M.e.r.a.s.a.T.u.a

2 minggu yang lalu saya iseng-iseng ndengerin list rekaman/ recorder di hp, eh nemu 2 rekaman yang memang sengaja untuk menjadi bahan Blog Sing Biasane ini. Di awali dengan kata-kata ‘merasa tuahhhh’ yang serak dan menyerapkan…..eh menyeramkan – kemudian saya tumpahkan sumpah serapah serakah sejarah….., walah lebay wis. Oke oke (( gini ceritanya.

Di semester 1 tahun 2011, istri saya rutin memberikan pengajaran tambahan (les) untuk siswa SMP kelas 3. Mereka mulai tiap hari ba’da isya  hingga pukul 9 malam, di jam tersebut terpaksa TV gak boleh dinyalakan – ntar mereka gak konsen. Saya pun hanya di kamar untuk baca buku, maen game atau online. 


Suatu hari istri saya membacakan salah cerita lucu mengenai Gus Dur dari buku koleksi kami ‘Presiden Dur yang Gus itu’. Setelah satu cerita selesai, Kiki (anak les) tanya “Gus Dur tuh siapa Te (tante)?” *Saya:Diengg!  jungkir balik*

Ntar ntar saya ulangi lagi ya, mungkin salah baca….“Gus Dur tuh siapa Te?”,(eh sama ternyata, lanjut bang)  “Kok kamu nggak tahu”? tanya istri saya penuh selidik (kayak cerita detektif deh). Setelah merenung sejenak, wangsitpun mengatakan: Buku sejarah belum menuliskan Gus Dur di dalamnya, Kiki yang lahir tahun 1996 – masih berumur 3 tahun saat Gus Dur menjadi ketua NU dan Presiden Indonesia. Jelas dia gak paham…………

Dari situ saya langsung terhenyak dan berkata dalam hati “Aku sudah tua ya…”, terasa sekarang bagaimana perasaan orang tua yang saya liat, …emang apa perasaannya zal? pengen muda lagi he he.

Pindah tempat…***********************

Meneladani Entrepreneurship

Mengapa di AlQuran dan Hadits sedikit sekali dibahas mengenai dunia entrepreneurship? Padahal di point ke #3 posting minggu lalu Nabi bersabda bahwa "9 dari 10 bagian kehidupan adalah perdagangan". 

Ustad di tempat saya ngaji pernah menyampaikan hal ini, jaman dulu hampir semua orang mata pencahariannya adalah pedagang atau jualan, petani juga jualan, peternak juga jualan, pengrajin juga jualan, mungkin yang enggak adalah pegawai pemerintahan dan fakir miskin. Selain pedagang, mereka juga berdakwah – jadi kewajiban mengingatkan dilakukan oleh semua orang. Sehingga Da’i sebagai profesi jelas tidak ada, karena memang berdakwah adalah suatu keharusan.

 Oke, melanjutkan pembahasan Blog Sing Biasane minggu lalu -  mari kita tengok 4 point Muhammad sebagai pedagang karya Ippho Santosa  dibawah ini. Untuk meneladani semangat Entrepreneurship Beliau.

#6 Barang siapa yang merasa bahagia jika dilebihkan umur dan rezekinya, hendaklah ia bersilaturahim.
Orientasi bisnis terhadap kepercayaan (bukan materi) akan membawa keberkahan, itulah manfaat vertikalnya. Hebatnya, kepercayaan juga membuahkan manfaat horizontal, yakni pengukuhan silaturahim. Karena kepercayaan akan menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi kedua belah pihak untuk menjalin serta melanggengkan hubungan. Istilahnya kepercayaan dulu baru silaturahim.

Islam tidak menghalangi entrepreneur untuk mendapatkan rezeki dalam bentuk materi. Paradigman ini perlu dipahami sungguh-sungguh. Apa yang kami ketahui, pencapaian materi adalah output akhir, setelah entrepreneur melintasi proses yang menitikberatkan keberkahan, kepercayaan dan silaturahim.

Hikmahnya keberkahan, kepercayaan dan silaturahim itu adalah bunga, sedangkan pencapaian materi itu adalah rumput. Jika menanam rumput akan tumbuh rumput, jika menanam bunga akan tumbuh bunga dan rumput.

#7 Sampaikanlah kabar gembira dan jangan menakut-nakuti
Al Quran jelas-jelas menyerukan, “Janganlah engkau mengambil harta sesama dengan cara yang bathil, kecuali dengan perniagaan yang berdasarkan kesukarelaan antara satu sama lainnya.” Dalil tersebut menunjukkan bahwa kesukarelaan merupakan asas mutlak bagi entrepreneur dan konsumen dalam bertransaksi.

