M.e.r.a.s.a.T.u.a

2 minggu yang lalu saya iseng-iseng ndengerin list rekaman/ recorder di hp, eh nemu 2 rekaman yang memang sengaja untuk menjadi bahan Blog Sing Biasane ini. Di awali dengan kata-kata ‘merasa tuahhhh’ yang serak dan menyerapkan…..eh menyeramkan – kemudian saya tumpahkan sumpah serapah serakah sejarah….., walah lebay wis. Oke oke (( gini ceritanya.

Di semester 1 tahun 2011, istri saya rutin memberikan pengajaran tambahan (les) untuk siswa SMP kelas 3. Mereka mulai tiap hari ba’da isya  hingga pukul 9 malam, di jam tersebut terpaksa TV gak boleh dinyalakan – ntar mereka gak konsen. Saya pun hanya di kamar untuk baca buku, maen game atau online. 


Suatu hari istri saya membacakan salah cerita lucu mengenai Gus Dur dari buku koleksi kami ‘Presiden Dur yang Gus itu’. Setelah satu cerita selesai, Kiki (anak les) tanya “Gus Dur tuh siapa Te (tante)?” *Saya:Diengg!  jungkir balik*

Ntar ntar saya ulangi lagi ya, mungkin salah baca….“Gus Dur tuh siapa Te?”,(eh sama ternyata, lanjut bang)  “Kok kamu nggak tahu”? tanya istri saya penuh selidik (kayak cerita detektif deh). Setelah merenung sejenak, wangsitpun mengatakan: Buku sejarah belum menuliskan Gus Dur di dalamnya, Kiki yang lahir tahun 1996 – masih berumur 3 tahun saat Gus Dur menjadi ketua NU dan Presiden Indonesia. Jelas dia gak paham…………

Dari situ saya langsung terhenyak dan berkata dalam hati “Aku sudah tua ya…”, terasa sekarang bagaimana perasaan orang tua yang saya liat, …emang apa perasaannya zal? pengen muda lagi he he.

Pindah tempat…***********************

Meneladani Entrepreneurship

Mengapa di AlQuran dan Hadits sedikit sekali dibahas mengenai dunia entrepreneurship? Padahal di point ke #3 posting minggu lalu Nabi bersabda bahwa "9 dari 10 bagian kehidupan adalah perdagangan". 

Ustad di tempat saya ngaji pernah menyampaikan hal ini, jaman dulu hampir semua orang mata pencahariannya adalah pedagang atau jualan, petani juga jualan, peternak juga jualan, pengrajin juga jualan, mungkin yang enggak adalah pegawai pemerintahan dan fakir miskin. Selain pedagang, mereka juga berdakwah – jadi kewajiban mengingatkan dilakukan oleh semua orang. Sehingga Da’i sebagai profesi jelas tidak ada, karena memang berdakwah adalah suatu keharusan.

 Oke, melanjutkan pembahasan Blog Sing Biasane minggu lalu -  mari kita tengok 4 point Muhammad sebagai pedagang karya Ippho Santosa  dibawah ini. Untuk meneladani semangat Entrepreneurship Beliau.

#6 Barang siapa yang merasa bahagia jika dilebihkan umur dan rezekinya, hendaklah ia bersilaturahim.
Orientasi bisnis terhadap kepercayaan (bukan materi) akan membawa keberkahan, itulah manfaat vertikalnya. Hebatnya, kepercayaan juga membuahkan manfaat horizontal, yakni pengukuhan silaturahim. Karena kepercayaan akan menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi kedua belah pihak untuk menjalin serta melanggengkan hubungan. Istilahnya kepercayaan dulu baru silaturahim.

Islam tidak menghalangi entrepreneur untuk mendapatkan rezeki dalam bentuk materi. Paradigman ini perlu dipahami sungguh-sungguh. Apa yang kami ketahui, pencapaian materi adalah output akhir, setelah entrepreneur melintasi proses yang menitikberatkan keberkahan, kepercayaan dan silaturahim.

Hikmahnya keberkahan, kepercayaan dan silaturahim itu adalah bunga, sedangkan pencapaian materi itu adalah rumput. Jika menanam rumput akan tumbuh rumput, jika menanam bunga akan tumbuh bunga dan rumput.

#7 Sampaikanlah kabar gembira dan jangan menakut-nakuti
Al Quran jelas-jelas menyerukan, “Janganlah engkau mengambil harta sesama dengan cara yang bathil, kecuali dengan perniagaan yang berdasarkan kesukarelaan antara satu sama lainnya.” Dalil tersebut menunjukkan bahwa kesukarelaan merupakan asas mutlak bagi entrepreneur dan konsumen dalam bertransaksi.

