Brand Benefit : Part 1

Bagi temen-temen yang saat ini ada keinginan untuk memulai suatu usaha khusunya yang kecil-kecilan seperti saya atau yang sedang-sedangan (maksudnya di atas kecil) perlu nih untuk mengerti mengenai brand, dari hasil saya menjajah situs/ blog/ web – mulai mengerti yang namanya brand. Karena saya percaya konsumen bisa tertarik dengan suatu produk/ jasa hanya dengan mendengar namanya saya….ini yang manteb.
 
Karena saat anda menawarkan sebuah produk/ jasa (brand) kepada customer, sebenarnya ada banyak fakor yang dapat anda tawarkan namun yang terpenting bagi customer bukan produknya tetapi value yang dia dapatkan dari membeli sebuah produk, jadi…. produk/ brand adalah janji akan sesuatu yang akan mereka dapatkan.

Sekarang berpindah ke rumusan value, apa itu value bagi customer, value bagi customer adalah apa yang akan dia dapatkan berbanding dengan apa yang harus dia bayar untuk mendapatkan produk tersebut atau istilah teknisnya adalah get dibanding give. Get adalah apa yang akan dia dapatkan sedangkan give adalah apa yang harus dia bayar untuk mendapatkan suatu produk. 


Seperti misal brandnya Honda…walah kurang keren – Jam Rolex deh, so value  apa yang ia dapatkan, ia akan mendapatkan produk jam yang sangat bekualitas dan juga sangat membanggakan, gengsinya tinggi – itu kalau Rolex. Tapi dia harus give, dia harus membayar dengan harga minimal 15 juta per piece (harganya sama Honda Supra). Jadi value bagi pembeli jam Rolex adalah kualitas dari produk dan gengsi yang akan dia dapatkan berbanding dengan harga yang harus dia bayarkan.

Berpindah ke rumusan pemasaran, bahwa get atau apa yang akan didapatkan oleh customer terdiri dari 2 komponen besar: 1. Functional Benefit dan 2. Emotional Benefit. Functional Benefit adalah manfaat-manfaat fungsional/rasional yang didapatkan seorang pembeli dari membeli sebuah produk. 


Seperti misalnya kita memberli mobil, maka functional benefit yang kita dapatkan adalah alat transportasi – functional benefitnya adalah problem solving benefit  dari pembelian sebuah produk/ brand. Tapi kalo kita membeli mobil ……katakanlah untuk lebih keren atau lebih muda dan dikagumi teman-teman itu disebut sebagai emotional benefit, jadi mobil tersebut tidak hanya mempunyai functional benefit tapi juga emotional benefit.

Emotional benefit dibagi menjadi 2 komponen besar, ada yang sifatnya Personal dan ada yang sifatnya Self Expressive. Emotional benefit yang personal bisa didapatkan misalnya saat anda menggunakan sabun Lux dan waktu anda mandi dengan sabun tersebut anda akan merasa sebagai bintang film kan? Itu yang namanya emotional benefit yang sifatnya personal karena gak mungkin anda mandi di depan orang dengan menunjukkan brand yang anda pakai…Diennnggg– itu sifatnya personal.

Sedangkan self expressive : bertentangan dengan yang pertama tadi. Self expressive adalah manfaat yang didapatkan dengan mempergunakan sutau brand dengan menunjukkan brand tersebut kepada orang-orang banyak. Jadi produk-produk yang sifatnya sosial seperti rokok, mobil, makanan dan fashion/ pakaian adalah produk-produk yang mempunyai emotional benefit yang sifatnya self expressive. 


Suatu produk bisa memenuhi 2 manfaat sekaligus, seperti misalnya kalo anda membeli jeans Banana Republic – emotional benefit yang bersifat personal adalah kalau anda memakai jeans itu anda merasa lebih macho, lebih muda tapi selain itu self expressionnya adalah anda bisa menunjukkan kepada orang lain bahwa anda berjiwa muda dan bisa bergaya dengan jeans  bermerek terkenal.

