sambil lewat, tapi bagi saya yang menyaksikan dari awal hingga akhir – #trenyuh.

 

Gratis Kok Mau Selamet


Kesel, sebel, mangkel muncul saat melihat klasemen #ligabloggerindonesia pekan ketiga…why? Karena mereka salah lagi untuk memberikan point kepada Blog saya. Sudah saya tanyakan via twitter @ligablogger_id tapi belum ada jawaban sampai saat saya mempublish postingan ini. Daftar klasemen pun belum berubah.

Males lagi ikutan #ligabloggerindonesia sempet saya publish juga di keputusan saya, bayangin gimana rasanya kerja keras kita tidak di perhatikan atau tidak diakui karena mungkin menurut saya itu akibat kelalaian panitia. Udah dibayangin kan…coba apa rasanya? Atau ada yang pernah ngerasain hal yang sama dengan saya, ceritain dong.

Tapi lama kelamaan saya cooling down dan coba mencoba berdamai dengan keadaan ini. Saya ingat ingat lagi dan saya pikir panitia pasti sibuk, repot dan kadang khilaf. Karena mengkoordinir dan melakukan cross check semua kriteria penilaian begitu banyak blog. Saya berpikir lagi bahwa ini masih trial dan peserta juga gak diminta bayar, ‘gratis kok mau selamet’ salah satu pepatah Madura yang mungkin cocok dengan kondisi ini, selamet bisa berarti banyak hal.

Karena hampir semua orang-orang sukses pasti akan mengalami keadaan yang merugikan seperti ini bahkan lebih, sudah mengeluarkan banyak uang untuk modal, investasi, biaya operasional eh ternyata di tipu orang, di persulit aparat, dan 'diminta' pejabat serta lain-lain. Karena di kehidupan nyata semua bisa terjadi dan mereka bisa melewatinya -  buktinya sekarang mereka merasakan kesuksesan. Nah saya juga ingin melewati hal2 tersebut untuk membentuk mental wirausaha.

Seperti juga yang pernah saya pelajari di UHTB, saat merasakan kegagalan – pasti ada yang salah. Apa itu bisa dari diri saya dan cara-cara yang saya gunakan. Oke saya coba lebih arif menerima ini dan tetap berjalan seperti biasa – bahkan saya akan coba berlari sebisa mungkin.

Walaupun acara belum selesai, tapi saya mengucapkan terima kasih banyak kepada #ligabloggerindonesia , karena telah merubah pandangan dan kemampuan saya sebagai blogger.

Bebas dengan *TBC


Ini yang kurang saya sukai di lomba #ligabloggerindonesia , nulis dengan tema ditentukan. Kalo mudah doesn’t matter – nah ini temanya ‘Kebebasan Berekspresi dan HAM’. Opo eneh iki? yo ilmu kau aja zal yang cetek. Hmmm *hening  *tahan emosi  *nyebut *kayang *langsungmulai.

Kebebasan nih beda dengan kesabaran, kasabaran tidak ada batasnya (serius nih) namun kebebasan harus di batasi -  ntar malah kayak kasus film yang menghina Nabi Muhammad SWT. Walaupun kebebasan berekspresi adalah Hak setiap manusia, tapi disisi lain ada Hak orang lain juga yang tidak boleh diusik. Jadi bebas berekspresi dengan tidak mengusik hak orang  lain.

Blogwalking ke Nusantara

Haadeehh …..kata yang biasa muncul di BBM biasanya saat ini mengetahui sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. So saya mengucap Haadeeehhhh, karena agak kaget dengan tema tantangan #ligabloggerindonesia,   mungkin kata ini bisa menggantikan kata ‘wow’ yang sambill koprol – kalo ‘hadehw’ bisa sambil kayang. Wis wis iki arep nulis opo sih? 


Sebenarnya ini malam saya masih berkutat dengan acara #ligabloggerindonesia , kali ini tantangannya nulis ditengah malam. Dan gilanya tema diberikan di tengah malam juga, dan di situsnya gak ada pula update info mengenai tema ini *langsung cek twitter.  Gotcha! “Blogger Nusantara” , setelah dapat mentions jawaban dari @ligablogger_id  - wis langsung mulai. Nulis maksudnya…. Enggak, aku tengok tengok dulu punya blog peserta yang pada nulis duluan.

Lho, lho lho, lhaaa…lho yahh beberapa kata yang sempet muncul saat melihat dan membaca pastinya, banyaknya informasi mengenai acara blogger nusantara. Ternyata ada tho perkumpulan blogger nusantara, udah ada pertemuan pertamanya lagi di Sidoarjo. Acara berikutnya di Makassar, keren dank. Selama ini aktivitas ngeblog saya hanya itu-itu aja dan sekarang dengan #ligabloggerindonesia jadi agak terbuka. Semoga ada kesempatan berangkat ke Makassar.....

Menolak Pekerjaan.... Berani Gak?


Kalau menolak berarti ada yang kasih dong ya, iya… untuk pegawai/ karyawan sih sudah mahfum atasan dan teman akan meminta anda menyelesaikan suatu pekerjaan.  Pengusaha gimana? Sama aja boss– dia kan dikasih pekerjaan sama konsumen. Karena posisi saya sekarang sebagai karyawan, so sudut pandang karyawan akan banyak saya pakai.