Sang Khalifah juga Pedagang Bro!


Masih mencoba membuat judul yang unik, sebenarnya agak confused juga - mohon masukannya Bro, untuk keunikan dan kesesuaian judul dengan isinya. Setelah posting sebelumnya rizalarable membicarakan mengenai bisnis dan disana saya tuliskan tips dari Sang Nabi, kali ini Blog Sing Biasane akan mencoba merensensi buku mengenai Dagang…….haiyah podo ae. Sang Khalifah yang tidak lain dan tidak bukan adalah Sang Nabi di Buku Bang Ippho Santosa yang berjudul Muhammad sebagai Pedangang akan saya coba rangkumkan dan sarikan untuk anda pengunjung Blog Sing Biasane.

#1 Mulailah dengan yang Kanan
Mulailah dengan yang kanan, itulah petuah Nabi Muhammad. Penafsirannya menurut kami, “Mulailah dengan otak kanan,” atau, “Utamakan otak kanan”. Yang ini mah emang trade marknya Bang Ippho, hingga namanya pun ada embel-embel ‘right’ .Sekedar catatan, kami mengamati kultur Islam, Nasrani, bahkan Indonesia familier dengan serentetan istilah serba kanan yang seluruhnya identik dengan kebaikan.

Malah dalam bahasa Inggris kebetulan kata ‘kanan’ dan kata ‘benar’ sama-sama diterjemahkan menjadi ‘right’. Maka, bolehlah kami berasumsi bahwa kanan itu hampir selalu benar. Lebih lanjut, dalam bahasa Inggris kebetulan pula kata ‘kiri’ dan kata ‘tertinggal’ sama-sama diterjemahkan menjadi ‘left’. Maka bolehlah kami berasumsi bahwa kiri itu hampir selalu tertinggal. ‘Kanan’ ini bisa diartikan otak kanan atau kreativitas, kalau mau tahu lebih mengenai ‘Kanan’ coba baca buku-buku karya Ippho – puas-puasin deh.

#2 Setiap Orang adalah Pemimpin
Dalam melakukan aktiviasnya Nabi menerapkan metode duplikasi, maksudnya ia memilih cara-cara yang sangat alami, sangat manusiawi, bisa diteruskan, dan bisa ditiru (duplicability), baik sebagai Nabi, entrepeneur, panglima perang, kepala negara maupun kepala rumah tangga.

Dan bersabdalah Sang Nabi suatu ketika, “Setiap orang adalah pemimpin.” Itu artinya, setiap orang adalah teladan. Karena kami percaya sepenuhnya, kepemimpinan yang baik hanya dapat dicapai melalui keteladanan yang baik. Tidak perlu dipertikaikan lagi, dengan sintetis dan metode duplikasi, Sang Nabi adalah teladan yang tiada duanya.

Bisnis ala Kadarnya

Minggu kemaren, ada teman yang menyarankan untuk memberikan judul yang menarik dan unik di setiap postingan Blog Sing Biasane. Lha hari ini saya coba dengan judul diatas, he he – apakah anda salah satu orang yang mengunjungi rizalarable dari judul itu? Isi box komentar ya, supaya Blog yang biasa ini bisa menjadi luar biasa…aammiin.
 Berbicara mengenai bisnis-walaupun saya bukan seorang pengusaha (masih merintis sih) tapi sebenarnya mana ada model bisnis yang ala kadarnya,……………. apalagi ala kazam!, ala mak!, alay deh…wis gendeng polpolan. Yang ada tuh ala Chef, lha! ini malah acara memasaknya Farah Quinn, uwonge mbois esh,,,,. Wis mblarah kemana-mana, kalau tak gendong sih gpp kemana-mana – wis cukup cukup!.

Sekarang ini menjadi bisnisman atau pengusaha atau wiraswasta atau entrepreneurship tampaknya  memang tengah digandrungi banyak orang dan tentu saja ini layak disyukuri. Dengan banyaknya usaha-usaha baru yang didirikan, Indonesia bisa menjadikan bangsa mandiri, produktif  dan menyerap banyak tenaga kerja.

Sebagaimana firman Allah di QS. At Tin (95:4) "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya". Dari ayat ini kita bisa tahu bahwa Tuhan YME telah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya (halah podo ae ayat'e) dan di QS. Ali Imran (3:110) Allah berfirman “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar dan beriman kepada Allah”. Wah yang terakhir ini benar-benar menunjukkan bahwa Tuhan YME  telah melabeli kita sebagai umat yang terbaik.