Oke Friend's sampe disini dulu Part1 : Brand Benefit, minggu depan akan saya teruskan kembali dengan pembahasan mengenai Give dari sisi price dan hider expenses.

'Monkey See, Monkey Do'

Judul diatas saya dapat saat membaca buku Mutasi DNA (Reynald Khasali), lucu ya…saya juga tersenyum saat mengucapkannya. “mangki si, mangki du”; apa yang dilihat monyet, dia akan melakukannya. Apa yang mendasari Bang Reynald menulis istilah itu? Karena banyak dari kita yang hanya ikut-ikutan, kalau hal baik lumayan – lha kalau hal yang jelek???.


Dengan alasan teman saya melakukan ini, ayah saya melakukan ini, atasan saya melakukan ini, saya pun akan melakukan ini. Sebisa mungkin rumus ATM yang telah basi ini, bisa kita praktekkan kembali. Amati, Tiru dan Modifikasi, gak salah memang ikut-ikutan tapi akan lebih baik kalau memakai cara anda dan anda memberikan tambahan/ hasil yang jauh lebih baik.


Supaya gak seperti monyet, manusia memerlukan kreativitas dan inovasi. Dan hal itu memang telah dimiliki manusia dan monyet tidak – walaupun jumlah sel otak monyet tertinggi dari semua binatang. Trus bagaimana caranya supaya kreativitas dan inovasi itu bisa muncul: Sama seperti mengelola beban kerja dan tim anda. Kita juga perlu mengelola otak, dengan memberikan stimulus pemikiran yang tepat, pemikiran yang breakthrough, pemikiran yang nyeleneh dan terus belajar, otak akan menghadiahi anda solusi yang cemerlang bagi setiap permasalahan anda.


Dibanyak tempat kerja, potensi dari sebuah pendekatan yang lebih kreatif jarang digunakan. Jika anda seorang manjer atau pemimpin sebuah tim, baik tim itu kecil atau divisi besar, tak terhitung banyak cara yang menunjukkan bahwa pendekatan yang lebih kreatif dapat menghasilkan tenaga kerja yang lebih bahagia dan suasana kerja yang menyenangkan.


Bantu tim anda untuk tidak terpaku pada rutinitas kerja yang membosankan, caranya? bakar kursinya dengan keinginan-keinginan untuk mencoba dan mendapatkan hal baru. Paksa mereka meminta pertolongan imajinasi untuk mendorong inspirasi dan berkreasi agar mereka dan anda terus tumbuh. Mendapatkan satu gagasan kreatif yang hebat tidaklah cukup, butuh aliran gagasan baru yang tiada habisnya itulah yang berarti.


Seperti yang dikatakan setiap pengusaha sukses, kreativitas dan kemampuan mengemukakan gagasan-gagasan baru adalah hal terpenting bagi keberhasilan pribadi atau organisasi. Sebagaimana Tuen Anders, Manging Partner dari Enterprise IG di Amsterdam, berkomentar: “Anda bisa saja memiliki pabrik terbesar di dunia dan produk terbaik, tetapi jika Anda tidak memiliki gagasan, Anda akan tersisih”. Dan Tony Buzan dalam bukunya ‘Mind Maps at Work’ dalam hal kreativitas menyatakan bahwa “Langit adalah batasnya”. 

Atasanku menantang untuk Korupsi

Once upon a time at meeting room, atasan menantang saya …..eng ing enggg. Nantang apaan nih, tarung zal?  enggak lah: beliau meminta saya untuk menulis mengenai budaya korupsi yang makin parah – apalagi saat ini sedang hangat-hangatnya Gayus pelesiran ke luar negeri. Di satu sisi saya senang cos atasan saya pastinya telah mengunjungi Blog Sing Biasane (BSB) ini, di sisi yang lain saya tertekan untuk merealisasikannya. Ini masalah kepercayaan dan integritas saya sebagai owner, karyawan dan sebagai masyarakat di perumahan saya…..diengg.
 