Masih di gelaran #ligabloggerindonesia , wah seneng banget banyak teman-teman yang care dengan mengunjungi Blog Sing Biasane dan memberikan komentar. Ntar datang lagi ya, untuk yang lain yuk datang trus isi box komentar ….ssttt buat tambah nilai.

Mau tahu lebih banyak tentang #ligabloggerindonesia, kunjungi http://ligablogger.dotsemarang.com


Kembali ke lap top!! Menolak pekerjaan bisa dilakukan selama itu dengan menyatakan pendapat dengan niat baik khususnya untuk kebaikan kita walaupun mungkin agak menyakitkan orang lain. Aku juga belum pernah jeh… , karena atasan saya selalu menyakinkan bahwa bertambahnya beban kerja kita. Membuat anda naik level karena terus berusaha menemukan cara tercepat untuk menyelesaikan pekerjaan. 

Nah untuk anda yang pernah merasakan tanggung jawab pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya, padahal kita sudah mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan target sesuai deadline. Kadang seringkali kerja lembur  dan mengorbankan istirahat siang. Tapi anehnya list pekerjaan tetap panjang dan tidak pernah ada habisnya. Nah loh=))

Ke Bogor Jadi Penting??

Di hari minggu yang cerah ini *sekilas info BMKG, saya mengucapkan rasa bangga dan terima kasih kepada teman-teman yang rela untuk datang dan memberikan komentar di Blog Sing Biasane ini. Walaupun belum sesuai harapan tapi lumayan lah traffic naik. Target 3 post + tantangan foto batik dari #ligabloggerindonesia, alhamdulillah juga bisa di rampungkan walaupun serabutan *kelapa kalee.

Kebun Raya Bogor

Minggu kemarin, tepatnya hari Selasa saya berkesampatan lagi ke rainy town (ato city ya?). Yup manalagi kalo bukan ‘Maumere’ ,,,jiahhh. Sorry kejauhan,  yang bener ke Bogor ~ lagi lagi ke Bogor ~ ke Bogor kok lagi lagi *gak pas ya. Tetep seneng lah, karena tempat yang dulu belum sempat dikunjungi – bisa dikunjungi, yang belum sempat terbeli – bisa dibeli, yang belum sempat ditemui – bisa ditemui walaupun hanya 2 malam.

Dan memang benar, saat nyampe Bogor ~ hujan turun dan deras.

Kali ini tujuannya beda, saya diminta untuk membantu menilai atau melakukan penjurian untuk proses improvement di salah satu cabang perusahaan. Group Perusahaan kami ini memang concern dengan improvement hingga dibuatkan kompetisi bertahap dengan hadiah menggiurkan *ketes ketes. Ini adalah tugas pertama saya, ada beban dan sedikit grogi sebenarnya – but this is natural. Langkah pertama biasanya menakutkan berikutnya hmm iya…. Merinding =)) nggak lah.

Saat proses penjurian kami nih layaknya orang penting, semua dilayani dan disediakan – ini baru pertama lho. Dihadapan kami semua tim berusaha tampil maksimal, mempersiapkan diri dan makalah sebaik-baiknya – kok tahu zal? Tahu lah, saat proses wawancara mereka bisa jawab semua pertanyaan kok dan susunan makalahnya oke punya.

Tarik Batik!!

Pengakuan Unesco atas Batik adalah momen yang sangat melegakan masyarakat Indonesia, tepatnya 2 Oktober 2010 Batik diakui sebagai warisan budaya bangsa yang berasal dari Indonesia. Kenapa melegakan karena warisan budaya Indonesia itu terancam diakui oleh negara lain….udah pada tahu kan. 

Setelah itu masyarakat Indonesia menyambut gembira dan bangga serta sering memakai Batik. Walaupun beberapa masyarakat masih memakai tekstil bercorak batik, bukan batik nya itu sendiri. Karena batik adalah kain yang ditulis atau memakai cap. Untuk sementara ini nggak apa apa lah ya, euforia ini harus tetep dijaga, daripada ditinggalkan orang…iya ndak.

Batik yang dulu hanya dipakai untuk acara/kegiatan resmi, sekarang banyak orang memakainya dibanyak kesempatan. Model nya pun sudah beragam, motifnya apalagi. Warnanya huihh buanyak dan bukan hanya pakaiannya, banyak aksesoris yang tidak lepas dengan Batikisasi. Serba batik ada dimana-mana, orang pada suka dan gak canggung untuk menggunakannya.

Increase Blogger Capacity



Still dalam rangka #ligabloggerindonesia, di tenggah minggu Blog Sing Biasane munculkan posting baru. Harusnya hari Rabu bisa release, tapi karena saya sedang luar kota. So baru keluar hari ini.

Upgrading  Blogger Capacity adalah salah satu keinginan saya yang saya tulis Bio akun twitter @rizalarable,  di postingan kali ini langkah saya menanjak satu tingkat untuk menggapi tujuan itu. Karena selama proses tulis menulis di Blog Sing Biasane, belum pernah saya dapat kesempatan seperti ini – apa itu?