Aku Mau Bisa!

Tapi bukannya nanti akan riya’? pertanyaan itu terucap oleh salah satu taklim’ers Piloc Iqro' di Sabtu siang. Salah satu pertanyaan standar tapi memang menggumpal di sebagian taklim’ers, dan memang hal itu terjadi. Ntar ntar…….. supaya gak bingung ini ngomongin apa, saya buka dulu ya: Ini hari rizalarable akan mengaji (mengkaji) mengenai keterpaksaan dan kebiasaan, yang dipersembahkan khusus untuk  taklim’ers di Blog Sing Biasane.


Tiap sabtu siang, ba’da dzuhur kami sengaja mengadakan acara yang di kenal dengan majlis taklim. Supaya agak tidak terlalu formil, maka acara tersebut kami namakan Piloc Iqro'. Nama ini diambil dari gabungan nama Dept. tempat kami bernaung dan tujuan kita. Susunan acara di buat sederhana, isinya juga dibuat ringan, suasana dibuat santai, pokoke gimana caranya taklimers supaya senang dan kontinyu mengikuti.

Salah satu agenda acaranya adalah menghitung ‘amalilah harian’, jadi setiap taklimers bersama-sama membuat target untuk melaksanakan amaliyah hariannya – semisal : tahajud 2 kali seminggu, sholat berjamaah dimasjid 20 kali seminggu, puasa sunnah, dll. Sebenarnya rencana ini bagus, namun karena tidak didukung oleh panitia yang semangat, checklist yang menarik serta rasa nervous yang tinggi bagi sebagian taklimers - cos, ini adalah hal baru. Maka Alhamdulillah rencana ini gagal saat pertemuan berikutnya, gak ada yang setor amalilah harian.

Salah seorang senior di Piloc Iqro' pun mengarapkan semua taklimers bisa melakukan target amaliyah hariannya dengan baik. Dan muncullah pertanyaan itu: “Tapi bukannya nanti akan riya’?”. …… Sebenarnya sih bisa aja- dengan menunjukkan amaliyahnya- seseorang menjadi sombong, congkak dan riya’. Senior itupun menjelaskan bahwa: “mau pilih mana kita hitung amalilah sekarang, atau nanti Allah akan menghitung saat penghisaban.” Dan gak ada yang menyangka lho kalo nanti bisa melakukan semua amalilah-amalilah tersebut dengan baik dan rutin dengan memulainya di hari ini”.

Ini Bukan Kebetulan

Wah alhamdulillah, minggu ini saya dapet hadiah langsung dari Kopiko Brown Coffee – senengnya. Walaupun diluar dugaan, ngiranya 100reben tapi 2reben….. tapi Kopiko membuktikan kalo memang berhadiah duit langsung. Apakah ini pertanda keberuntungan saya hari ini? udah bisa posting di Blog Sing Biasane aja seneng banget, apalagi dapat yang lain. Aammiin

Sebenarnya kalo produk-produk yang lagi ngadain promo dan yang berhadiah langsung uang biasanya memang terbukti, karena jumlah uang yang dihadiahkan dibawah 5 reben. Wah uang hadianya tadi buat apa…… kalo 2reben hmmm beli kopi lagi ajalah he he. Tapi apa benar ini pertanda keberuntungan lainnya akan hadir di hari ini.

Saya adalah salah satu orang yang percaya bahwa ‘keberuntungan bukan kebetulan’, karena kesempatan bisa hadir tiap saat tapi apakah bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya menjadi kebaikan yang tak terduga?. Karena hanya orang-orang yang siap saja yang bisa memanfaatkan kejadian tak terduga dengan sebaik-baiknya. Siapakah orang yang siap? Adalah orang yang telah menciptakan keberuntungannya. Statemen yang sama juga saya ucapkan ke Tim dan kawan saya.

Apakah uang 2reben yang saya terima tadi pagi suatu kebetulan atau campur tangan Tuhan? Siapa yang tahu, trus apa yang menyebabkanya.

Langsung ke TKP

TKP apa nih??....ini bukan kriminal lho, TKP yang ennih bukan sembarangan tapi Tempat Kejadian Patriotisme. Tahu sendiri patriotisme sekarang hanya jadi makanan abdi Negara khususnya Polisi dan Tentara, hmmm Polisi agak enggak juga kali ya. Saya kini mencoba mereportase hasil pantauan kejadian kecil mengenai Patriotisme yang akan di jlentrehkan di Blog Sing Biasane.