Beliau bicara “apakah dengan menaikkan gaji pegawai, bisa menurunkan tingkat korupsi”, Sule bicara “oh, tidak bisa”, saya bicara “hempk….mana saya tahu??”. Gak siap nih nulis tema ini - but tetap harus dicoba, cos selama ini posting di BSB aja banyak juga yang dadakan. “Bahas dengan pengertian/ bahasa yang ringan-ringan aja” ucap beliau, wah itu BSB banget : Sederhana dan biasa aja.

Budaya korupsi bisa jadi salah satu penyebab terjadinya kemunduran dan keterbelakangan suatu masyarakat. “Sebuah bangsa akan hancur ketika moralitasnya hancur”, tegas penyair Arab, Syaiquni Beik. Persoalan korupsi di Indonesia ibarat sebuah lingkaran setan yang tidak ketahui ujung pangkalnya, dari mana mengurainya dan bagaimana mencegahnya. Korupsi sudah menjadi bagian dan budaya masyarakat dan telah melibatkan hampir semua orang dan kian merajalela.

Kita mengangap setiap orang-orang di pemerintahan semuanya pasti telah melakukan korupsi, apalagi di masa pemerintahan Suharto. Yang namanya KKN ada dimana-mana, mungkin saat pemerintahan Suharto itu kali – dimulainya praktek korupsi.  Dan kita mengangap juga dengan mengganti pemimpin tertinggi, semua permasalahan (termasuk korupsi) akan bisa diselesaikan. Kita sibuk mencari dan memilih pemimpin yang adil, jujur, tegas, bersih, putih, mengkilap…haiyah tapi sebagai rakyat, masyarakat dan pribadi kita masih menerapkan pola-pola korupsi di kehidupan sehari hari. Yang jualan mengurangi timbangan, polisi tidak menyetor sanksi tilang, yang kerja menambah jam istirahat, pegawai pulang lebih awal, dkk.

Lha terus mengapa koruptor tdak merasa bersalah? .,…………. Hal ini mungkin dikarenakan banyak orang yang melakukannya, berarti sesuatu yang biasa dan kebiasaan itu kemudian menciptakan hak. Jika satu dituntut, semua harus bertanggung jawab. Kalau semua bertanggung jawab bukankah sama dengan tidak ada yang bertanggung jawab? Bener kan.

Persis seperti tindakan penjarahan atau pembunuhan yang dilakukan banyak orang. Dengan melakukan beramai-ramai seolah-olah tindakan itu sah karena semua ikut, untuk kepentingan umum. Siapa yang berani melawan kepentingan umum? Alasan banyak orang yang melakukan -  dijadikan alibi tanggung jawab pribadi dan menjadikan kejahatan menjadi hal biasa. Dan akhirnya kebiasaan jahat membungkam hati nurani.

Free Download

Ujian Pagi

Kali ini saya gak berniat untuk posting, cos sekarang ini hati saya lagi bersedih. Karena tidak ada stock tulisan, jadinya saya baru bisa nulis dan posting di malam hari. Pagi tadi saya kehilangan salah satu alat komunikasi yang bersama saya selama 2 tahun, jarang buat komunikasi sebenarnya. Seringnya untuk aktivitas yang berhubungan internet :  baca e-koran, social networking, chatting dan terakhir ini lagi deman foursquare. 

Tapi kali ini aktivitas tadi udah gak bisa saya lakukan, kan udah gak ada. Gak tahu nih, ini hukuman atau ujian. Harusnya hari ini saya berbahagia cos di tanggal ini adalah hari ulang tahun pernihkahan saya. Tapi karena kita diharuskan untuk berbaik sangka, dan Tuhan seperti apa yang dianggap umatnya. Maka saya memutuskan untuk menganggap ini ujian dan berusaha untuk mengikhlaskannya serta menganggap sedekah (bisa gak ya).