Alhamdulillah di awal September saya dapat kesempatan untuk membuat weblog salah satu TK di Pekanbaru. Kesempatan itu datang saat saya istri silaturahim dengan pemilik salah satu jaringan TK terbesar di Pekanbaru. Nah kok bisa kamu silaturahim zal? He he karena istri saya salah satu kepala TK nya.

Apakah ini keberuntungan ? iya sih, karena ini kesempatan saya untuk meningkatkan kapasitas saya sebagai blogger. Selama ini hanya untuk kepentingan pribadi tapi beranjak untuk ‘membantu’ orang lain. Nantinya saya berharap ‘bantuan’ ini bisa menghasilkan di dunia, lebih lebih di akhirat wuihhh.

Is Tik Harah


Kang dulu pas kamu milih aku pake sholat istikarah dulu gak  sih? Pertanyaan mudah… kalo jawabannya 'iya', lha kalo enggak?

Pusing cari alasannya, soale memang enggak. Saat milih pacar dulu sih iya, nah loh..... “Karena aku yakin banget sih kalo Tuhan menciptakan kamu untukku, jadinya gak pake istikarah” terpikir jawaban seperti itu, tapi takut ntar dia pusing dan langsung pingsan.

Pilih jawaban yang menentramkan aja lha “ya jelas udah lah” jawabku, trus apa tandanya? Jiahhh. ada pertanyaan tambahannn,,,,, untung teringat tweetnya @felixsiauw tentang sholat istikarah. "Istikarah gak harus ada tanda atau mimpi, istikarah itu menguatkan apa yang kita pilih".

“Lho bukannya sebelum memutuskan itu sholat dulu?”, iya sih itu juga yang saya tahu selama ini? Tapi informasi dari Ust. Felix bener juga lho dan logis. Untuk pengunjung setia Blog Sing Biasane, saya kasih capture tweetnya yang saya ambil dari Chirpstory.com

Monggo dinikmati,,


I Can if I Think I Can


Lho lho lho ….ini ada apa kok hari Rabu ada postingan, kaget ya kaget ya kaget ya. Enggak kok Enggak kok Enggak kok… hadeeehh gak selesai selesai. Di postingan sebelumnya paragrap terakhir saya tuliskan disana bahwa saya sedang ikutan #ligabloggerindonesia.Sebuah lomba blog yang di gagas oleh @dotsemarang (dotsemarang.blogdetik.com).

Walaupun saya nggak berdomisili di Semarang, tapi selama saya dari dan buatan Indonesia di perbolehkan. Dengan format seperti liga sepakbola, tiap minggu panitia akan memberikan nilai untuk tiap peserta. Salah satunya yakni blog yang posting minimal 3 kali seminggu akan mendapatkan nilai 1.

Padahal selama ini saya nulis hanya 1 minggu sekali dan kadang gak posting karena bingung mau nulis apaan. Walaupun sebenarnya di beberapa postingan saya pengen juga bisa nulis lebih dari 1 posting di tiap minggunya. Tapi ternyata di lomba ini malah minimal 3 post, lebih banyak lagi ya.

Awalnya gak tahu kalo harus nulis 3 postingan per minggu, tapi setelah tahu – tetep tenang. Jadinya saya harus nulis yang banyak untuk mendapatkan sesuatu. Walaupun saya terpaksa tapi saya senang karena ini baik, dan saya pun memepetkan diri saya di acara ini. #thepowerofkepepet.

Pada Nggak Ngerti Ya


Di setiap selesai posting saya selalu mengirimkan atau menginformasikan update blog ke teman-teman. Lewat Facebook, Twitter, Ping, Email, BBM atau pun lisan. Karena niat saya nulis blog disamping untuk kepuasan pribadi, juga untuk berbagi. So selain content bagus yang coba saya buat selama ini, marketing harus dilakukan.

Promosi blog, selalu dilakukan. Siapa sih yang gak mau populer? Hanya orang yang sudah bosen populer gak mau dikenal. Apalagi kalo yang disampaikan atau dituliskan tuh bagus, berguna dan menginspirasi orang lain untuk berbuat lebih baik...harus dibagi malah. Di postingan ini saya sedang tidak membahas mengenai cara promosi blog atau SEO, tapi di beberapa komentar teman-teman. Beberapa masih belum tahu apa itu blog? Nah koen….


Apa sih ini?  Kok terputus tulisanya? Cara bacanya gimana? Blog itu apa?

Waduh waduh …… emang sih setiap orang tidak ada yang sempurna ,tahu dan menguasai hal tertentu tapi tidak untuk beberapa hal. Karena itu saya tidak menyalahkan orang yang gak mau baca Blog Sing Biasane ini atau Blog yang lain. Karena mereka gak tahu apa itu blog, bisa jadi gak mampu – karena mungkin gak punya akses internet, atau gak mau – bisa jadi karena sibuk dengan urusan lain daripada baca blog.

ilmu Jin di Garuda Indonesia

Ini posting situasinya hampir sama dengan posting minggu sebelumnya, yaitu di dalam pesawat. Yang membedakan airline dan tujuannya – tapi itu gak penting banget. Yang penting isinya…..ceritanya lah, begini situasinya :tepatnya saat perjalanan pulang kampung lebaran, istriku duduk bersebelahan dengan orang yang beragama Nasrani. 

