Money or Happiness

Yeahhh! Meet again with the ordinarily blog, the blog who author is rizalarable. Cukup englishnya….ntar malah ruwet yang baca (yah nyalahin orang!) sorry friend, doain aja tahun depan mungkin bisa dicoba posting pake english. Supaya meng international lah, think globaly act locally…uih mantep. Kembali ke laptop!..pilihan lagi nih, duit ato kesenangan? katanya Pakdhe Tung (Desem) “punya uang dulu baru membuat diri merasa bahagia”. Mario Teguh “Mau bahagia? Lakukan sekarang, nggak usah nunggu apa-apa”.

Binggung ya…he he – apalagi I am, gini loh sebenarnya secara garis besar aktivitas seseorang dihadapkan pada dua pilihan. Aktivitas yang memang sudah menjadi hobi/ kesukaan atau yang kedua aktivitas yang berpotensi menghasilkan uang. Keduanya sebenarnya jadi pilihan sulit, bagus juga kalo kita melakukan aktivitas yang menjadi kesukaan kita dan itu menghasilkan uang yang deras….piunginnnn.

Beberapa orang menganjurkan untuk tidak memikirkan uang terlebih dahulu, karena derasnya aliran uang bergantung dengan kepedulian kita untuk mengelola aktivitas yang telah dibangun. Saya paham, semua orang tertarik dengan uang, saya juga. Tapi, tidak bisa juga memaksakan diri untuk terjun menggeluti hal yang tidak kita sukai, meski sumber air mengalir deras disitu. Sebaliknya, kita akan lebih termotivasi dan mudah menciptakan hal hal baru dan menarik jika kita menekuni hal yang kita sukai.

Jangan sampai anda memaksakan diri memilih aktivitas yang profitnya potensial tapi pada akhirnya anda bosan. Karena, anda merasa tersiksa menjalankan yang bukan pilihan hati anda.

Di Hukum Petani : Part 2

Yo yo yo…welcome back to Blog Sing Biasane - The Ordinarily Blog, udah nemu bahasa inggrisnya nih. Masih melanjutkan hukuman di minggu sebelumnya, apaan tuh? ‘Di Hukum Petani’!... ojo mbleyer lah jon. Kebiasaan-kebiasaan petani yang bisa kita cermati, akan rizalarable teruskan. Di Part 1 ada 3 kegiatan dan kali ini akan diteruskan 3 kegiatan berikutnya…semoga bisa menjadi inspirasi bagi Anda.

 Keempat, tahu nggak kalo para petani (peternak juga) sekarang ini jarang dan jarang banget mencoba menanam sendiri, mencoba dengan caranya merawat sendiri, dia nyuruh-nyuruh orang mengusir hama dengan pikirannya sendiri – bahasa kerennya trial and error. 

Kebanyakan dari mereka selalu bertanya:, bertanya ke Orang Tuanya, ke Pamanya, temannya mengenai pengetahuan/ilmu bertani (berternak juga) dan biasanya mereka sewaktu kecil juga melakukan hal tersebut. Sehingga proses menjadi tahu adalah dengan bertanya dan praktek langsung.

Masih yang keempat, Beberapa petani – khususnya yang modern mengikuti pembelajaran dan pelatihan untuk lebih meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya. Pastinya mereka harus bayar untuk mengikutinya, namun seperti pada kebiasaan kedua – bahwa mereka mempunyai harapan dan keyakinan untuk berhasil/ lebih baik. 


Disana para petani bisa bertemu orang-orang yang telah berhasil di bidang pertanian/ peternakan atau ilmuwan di bidang yang sama. Sehingga dengan bertemu dan berdiskusi  dengan orang-orang tersebut, pengetahuan dan semangatnya pasti meningkat.

Di Hukum Petani : Part 1

“Aku ini mungkin waktu kecil enggak hidup di desa ya, jadi beda sama tetangga-tetangga kalo liburan gini - ada aja yang dikerjakan. Ya bersihin rumput, selokan, menanam, merapikan lingkungan lah…kalo aku ya mending istirahat-cangkrukan lihat TV ato main game – pokoke leyeh leyeh lah” tanyaku ke istri. “Kamu tuh bukannya enggak dari desa, tapi emang males” jawab istrinya dengan memberikan contoh tetangga dan teman lainnya. Huhh jadi malu deh….

Kenapa saya mengandaikan aktivitas menanam, bersihin rumput, selokan dengan kehidupan desa? Karena itu adalah pekerjaan sebagian besar penduduk desa, PETANI! . Yups, negara agraris ini telah menghasilkan berjuta-juta petani di seantero nusantara, yang telah mensupplai kita beras, rempah, palawija, daging, ikan, sayur-mayur serta buah-buahan.

Terima kasih kita ucapkan kepada seluruh petani di Nusantara ini, dengan kerja kerasnya telah sukses menyediakan berbagai macam hasil pertanian yang tiada hentinya dan atas seizin Sang Pencipta pastinya. 


Selama berabad-abad petani telah menemukan bentuk atau metode atau kebiasaan yang ternyata kalo kita cermati jadi sangat menarik, kebiasaan petani ini juga pernah dibahas oleh James Gwee di buku “Setiap Orang Sales harus baca buku ini” dan saya akan men-sari-kannya untuk anda.

Yuk, kita mulai dari yang pertama,

Barusan Pulang

Friendship