NKRI harga mati!!! Itulah semboyan yang tertulis di salah satu tembok Markas Batalyon Arhanudse 13 Dam I/BB di Pekanbaru Riau yang kebetulan dekat rumah saya. Mungkin banyak lagi slogan yang sama di Markas-markas TNI di wilayah lain, karena memang salah satu tugas TNI adalah menjaga keutuhan NKRI.

Tapi apakah memang hanya tugas TNI? Sebagai warga negara dan bangsa harusnya menjaga keutuhan NKRI menjadi tanggung jawab setiap rakyat. Dan kita sebagai WNI jangan segan dan malu untuk berusaha dengan gigih melakukannya walaupun dalam hal kecil ataupun sedikit. Pelaksanaannya pun sebenarnya perlu pembiasaan dan role model, maksudnya sebagai WNI sebisa mungkin melakukan aktivitas cinta Negara dan mencontohkannya ke orang lain – khususnya orang terdekat kita.

Seperti yang saya tengok di TKP, salah satu Taman Kanak-kanak Islam di Jl. Kelapa Sawit Pekanbaru Riau – ‘Dayyinah Kids’, anak-anak usia dini sudah dikenalkan dengan Upacara Bendera, menyanyikan lagu-lagu perjuangan (kemerdekaan), diberi wawasan kebangsaan, menghormati bendera merah putih sebagai simbol negara - dan lebih meriah saat Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Hal yang sepele sebenarnya…….. itu kalo anda melihat sekilas atau sambil lewat, tapi bagi saya yang menyaksikan dari awal hingga akhir – kagum#.

Mie Kerupuk


Wah enak nih, mie goreng dan krupuk – salah satu pasangan yang maknyus jika dihidangkan sebagai penganan Anda. Berbicara mengenai makanan, mie instant dan krupuk untuk sebahagian orang/ penduduk Indonesia sudah menjadi makanan pokok. Minggu ini Blog Sing Biasane mencoba untuk membagi inspirasi dengan melihat salah satu produk makanan ini. 

Suatu hari saya membeli mie instant dan krupuk, seperti gambar disamping. Saat di sandingkan dan dilihat lama….lama….lebih lama…lebih lama….ternyata ada persamaan. Apa itu?.... Harganya!.... .dienggGG – kalo itu mah gak usah dilihat kali, pas beli kan tahu juga. Aneh juga sebenarnya, mie instant dengan kemasan yang sangat bagus, dilengkapi dengan bumbu-bumbunya, bahkan 1 merk bisa tersebar dimana-mana kadang berhadiah pula- harganya Rp. 1.500. Sedangkan krupuk, yang bahannya hanya dari tepung, minyak untuk menggoreng dan plastik seadanya..ternyata harga juga Rp. 1500!!!.#tercengang.

Benar-benar menakjubkan, amazing!!! Mie instant yang bisa mengenyangkan dengan rasa yang bervariasi juga lezat harganya sama dengan krupuk yang berat nya jauh lebih ringan dan tidak mengenyangkan. Pabrik mie instant bisa jadi hanya beberapa, namun produknya bisa tersebar di seluruh indonesia raya, sedangkan krupuk… boro-boro seluruh indonesia, bisa menguasai satu kota aja sudah puas tuh juragannya.

Apa gak rugi tuh pabrik mie instant dengan harga segitu?, 'beta tidak tahu', tapi coba tengok karyawan-karyawan Indomie, Mie Sedap, atau Mie ABC….bejibun banyaknya dan pastinya gaji mereka diatas UMR apalagi staffnya. Atau kita bisa mengira : untungnya gede kali si juragan krupuk, produk yang seperti enntuh# harganya disamakan dengan mie instant. Coba pula lihat ato bayangin aja deh karyawan-karyawati pabrik krupuk……hmmm udah? ……..Trus kalo dibandingin dengan karyawan pabrik Mie, anda pilih yang mana?….. wow pilihan Anda sama dengan pilihan saya.

Money or Happiness

Yeahhh! Meet again with the ordinarily blog, the blog who author is rizalarable. Cukup englishnya….ntar malah ruwet yang baca (yah nyalahin orang!) sorry friend, doain aja tahun depan mungkin bisa dicoba posting pake english. Supaya meng international lah, think globaly act locally…uih mantep. Kembali ke laptop!..pilihan lagi nih, duit ato kesenangan? katanya Pakdhe Tung (Desem) “punya uang dulu baru membuat diri merasa bahagia”. Mario Teguh “Mau bahagia? Lakukan sekarang, nggak usah nunggu apa-apa”.