Awalnya tanya-tanya mengenai puasa, “puasa berapa jam mbak… bisa kuat ya mbak…  kalo enggak sebulan gimana, dan bla bal alb abl….”. Pertanyaan ini bisa terjawab, dengan tidak ada feedback dari penanya – artinya dia faham. *Pramugari selesai menjelaskan cara penyelamatan darurat

Kemudian pertanyaan sesi 2, nah malah kayak kuis?? Si teman Nasrani (udah kenalan, so jadi teman) menanyakan beda Setan, Iblis dan Jin, pastinya menurut Islam dong. Nah di pertanyaan ini istri saya gagal memberikan jawaban yang baik (padahal pertanyaan ini bernilai 250rb…nah loh) dan malah teman Nasrani memberikan penjelasan dia … ngeTes doang dong. 

“Sebenarnya 3 mahkluk tadi itu gak ada, yang ada hanya Malaikat” teman Nasrani mulai berargumen “ Buat apa Allah menciptakan setan yang akan membuat manusia berbuat buruk”.  Lho bukan….ll …nggak gitu mbak ll …tapi pak ll tadi udah saya jelasin… ll menurut saya ll dung ll trang ll jleng ll takk ll terjadi debat kecil yang kelihatannya sama-sama gak puas.

“Nah gitu ceritanya Kang, menurutmu apa beda jin, setan dan iblis” tanya istri ke aku, “yoo jelas beda tho… Jin itu ada yang baik dan buruk, setan itu kata sifat aja, kalo iblis itu jin yang buruk” jawabku dengan tenang. “lha kalo Jin yang baik apa? Malaikat?” ….”errrrhhh …ya Jin”. Kemudian terjadinya debat kecil itu : klong ll creng ll dank ll pyar ll jruot ll boom ll … wis dari pada pada gak jelas. Langsung tanya ke Mbah….. Google,  gat yah!

Kecil Dari Atas

 Minggu ini untuk yang ke beberapa kalinya saya berksempatan ke luar kota, luar pulau tepatnya. Karena perusahaan tempat saya bekerja berkantor pusat di Jakarta dan Bogor, nah saya yang ke Bogornya. Berangkat naik pesawat dong saya, secara perusahaan besar gitu lho…..emang mau naik Bis zal? Travel? Kereta Api? , eh iya emang gak ada pilihan lain seeffisien pesawat. Fyi, di Pekanbaru gak ada Kereta Api…kenapa ya? entah lha, kapan-kapan boleh dibahas.

Naik pesawat paling enak ya didekat jendela, cos ada pemandangan. Walaupun ada sebagian orang yang memilih duduk di tengah karena udah biasa dan tidur tenang atau memilih di dekat jalan supaya gampang keluar dan bisa melihat ‘pemandangan’ yang berseliweran….apa tuh? Ehmm Kasih tahu nggak ya…. 


Ntar zal, bukan posisi duduk tuh ditentukan oleh petugas saat kita checkin. Jadi gak bisa milih, errrr.....iya sih *masuk bagasi.

Saat itu kebetulan saya dapat yang didekat jendela, ya dimanfaatin lah melihat pemandangan dari atas. Semua serba kecil:  rumah, mobil, sawah, kapal, gunung sekalipun, apalagi manusia - kecil banget. Pikir pikir….mudah kali kalo Alloh menghancurkan kehidupan manusia, kasih hujan lebat, hujan es, angin kencang, atau dijatuhkan batu angkasa, bener- bener mudah.


 Buat rumah besar besar, kuat kuat, tinggi tinggi, gak ada artinya kalau hanya ingin aman dan nyaman aja, gak ada… sekali lagi gak ada!. Anda harus berserah diri dan berniat ibadah saat melakukan apapun, Lillahi ta Allah. Cos sekali lagi semua itu gak ada artinya, semua harta benda anda: mobil, motor, bangunan, sawah, apa aja deh- Kuecil. 

Seperti Firman Allah Swt. (QS 17:16) "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya".……. *masih dari pesawat yang terbang semakin tinggi.

Menemukan Daging Blog


Walah walah…’Daging Blog’ what is this? Is this dahlia! Kalimat ini biasa diucapkan Tukul di acara Bukan Empat Mata… anda termasuk yang suka atau yang enggak dengan acara ini? Acaranya memang menghibur tapi manfaatnya dikit he he. Hiburan dan manfaat, akhirnya bisa dipisahkan- Saya sempet baca-baca artikel mengenai menulis di Blog. Penulis mengatakan bahwa content (tulisan) adalah dagingnya blog, wah wah bisa di goreng ya. 

Daging itulah yang banyak dikonsumsi (ini ngomongin ternak lho), jadinya ‘daging’ di blog harus banyak – bagus – berkualitas – indah – bermanfaat. Karena daging hampir memenuhi tubuh ternak sesudah air/cairan dan daging pula yang bisa + banyak dikonsumsi.  So..to ayam (haiyah), tulisan di blog sedikit banyak harus menyerupai ‘daging’.