Setelah kehilangan ini istri saya ternyata agak bersyukur, karena beberapa minggu terakhir perhatian saya berkurang karena hanheld ini. Di minggu ini pun saya sempat membaca ’10 Langkah Membuat Hubungan lebih Intim' di web Kompas, salah satunya jangan terlalu sering memegang handphone (ealah handphone tho yang hilang, iyo.... Blackberryku ilang).
 
Saya juga ngerasa kalo sering kali saya mijit-mijit tuh keypad akhir-akhir ini dan jarang ngobrol dengan satu-satunya perempuan di rumah. Saya berharap kejadian ini bisa mengingatkan saya dan keluarga serta teman-teman semua, lebih banyak berkomunikasi dengan orang-orang terdekat – jangan sampai yang diangankan Christian Sugiono di Blog Yahoo OMG terjadi.

So maaf untuk pengunjung Blog Sing Biasane, cos gak bisa memperoleh ‘sesuatu’ yang biasanya anda dapat dengan mengunjungi Blog ini. Untuk mengobatinya saya persilahkan untuk download ebook'tertawalah mumpung masih gratis', karena saya juga bisa tertawa saat membacanya.

Bumi, Blogging dan Uang

Wah ini blogging pertama saya di tahun 2011, sudah hampir 5 bulan di 2010 berkecimpung di Blog Sing Biasane dengan memakai jasa Blogspot. Banyak lah suka duka dan berita yang sudah saya tulis di sini, salah satu posting yang membahas hal itu ada di 1000 pengunjung.

Hari pertama di tahun 2011 atau tanggal 1/11 saya nganterin istri ke pasar, biasanya sih jarang – tapi karena alasan becek…okelah. Pulang-pulang dia ngomong “Kalo semua orang di Pasar kayak aku semua” (berhenti), (saya dalam hati “ntar istriku banyak dong”); “emang kenapa” tanyaku, “Aku nih kalo dikasih tas plastik gak pernah mau~cukup satu yang saya bawa, kalo semua orang begini – sampah plastik bisa dikurangi”. Wah wah pemikiran yang cool, emang friends sampah plastik nih sulit terurai – so cintai bumi dengan hal-hal kecil.

Di moment pergantian tahun saya mencoba peruntungan dengan mengikuti acara blogging OLD & NEW punya kompasiana, jadi member di kompasiana sebenarnya baru di bulan Oktober 2010. Setelah membaca Buku Pak Beye dan Istananya dari hasil postingannya Wisnu Nugraha dan dalam rangka ingin mempromosikan Blog Sing Biasane. Dari kompasiana saya mengetahui bahwa banyak sekali orang Indonesia yang suka, bisa dan pintar menulis – apa aja. Serta di acara old & new blogging saya belajar bahwa judul sangat mempengaruhi orang untuk membaca serta postingan pertama pasti banyak dikunjungi.


Di akhir bulan Desember 2010, teman saya menerima gambar bagus via BBM. Sebenarnya bukan gambarnya yang bagus tapi kata-katanya “Yes, money can’t buy happines but it’s more comfortable to cry in a BMW than on bicycle”….. he he keren kan. Sebenarnya anjuran kaya harta (juga kaya hati dan amal) juga disampaikan oleh Ust.Yusuf Mansyur di buku Dahsyatnya Sedekah, karena “kemiskinan sebenarnya lebih dekat dengan kekufuran” (HR Al Baihaqi). Disamping itu dengan banyak harta diharapkan sedekah kita juga akan meningkat, sehingga banyak orang/ anak-anak akan terbantukan dengan harta kita.

Ayo di tahun Masehi 2011 ini berharaplah sebanyak-banyaknya dan berbuat sebanyak-banyaklah, eksekusi ide-ide anda menjadi aksi yang mengagumkan jangan sampai ide itu menajdi imajinasi. Mari bersama – sama mencanangkan tahun ini menjadi tahu saya seperti kata Mas Joko, Ya! Katakan Tahun 2011 adalah Tahun Saya!!!.............

Barusan Pulang

Friendship