Binggung ya…he he – apalagi I am, gini loh sebenarnya secara garis besar aktivitas seseorang dihadapkan pada dua pilihan. Aktivitas yang memang sudah menjadi hobi/ kesukaan atau yang kedua aktivitas yang berpotensi menghasilkan uang. Keduanya sebenarnya jadi pilihan sulit, bagus juga kalo kita melakukan aktivitas yang menjadi kesukaan kita dan itu menghasilkan uang yang deras….piunginnnn.

Beberapa orang menganjurkan untuk tidak memikirkan uang terlebih dahulu, karena derasnya aliran uang bergantung dengan kepedulian kita untuk mengelola aktivitas yang telah dibangun. Saya paham, semua orang tertarik dengan uang, saya juga. Tapi, tidak bisa juga memaksakan diri untuk terjun menggeluti hal yang tidak kita sukai, meski sumber air mengalir deras disitu. Sebaliknya, kita akan lebih termotivasi dan mudah menciptakan hal hal baru dan menarik jika kita menekuni hal yang kita sukai.

Jangan sampai anda memaksakan diri memilih aktivitas yang profitnya potensial tapi pada akhirnya anda bosan. Karena, anda merasa tersiksa menjalankan yang bukan pilihan hati anda.

Di Hukum Petani : Part 2

Yo yo yo…welcome back to Blog Sing Biasane - The Ordinarily Blog, udah nemu bahasa inggrisnya nih. Masih melanjutkan hukuman di minggu sebelumnya, apaan tuh? ‘Di Hukum Petani’!... ojo mbleyer lah jon. Kebiasaan-kebiasaan petani yang bisa kita cermati, akan rizalarable teruskan. Di Part 1 ada 3 kegiatan dan kali ini akan diteruskan 3 kegiatan berikutnya…semoga bisa menjadi inspirasi bagi Anda.

 Keempat, tahu nggak kalo para petani (peternak juga) sekarang ini jarang dan jarang banget mencoba menanam sendiri, mencoba dengan caranya merawat sendiri, dia nyuruh-nyuruh orang mengusir hama dengan pikirannya sendiri – bahasa kerennya trial and error. 

Kebanyakan dari mereka selalu bertanya:, bertanya ke Orang Tuanya, ke Pamanya, temannya mengenai pengetahuan/ilmu bertani (berternak juga) dan biasanya mereka sewaktu kecil juga melakukan hal tersebut. Sehingga proses menjadi tahu adalah dengan bertanya dan praktek langsung.

Masih yang keempat, Beberapa petani – khususnya yang modern mengikuti pembelajaran dan pelatihan untuk lebih meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya. Pastinya mereka harus bayar untuk mengikutinya, namun seperti pada kebiasaan kedua – bahwa mereka mempunyai harapan dan keyakinan untuk berhasil/ lebih baik. 


Disana para petani bisa bertemu orang-orang yang telah berhasil di bidang pertanian/ peternakan atau ilmuwan di bidang yang sama. Sehingga dengan bertemu dan berdiskusi  dengan orang-orang tersebut, pengetahuan dan semangatnya pasti meningkat.

Di Hukum Petani : Part 1

“Aku ini mungkin waktu kecil enggak hidup di desa ya, jadi beda sama tetangga-tetangga kalo liburan gini - ada aja yang dikerjakan. Ya bersihin rumput, selokan, menanam, merapikan lingkungan lah…kalo aku ya mending istirahat-cangkrukan lihat TV ato main game – pokoke leyeh leyeh lah” tanyaku ke istri. “Kamu tuh bukannya enggak dari desa, tapi emang males” jawab istrinya dengan memberikan contoh tetangga dan teman lainnya. Huhh jadi malu deh….

Kenapa saya mengandaikan aktivitas menanam, bersihin rumput, selokan dengan kehidupan desa? Karena itu adalah pekerjaan sebagian besar penduduk desa, PETANI! . Yups, negara agraris ini telah menghasilkan berjuta-juta petani di seantero nusantara, yang telah mensupplai kita beras, rempah, palawija, daging, ikan, sayur-mayur serta buah-buahan.

Terima kasih kita ucapkan kepada seluruh petani di Nusantara ini, dengan kerja kerasnya telah sukses menyediakan berbagai macam hasil pertanian yang tiada hentinya dan atas seizin Sang Pencipta pastinya. 