Trus gimana supaya ‘daging’ ini disukai orang, ada caranya dong. Tapi sebelum ke sana, saya kasih tahu gimana supaya bisa buat tuh ‘daging’. Setelah sekian melakukan proses tulis menulis, ngblog, review, akhirnya saya kembali lagi ke jaman SD - jadi berasa tua yak. Apa yang kembali?, cara membuat tulisannya atau di SD disebut menggarang. Para Guru SD pasti mengenalkan ‘kerangka karangan’, jadi point point apa saya yang akan ditulis. Supaya struktur karangan murid jadi baik dan runtun bercerita serta tidak ada yang terlewat.

Hari Bersalam Salaman

Wah Hari Raya lagi…… Kupatannnnn . Di beberapa daerah seperti Madura, Kolaka, Jombang, Bangkinang dan sebagian besar daerah di Indonesia  melaksanakan yang namanya lebaran ketupat. Ini nama menurut saya karena disetiap lebaran pasti ada makanan dan makanan wajib (yang sekali lagi) di sebagian daerah di Indonesia adalah Ketupat. Entah entar edipasangkan edengan elauk eapapun (edisi ‘e’), epasti enak. Lha wong pengganti nasi dan terbuat dari beras juga, kayak lontong dah (beda bentuk)

Trus kenapa ada lebaran ketupat yang waktu pelaksanaannya di 6 hari setelah Idul Fitri, nah dari pantauan tim kami di lapangan. Kebiasaan ini terpengaruh oleh rajinnya umat muslim Indonesia jaman dulu untuk melakukan puasa 6 hari di bulan syawal dimana waktu pelaksanaannya adalah 1 hari setelah Idul Fitri (2 Syawal). Yukk yang mau melaksanakan amalan sunnah ini, Allah menjanjikan pahala puasa setahun penuh – keren apa keren?

Selama seminggu itu (lagi lagi) sebagian besar masyarakat berkunjung antar saudara, tetangga, handai taulan dan pastinya ke kedua orang tua. Silaturahim massal terjadi dimana-mana dan lalu lintas peredaran maaf menjadi cukup tinggi. Namun tidak menyebabkan macet tetapi malah membuat jiwa jadi plong.

Ramadhan Alone

hilal
Ramadhan udah habis dah….. pahala yang berlipat-lipat udah gak ada lagi, menahan nafsu sudah tidak greget lagi, kecintaan ke masjid mulai luntur lagi, sibuk tadarus tidak terlihat, sedekah mulai berkurang, tausiyah jarang terdengar.

Sungguh kalau umatku tahu keutamaan Ramadhan, pasti mereka akan meminta Ramadhan sepanjang tahun.. sabda Rosul. Bahkan di akhir Ramadhan banyak dari sahabat Nabi yang menangis, karena sedih ditinggal Ramadhan.

Ada yang bilang bulan Ramadhan adalah kawah candradimuka untuk menghadapi 11 bulan berikutnya, tempat latihannya umat muslim yang sistem pelatihannya sudah diatur Alloh. Namun ada juga yang bilang inilah bulan yang ditunggu-tunggu untuk menjadi kaya pahala, karena banyaknya rahmat, berkah dan ampunan Alloh – dijanjinkan juga barangsiapa bisa melewati Ramadhan dengan baik akan terbebas dari api neraka.

Kesamaannya adalah yang latihan harus benar-benar, karena akibatnya akan tereliminasi dan 11 bulan berikutnya pasti berantakan. Yang ini adalah bulannya, yo harus bener-bener, harus total ibadahnya, agar tidak sia-sia berpuasa dan beramal.

Lead up to Day



Ramadhan…. Bulan penuh berkah, semua kemurahan Allah SWT tercurah.  Diberikan untuk semua umat muslim yang beriman, sesuai dengan Firman di QS. Al Baqarah:183 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”

Dibulan ini juga diwajibkan kepada umat muslim untuk berpuasa, udah pada tahu lah ya – Ramadhan pasti puasa. Dan pasti juga banyak ibadah-ibadah lain yang dikerjakan oleh umat Islam karena disana Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang sangat besar.

Salah satu ibadah/ amalan andalan saya di bulan puasa ini adalah Khataman Qur’an, jadi saya usahain satu hari 1 juz harus selesai. Biasa baca pas ba’da sholat wajib, jadi kalo di konversi ke halaman Quran rata-rata 2-3 halaman per sholat wajib. Kalo itu sudah bisa dijaga, Insya Alloh 1 juz per hari bisa deh. Tapi bisa lebih jika sekali-kali baca, misal pas nunggu sholat wajib, sholat tarawih, buka puasa atau setelah sholat dhuha dan sholat tahajjud.

Langkah Kecil Langkah Awal


Hari ini saya akan mencoba keluar dari pakem Blog Sing Biasane, pakem’e opo zal? Selalu memberikan makna atau membahas sesuatu di setiap postingan. Ada kalanya enggak juga sih, tapi kebanyak iya kan. Dan juga pakem desain tulisan/ paragrap, paragrap pembuka selalu saya beri warna kelabu dan italic, baru kemudian paragrap kedua adalah pembahasan dengan gambar di samping kirinya. Kali ini akan sama, lha kok! Enggak-enggak, beda ya…

Setelah 9 bulan di usaha jasa, sekarang saya mau coba jualan produk.....tapi jualan apa ya.

Mau jualan kaos tapi yang jualan kurang sipp, udah bayar – katanya barang ready 1 hari. Eh malah berhari hari, baru selasa kemaren dikirim (dari jogja). Rencana mau coba jualan baju di acara UTHB Pekanbaru, sewa tempatnya sih murah. 