Sang Khalifah juga Pedagang Bro!


Masih mencoba membuat judul yang unik, sebenarnya agak confused juga - mohon masukannya Bro, untuk keunikan dan kesesuaian judul dengan isinya. Setelah posting sebelumnya rizalarable membicarakan mengenai bisnis dan disana saya tuliskan tips dari Sang Nabi, kali ini Blog Sing Biasane akan mencoba merensensi buku mengenai Dagang…….haiyah podo ae. Sang Khalifah yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sang Nabi di Buku Bang Ippho Santosa yang berjudul Muhammad sebagai Pedangang akan saya coba rangkumkan dan sarikan untuk anda pengunjung Blog Sing Biasane.

#1 Mulailah dengan yang Kanan
Mulailah dengan yang kanan, itulah petuah Nabi Muhammad. Penafsirannya menurut kami, “Mulailah dengan otak kanan,” atau, “Utamakan otak kanan”. Yang ini mah emang trade marknya Bang Ippho, hingga namanya pun ada embel-embel ‘right’ .Sekedar catatan, kami mengamati kultur Islam, Nasrani, bahkan Indonesia familier dengan serentetan istilah serba kanan yang seluruhnya identik dengan kebaikan.

Malah dalam bahasa Inggris kebetulan kata ‘kanan’ dan kata ‘benar’ sama-sama diterjemahkan menjadi ‘right’. Maka, bolehlah kami berasumsi bahwa kanan itu hampir selalu benar. Lebih lanjut, dalam bahasa Inggris kebetulan pula kata ‘kiri’ dan kata ‘tertinggal’ sama-sama diterjemahkan menjadi ‘left’. Maka bolehlah kami berasumsi bahwa kiri itu hampir selalu tertinggal. ‘Kanan’ ini bisa diartikan otak kanan atau kreativitas, kalau mau tahu lebih mengenai ‘Kanan’ coba baca buku-buku karya Ippho – puas-puasin deh.

#2 Setiap Orang adalah Pemimpin
Dalam melakukan aktiviasnya Nabi menerapkan metode duplikasi, maksudnya ia memilih cara-cara yang sangat alami, sangat manusiawi, bisa diteruskan, dan bisa ditiru (duplicability), baik sebagai Nabi, entrepeneur, panglima perang, kepala negara maupun kepala rumah tangga.

Dan bersabdalah Sang Nabi suatu ketika, “Setiap orang adalah pemimpin.” Itu artinya, setiap orang adalah teladan. Karena kami percaya sepenuhnya, kepemimpinan yang baik hanya dapat dicapai melalui keteladanan yang baik. Tidak perlu dipertikaikan lagi, dengan sintetis dan metode duplikasi, Sang Nabi adalah teladan yang tiada duanya.

Bisnis ala Kadarnya

Minggu kemaren, ada teman yang menyarankan untuk memberikan judul yang menarik dan unik di setiap postingan Blog Sing Biasane. Lha hari ini saya coba dengan judul diatas, he he – apakah anda salah satu orang yang mengunjungi rizalarable dari judul itu? Isi box komentar ya, supaya Blog yang biasa ini bisa menjadi luar biasa…aammiin.
 Berbicara mengenai bisnis-walaupun saya bukan seorang pengusaha (masih merintis sih) tapi sebenarnya mana ada model bisnis yang ala kadarnya,……………. apalagi ala kazam!, ala mak!, alay deh…wis gendeng polpolan. Yang ada tuh ala Chef, lha! ini malah acara memasaknya Farah Quinn, uwonge mbois esh,,,,. Wis mblarah kemana-mana, kalau tak gendong sih gpp kemana-mana – wis cukup cukup!.

Sekarang ini menjadi bisnisman atau pengusaha atau wiraswasta atau entrepreneurship tampaknya  memang tengah digandrungi banyak orang dan tentu saja ini layak disyukuri. Dengan banyaknya usaha-usaha baru yang didirikan, Indonesia bisa menjadikan bangsa mandiri, produktif  dan menyerap banyak tenaga kerja.

Sebagaimana firman Allah di QS. At Tin (95:4) "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya". Dari ayat ini kita bisa tahu bahwa Tuhan YME telah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya (halah podo ae ayat'e) dan di QS. Ali Imran (3:110) Allah berfirman “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah”. Wah yang terakhir ini benar-benar menunjukkan bahwa Tuhan YME  telah melabeli kita sebagai umat yang terbaik.

Barusan Pulang

Friendship