Selama berabad-abad petani telah menemukan bentuk atau metode atau kebiasaan yang ternyata kalo kita cermati jadi sangat menarik, kebiasaan petani ini juga pernah dibahas oleh James Gwee di buku “Setiap Orang Sales harus baca buku ini” dan saya akan men-sari-kannya untuk anda.

Yuk, kita mulai dari yang pertama,

Fisikku Dikuras : Part 2

Wohoi ketemu lagi walaupun terlambat ya, biasa nih sih rizalarable...selalu gini nih. Kali ini Blog Sing Biasane masih melanjutkan pembahasan minggu sebelumnya, kalau ada yang belum baca silahkan ke part 1, jika sudah ayo kita mulai melajutkan...
  
Hari Kamis 11/8, diawali dengan sahur  mie goreng, bali telor, dan tempe. Persiapan berangkat ke bandara terganggu karena dompet saya tertinggal di hotel saat di Bogor, setelah menghubungi sana sini – terakhir adalah ikhlas. Jadwal Pesawat delay 45 menit, katanya sih mau ganti pesawat. Ada ada aja….masih pagi lagi. Nyampe di Pekanbaru nggak lebih dari satu jam langsung kerja, kuat kuat kuattttt. Pulang kerja tepat waktu karena ada acara buka puasa bersama di tempat kerja istri, kuad kuad kuaddd. Pulangnya jam sekitar jam 8.....kuaq kuaq kuaqqq.



Jumat pagi 12/8, rizalarable mengikuti acara pelatihan praktis UTHB – 3 hari selama 11 jam! Aduhhh bakalan letih lemah lesu nih. Trus gak kerja tuh, alhamdulillah Pak Boss ngijinkan cuti mendadak saya – padahal mau alasan sakit, tapi gak jadi daripada sakit beneran. Waowww ternyata acara ini menarik banget, pengetahuan kebangsaan, dan motivasi yang dibalut nilai islam yang sangat kental. Membangun semangat mencintai Allah, Isalam, Muhammad dan saudara-saudara muslim lainnya di Indonesia dan di Dunia. Menggugah semangat memberi dengan mencari sebanyak-banyaknya, metode dan tipsnya pun diberi. Banyak manfaat yang diterima dan gak ada ruginya jika mengikuti.

Fisikku Dikuras

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….. Minggu ini Blog Sing Biasane akan mewartakan (ini EYD lho) mengenai aktivias rizalarable yang kebetulan lumayan padat, buktinya minggu sebelumnya tidak ada posting - karena memang capek banget ...fisik dan otak. Namun karena masih diberi nikmat sehat oleh Allah SWT., sampai hari minggu ini kondisi tubuhnya tetap terjaga. Emang ngapain aja,  langsung aja yuk apa aja sih aktivitasnya rizalarable.

Hari Senin 8/8, aktivitas rutinnya adalah meeting mingguan, meeting ini gak bisa hanya 2 atau 3 jam. Di mulai pukul 10.00 hingga sore mau pulang kerja. So sulit banget untuk melakukan aktivitas lain di luar ruang meeting, karena atasan kami kurang suka dengan peserta meeting yang keluar-masuk ruangan. Sehingga untuk berhubungan dengan bawahan kita lakukan via telp atau chat, walaupun sebenarnya hal ini kurang enak jika dibanding dengan berbicara langsung.  Padahal nih, besok siang saya harus berangkat ke Bogor. So pekerjaan saya hari ini dan bawahan saya harus saya check dan selesaikan, serta mempersiapkan ‘ketidak adaan’ saya di tempat kerja.

Hari Selasa 9/8, sebenarnya saya berencana  hanya bertahan di ruangan dan tidak kemana-kemana sehingga saat pukul 12.00 saat bisa pulang dan ke bandara. Ternyata beberapa teman meminta saya untuk menyelesaikan beberapa tugas, dan alhamdulillah saya pun menyelesaikannya. Pukul 12.xx di rumah, yang harusnya hanya menunggu mobll yang mengantar ke bandara, ternyata harus menunggu lebih lama …..terlambat terlambat datang. 

Maag!.....Sakit Mak!

Hmmm judulnya salah kali ya?....harusnya Mak..sakit Maag? atau Mak!..Sakittt Maag!. tapi biarin lah…. Apalah arti sebuah Judul  (‘nama’ kalee..), eitss sangat berarti lah. Kalau judulnya bagus, pasti banyaklah orang berbondong-bondong membaca. Kali ini rizalarable mencoba mencari peruntungan lagi, IKUTANN LOMBAH!!...setelah minggu kemaren mencoba di Toyota (belum tahu juga hasilnya). Kini Promag juga mengadakan kompetisi penulisan dengan tema “Maag dan Gaya Hidup” khusus bagi member Kompasiana. So, kalau ingin mulai…silahkan ke alenia berikutnya.
 