Napa gak dicoba, cos kaos ini menurut saya pasarnya ya acara ini. Sekarang yang masih bingung mengenai harga jual,  harusnya sih 85rb – apa laku ya. Menurutku cukup mahal, tapi aku juga beli tuh 1 biji buat cek kualitas dan pelayanan.

Tapi nih- orang kalo udah fanatik ama sesuatu yang kebetulan tertera di kaos ini kelihatannya bakal beli. Saya juga punya trik dengan memberikan hadiah dan potongan juga membeli atau pesan ditempat.

Jualan kaos ini memang sudah menjadi impian lama, selepas ikut UTHB - keinginan buka toko kaos yang bertema Riau cukup tinggi. Tapi karena modal awal dan ilmunya belum mumpuni, jadinya mencoba ke laundry.

Bawa Pergi Monyetmu!

Met semangat frend..,zal! kok judulnya monyet lagi sih??  Ya ya, sabar ya. Pasti orang tertarik dengan judul monyet, iya tak? (enggak juga tuh). Gini gini, sebenarnya postingan kali ini lanjutan dari postingan sebelumnya. Kemaren membahas sebuah masalah yang tidak kita sadari selama ini, sekarang akan diberikan bagaimana menghadapi dan mengatasinya…okey kan. 

Dan judulnya gak pake Part lagi, supaya beda gitu. Ocre kita lempar monyet-monyet ini, supaya gak membebani lagi….hiahh.

Dengan banyaknya monyet dipundak anda, dia, mereka, para supervisor, para manager. Menjadikan kita kehabisan waktu, bahkan staff anda justru kehabisan pekerjaan. Dan banyak atasan seperti kewalahan bahkan sering lembur tapi tidak pernah menyelesaikan segala pekerjaanya. Ini semua gara-gara monyet – monyet itu, jadi harus ada pengaturan dan pengendalian. Bahasa kerennya manajemen monyet….

Masih di NLP Newsletter diberitakan bahwa Bill Oncken di Harvard Business Review [1974] menulis artikel klasik yang sangat menarik dengan judul Mengelola Manajemen Waktu: 'Monyet Siapa ini?' (walah ternyata ini ilmu yang sudah lama ya). Dalam artikel tersebut Oncken menjabarkan bahwa ada tiga jenis manajemen waktu, yakni:
  1. Waktu yang dipaksanakan bos, digunakan untuk menyelesaikan aktivitas-aktivitas yang bos inginkan dan si manajer tidak bisa mengacuhkan tanpa beresiko mendapatkan hukuman (langsung/ tidak).
  2. Waktu yang dipaksakan sistem, digunakan untuk mengerjakan tuntutan-tuntutan administratif dan pekerjaan dari rekan kerja. Mengacuhkan permintaan ini bisa beresiko mendapat hukuman/ pinalti (langsung/ tidak).
  3. Waktu yang dipaksakan sendiri, digunakan untuk mengerjakan hal-hal yang kita putuskan sendiri. Disini tidak ada penalti.

Membagi Monyet

Monyet kok dibagi, monyet pintar sih gak apa apa – bisa buat jaga rumah he he. Ini minggu saya masih berminat mengulas sekitar dunia kerja. Tema diatas saya dapat saat mentor TBE (kelas entrepreneur dari Dinar Coach), memberikan artikel dari INDONLP newsletter untuk dibaca terlebih dahulu sebelum kelas di mulai. Ternyata isinya membahas mengenai monyet …lha ketemu monyet lagi?? Daripada penasaran mendingan kita turun satu alenia untuk menjelajahinya.

Pernah dengan tentang delegasi, pasti dong…. masih di tema manajemen waktu – salah satu tujuan di delegasikannya suatu pekerjaan ke orang lain adalah untuk menghemat waktu si pendelegasi. Karena orang sukses/ kaya mempunyai prinsip “Spend Money to Save Time” dan bukan sebaliknya, pemimpin pun bisa menerapkan prinsip yang sama untuk menghemat waktunya dan menaikkan kapasitas bawahannya. Bukan malah dia mengerjakan kerjaan bawahannya….kacau!.

Wei dimana Monyetnya? Sabar lha, nih ambo kasih: Suatu ketika anda sedang tergesa-gesa masuk ke kantor, salah satu staff anda mendekati dan menyapa “Selamat pagi Pak, boleh saya bicara sebentar? Kita ada masalah nih, Pak”. Karena anda perlu mengetahui masalah-masalah direct report Anda, maka anda pun berhenti dan mendengarkan staff anda menjelaskan masalahnya secara rinci. Karena pemecahan masalah itu memang bidang anda (ya iyallah, dia kan bawahan anda), tak terasa waktu pun berlalu, ternyata obrolan itu memakan waktu 30 menit.

“Ini masalah penting, tetapi saya belum ada waktu membahasnya. Biar saya pikirkan dulu, nanti saya beri kabar.” Diskusi tersebut membuat anda terlambat ke ruangan kerja. Sekarang saya tanya : “Udah liat monyetnya??”….. belum ya, niha”: Saat sebelum anda masuk kantor, sesungguhnya monyetnya ada di punggung staff anda. 

Ketika anda berdua membicarakannya, masalahnya menjadi pertimbangan bersama, maka monyet pun memijak punggung anda berdua. Namun saaat anda mengatakan “Biar saya pikirkan dulu, nanti saya beri kabar,” beban di punggung anda menjadi berlipat sementara staff anda pergi dengan beban 20 Kg lebih ringan. 

Pak Dadang Mensyukuri Pekerjaannya : Part 2

Blog Sing Biasane datang lagi dihadapan anda, setelah seminggu tak bersua. This week I wil  continue last week post, there is i post about grateful with our job Sudah pada baca kan, atau lupa… yuk balik dulu. Kalo sudah, ayo lanjut – ada 5 efek samping jika kita selalu bersyukur, minggu ini sisa 3 hal tersebut akan diteruskan. Supaya kita benar-benar menyadari betapa berharganya pekerjaan yang kita miliki, agar tidak menyesal saat kehilangannya.

3. Rasa syukur melahirkan keikhlasan. Jangan salah kaprah. Ikhlas itu tidak sama artinya dengan tidak dibayar. Kita semua berhak untuk mendapatkan bayaran yang sepadan atas pekerjaan atau kontribusi yang kita berikan. Ikhlas itu berkaitan dengan sikap mental ketika kita menerima penugasan atau kondisi-kondisi tertentu yang belum tentu sesuai dengan keinginan kita. 

Orang ikhlas itu jarang mengeluh. Tidak ada yang bisa kita dapatkan dari keluhan pada pekerjaan. Justru dengan keluhan itu hati kita semakin lelah. Dan untuk bisa ikhlas, kita butuh rasa syukur. Mengapa? Karena keikhlasan dilahirkan dari rasa syukur atas setiap anugerah yang kita terima melalui pekerjaan yang kita dapatkan.

4. Rasa syukur mendorong untuk berprestasi. Bayangkan Anda adalah orang yang memiliki ketiga indikator ini; bahagia, tabah, dan ikhlas. Apakah dengan ketiga indikator itu Anda bisa mencapai prestasi tertinggi di tempat kerja? Yes, tanpa keraguan sedikitpun. Mengapa? Orang-orang yang bahagia bekerja tanpa beban sehingga semua energy yang dimilikinya didedikasikan tanpa gangguan. Maka bersyukurlah atas pekerjaan Anda, karena dengan rasa syukur itu Anda bisa mengukir prestasi yang lebih tinggi lagi.

Pak Dadang Mensyukuri Pekerjaannya : Part 1


Udah pada kenal Pak Dadang?,he he karena banyaknya nama ’Dadang’ di Indonesia, khususnya Jawa Barat – jadi saya yakin anda mengenal orang yang bernama ’Dadang’. Kalau yang akan dibahas rizalarable di Blog Sing Biasane ini adalah Dadang Kadarusman –Trainer dan penulis buku tentang ’Natural Intelligence’ seperti janji saya di postingan Yoi, Memang Berat. Emang janji apa zal, nggak tahu tuh?. Mangkanya liat dong postingan 2 minggu yang lalu...monggo

Jadi pada saat itu, saya janji untuk belajar bersama untuk memahami arti dari mensyukuri pekerjaan. Kebetulan saya pernah membaca artikel dari Kang Dadang dari email Inspirasi Indonesia, yuk kita dengar penuturannya yang telah disarikan oleh rizalarable.

 Kita pasti pernah melihat atau mendengar banyak sekali orang yang mengeluhkan tentang pekerjaannya. Alasannya pun beragam macam. Ada yang soal gaji rendah. Teman yang tidak bersahabat. Atasan yang pilih kasih. Karir yang tidak naik-naik. Dan seribu satu alasan lainnya. 

Makanya, tidak heran jika setiap pagi rasanya berat sekali untuk berangkat ke kantor. Setelah tiba di kantor juga tidak bersungguh-sungguh mencurahkan seluruh kemampuan. Datang kesiangan, pulang kegesitan. Seakan-akan kita ini tidak membutuhkan pekerjaan itu. 

Sekarang, coba bayangkan; bagaimana seandainya besok pagi kita kehilangan pekerjaan itu? Apakah hidup Anda akan tetap baik-baik saja? Hmmmh, barangkali ini adalah saat yang tepat untuk kembali mensyukuri pekerjaan yang saat ini kita miliki. Sudahkah Anda mensyukuri pekerjaan pagi ini? Dalem banget deh pertanyaan ini.

Angkat tangan kanan katakan saya!

Itu adalah seruan fasilitator UTHB untuk menyemangati dan membangkitkan komitmen peserta. Sudah 2 kali saya ikut pembelajaran praktis UTHB (yang pertama saya posting di Fisikku Dikuras), tapi waow masih terasa dahsyat!. Banyak materi-materi yang disampaikan untuk kedua kali dan jadi lebih mengerti. 

Paling suka dengan keceriaan di UTHB, apa itu? Senam!, iya bener…..senam. Jadi peraturan di UTHB, waktu masuk ruangan harus dengan berlari dan langsung dilanjutkan dengan senam bersama – ceria banget deh pokoke. Baidewe isi materinya mantep-mantep dan disampaikan dengan cara yang oke punya. 