Sekitar 9 bulan yang lalu saya mengidap penyakit maag, dimana penyakit itu sangat menyengsarakan hidup saya. Dan dari sekian banyak penyakit yang saya rasakan mungkin penyakit itulah yang paling menyakitkan yang pernah saya alami, dimana setiap hampir dua jam sekali maag saya kambuh dan tak tertahankan, sampai – sampai nafsu makan saya hilang.

Jika sudah tidak tertahankan lagi, saya pergi ke tukang urut tradisional. Mungkin sakit maag nggak bisa diselesaikan dari luar kali ya, karena setelah urut penyakit maag saya tidak sembuh juga. Namun saya mencoba untuk menghindari mengkonsumsi obat – obatan untuk sakit saya ini seperti promag,  milanta ataupun sejenisnya.

Karena penyakit yang saya alami sangat menyiksa, sehingga saya sering berkonsultasi kepada teman-teman, orangtua ataupun orang yang pernah mengalami penyakit tersebut, dan banyak anjuran – anjuran yang mereka berikan, semua anjuran tersebut saya lakukan, tapi tak kunjung sembuh juga.


Varian Baru Toyota: Inno Forlux

Dear pengunjung setia Blog Sing Biasane, kali ini rizalarable akan membicarakan mengenai Toyota. Why?  kebetulan di Pekanbaru akan ada launching desain baru dari 3 mobil Toyota yang mengusung tema Toyota Triple Amazing Riau. 3 varian itu adalah Innova, Fortuner dan Hi-Lux, karena itu saya memberikan judul Inno Forlux-yang merupakan gabungan dari ke tiga varian Toyota tersebut. Alasan kedua karena orang-orang disekitar saya banyak yang menggunakan Toyota dan Toyota Manufacturing banyak menginspirasi Pabrik dimana saya bekerja. Yuk kita ikuti ceritanya....
“Gini nih rasanya naik mobil bagus, walaupun duduk di belakang-gak terasa getaran dan goyangannya” ujar Shalhan, salah teman kerja ku yang duduk dibelakang mobil Toyota Innova milik Boss. Kita kebetulan masuk ke Innova Pak Boss saat mau makan siang dengan Atasannya Pak Boss yang baru datang dari Ibukota, jadi atasan atasan saya – ngerti kan posisi saya. Iya bener ….dibelakang duduk nyaman, ndengerin para Boss ngobrol…he he..

“Kapan beli nih mobil?” Atasan Boss bertanya.
“Udah setahun Pak” jawab Pak Boss. “Bagus juga, lapang luas lega……..3L” puji Atasan Boss.
“Saingan ama Aa Gym dong pak, 3M dan 3L!” Shalhan ikut menimpali

“Kenapa gak milih X-Trail, seperti punya saya?” tanya Atasan Boss, “Kan Bapak udah bilang tadi, 3L ha ha” Pak Boss menjawab sambil tertawa “Dan kalau Innova bisa muat banyak, 7 seat dan masih bisa untuk nambah barang”. “Walaupun saat jalan menanjak, dengan gigi 2, mobil ini sulit naik – tapi saya tetep menyukainya” ujar Pak Boss menambahkan

Mengapa banyak orang membaca Blog : Part 2

Melanjutkan postingan sebelumnya, Blog Sing Biasane hadir memberikan hidangan seri ke dua mengenai 'Mengapa banyak orang membaca Blog'. Seperti biasa, kalau ada yang belum baca seri 1- monggo mundur satu langkah. Atau Mundur 2 langkah, untuk tema yang sama yaitu posting 'Mengapa banyak orang membicarakan Blog'. Okelah mari kita lanjutkan alasan kenapa banyak orang membaca blog.

•    Blog : Media yang lebih manusiawi
Sebuah blog adalah sebuah kepribadian. Karena apa yang ada di dalam blog merupakan curahan pemikiran, pendapat, cara pandang si empunya blog. Dari sebuah blog pula kita bisa mengenal seseorang dengan lebih mendalam.

Anda kenal Sandra Dewi? Atau bahkan fans Sandra Dewi? Kalau iya, saya yakin anda sudah pernah mengunjungi http://sandradewi.blogseleb.com/. Dengan bertamu di blog artis cantik ini, kita bisa tahu apa dan bagaimana dia yang sebenarnya langsung dari yang bersangkutan.