Kali ini saya mau sharing mengenai gambar ini

Tahu gak maksudnya? Gini ceritanya, waktu hidup kita pasti akan terbagi 3 masa: masa lalu, masa kini dan masa datang. Masa lalu adalah masa yang telah kita lewati, walaupun baru melewatinya 1 detik – tetap dikatakan masa lalu. Masa lalu berisi hal-hal atau aktivitas yang telah kita pilih dan jalani, hasilnya yang  anda rasakan sekarang ini.

Gimana sudah terasa……… ya, coba rasakan pakaian yang anda kenakan, perhatikan gadget yang anda pegang, periksa isi dompet anda. Nah! Itulah hasil pilihan anda di masa lalu, hasil kerja anda di masa lalu, aktivitas anda di masa lalu. Anda telah berbuat baik, atau berbuat buruk, akan tercermin di keadaan sekarang ini.

Yoi, Memang Berat


Iya bener ini minggu yang berat, Cuma gak seberat di bulan Agustus yang saya posting di Fisikku Dikuras karena ada happy ending cos saat itu saya ikutan UTHB – sebuah pembelajaran yang dahsyat..  Kali ini situasinya beda, istri saya ke Dumai (+ 6 jam dari Pekanbaru) selama seminggu. Jadinya saya sendirian di rumah. Lha terus… apa nih yang berat??

Yang berat pastinya dipikul, dijinjing bisa lebih ringan, tapi kalo sama-sama berat mending dipaketin aja lah…tul nggak? Makan….makan sendiri, minum…..minum sendiri, tidur….aku sendiri  nyuci baju …..di londri…. He he. Halah malah nyanyi….lagunya lebay dan jadul pula. Tapi bener-bener berat men, nyok abang ceritain dibawah ini.

Minggu sore setelah istri saya berangkat, di mulailah tantangannya…. Tidur gak nyenyak cos mikirin londri yang harus di packing/ diplastikin + dianter lagi malamnya. Makan malam aja baru bisa di jam 21.00 hufss keren hari ini…ujarku. Senin pagi gak ada sarapan \, oke doesn’t matter langsung berangkat.

Pulang kerja langsung berjibaku dengan bersih-bersih dan rapi-rapi rumah, habis sholat maghrib -  mulai lagi ngatur londrian (bisnis kecil-kecilan kami). Milah-milah hasil setrikaan, mlastikin, buat nota dan anterin, karyawan londri hanya bertugas mencuci, jemur, setrika dan melipat….proses selain itu biasanya yang kerjain istri saya dari siang hari – jadi pas sore saya dateng kerja bisa istirahat dulu. Malam hari saya bisa nganterin tuh londrian, dan proses tadi bisa berlangsung 3 jam loh…kebayangkan capeknya.

Belum lagi kalo ada yang minta diambil cuciannya, waduhhh… tapi harus tetap dijalanin cos gak mau banget kalo pelanggan jadi kecewa. Hari Rabu malam saya ada jadwal liqo/ ngaji, jam 20 kurang harusnya sudah berangkat ke lokasi. Tapi ini saya berangkat ke warung nasi goreng, laperr… seharian kerja terus. 

Pujian adalah Teror!!

Wash!! Byuh!..........gila gila lama banget gak nulis, posting dan update Blog Sing Biasane. Udah berapa juta pengunjung nih yang kecewa dengan saya….jangan lebay plis. Minta maaf sebelumnya kepada pengunjung setia Blog Sing Biasane karena tingkat kemalasan dan kesibukan saya yang cukup tinggi jadinya bulan Februari full gak ada postingan.

Kembali ke laptop! He he Tukulers banged. Sesuai dengan judul kali ini saya akan memuji sekaligus meneror HAH HAH HAH (tawa Raja :mode on).  Judul diatas adalah seberkas kata-kata yang saya dapat dari seorang teman kerja - saat itu kami sedang bermain futsal. 

Kita tahu bahwa futsal adalah olah raga yang banyak digemari oleh kaum pria dari semua usia….ntar ntar ini kok malah bahas futsal. ya lah ya lah..

Saat itu saya sedang bertugas menjadi kiper, dan teman saya – sebut saja Panji namanya. Selalu meneriakkan kata-kata hinaan kepada saya. Apalagi saat bola berhasil melewati sergapan, tangkapan dan hadangan saya dan masuk ke gawang……..goal!. 


Walaupun dia ngomongnya pake ketawa-ketawa tapi dongkol juga mendengar kata-kata dari Panji yang berbau offside ini, but I still calm cos I know he’s try to boil me – yang penting jangan rasis, diskriminatif, pesimis, politis dan komunis…….iki ngomong opo. GJ! Gak jelas.

Di akhir pertandingan sambil ketwa-ketawa dia ngomong  “Pujian adalah teror, Bro” , dan saya ‘still thinking’ with that word ……or quote ya?. Jadi kalo dia tadi memuji kepahlawanku menjaga gawang, artinya dia meneror saya – terpaksa Densus 88 akan datang kesini. So dia berusaha dengan berat hati untuk mengeluarkan kata-kata hinaan, umpatan dan makian, padahal sebenarnya dia ikut membangun fokus dan kesigapanku.

Barusan Pulang

Friendship