Apalagi saat Sandra sedang diterpa gosip miring, kita akan tahu klarifikasi langsung darinya dan bukan melalui media infotainment. Seperti yang kita pahami, infotainment sering menyajikan berita-berita yang tidak berimbang dan justru memojokkan orang yang diberitakan. Saya sih sebisa mungkin menghindari menonton infotainment, karena nilai lebihnya- dikit banget. Nah, dengan adanya blog, kita bisa memperoleh keterangan yang lebih akurat.

Hebat bukan? Blog bisa menolong seseorang dari gosip-gosip yang merugikan.

Mengapa banyak orang membaca Blog

Jawabannya sederhana….Orang suka membaca Blog!   Bener-bener jawaban yang sederhana hi hi
Buktinya sekarang anda mengunjungi Blog Sing Biasane ini.

Keberadaa Blog mampu menggeser media massa. Bagaimana tidak?
Setiap kali kita browsing di search engine, tak jarang informasi detail yang kita cari justru didapatkan dari sebuah blog. Bukan di portal berita, juga bukan dari ensiklopedia. Ditambah lagi, search engine lebih suka menampilkan blog dibanding situs web. Karena blog sering diupdate dan kontennya lebih segar.


Blog mampu memberikan persis yang kita harapkan! Meski tidak selamanya begitu, tapi seringkali ya demikian yang terjadi…walah mbulet. Blog mengupas sebuah topik dari sudut pandang pemilik blog. Bukankah semua orang bebas menulis apa saja di Blog pribadinya? Nah, apa yang tidak disorot media massa, bisa kita baca disini. Kita pun menyukai segala sesuatu yang bersifat detil kan? komplit dari A – Z. Misal kita ingin mendapat informasi mengenai bisnis internet. Bukankan kita lebih baik menggali informasi dari pakarnya? Kita lebih puas jika informasi itu datang langsung dari sumber berita. Maka wajar kalau kita datangi blog seorang pebisnis internet sukses. Benar? Itu alasan utama blog mudah meraih perhatian banyak orang.

Nah, faktanya dunia blogging sudah mempunyai tempat khusus di hati para pecandu internet. Kenapa anda tidak segera menceburkan diri dalam pusarannya, menginformasikan apa yang anda ketahui dan menginspirasi pembaca dan orang disekitar anda.
 

Oke, saya akan mengajak  anda untuk membuat blog. Supaya anda semakin mantap. Saya akan memberikan beberapa alasan. Semoga anda puas dengan yang berikut ini….

Mengapa banyak orang membicarakan Blog

Saya yakin anda sudah pernah mendengar kata ‘blog’. Di media massa, baik televisi maupun koran, blog ikut ramai dibicarakan. Istilah blog kini tak kalah terkenalnya dengan kata ‘internet’ dan ‘situs web’ (website) itu sendiri. Tapi, apakah anda tahu apa sebenarnya blog itu? Bagaimana blog itu bekerja? Dan yang terpenting bagaimana blog bisa membuat anda gembira dan bangga.
 
Anda tak sabar mulai? Baiklah. Mari kita alangsung aja….

Apakah Blog itu dan mengapa Banyak Orang Membicarakannya?
Apa sebetulnya Blog itu?

Kalau anda ketikkan kata kunci “arti blog” di search engine akan sangat bantak definisi yang bermunculan. Misalnya Wikipedia mendefinisikan “blog sebagai aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum. Posting-posting tersebut seringkali dimuat dalam urutan posting secara terbalik, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai degan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.”

Selain definisi menurut Wikipedia di atas, banyak definsi blog lainnya. Perbedaan definisi ini tentu sangat wajar. Sebab, setiap orang bebas untuk menyampaikan pendapatnya. Kalau saya amati, biasanya antar definisi hanya berbeda pada penekanannya saja.

Postinganku Diakui (Lagi)

Syukur Alhamdulillah, salah satu postingan Blog Sing Biasane bisa muncul di media lain dan bisa dinikmati oleh teman-teman yang memang belum pernah mengunjungi. Secara disengaja rizalarable mengirim tulisan ke sebuah majalah yang dikelola Perusahaan, dan ternyata tulisan yang diambil dari Blog Sing Biasane itu diakui dan muncul di salah satu halamannya. Setelah pernah muncul di salah satu koran di Pekanbaru, kini pencarian pengakuan itupun berlanjut.


“Zal mau gak kirim tulisan ke majalan Perusahaan”, tanya kontributor di Kantorku. “Mau dong, kapan deadlinenya?” tanyaku. “3 hari lagi!”. Wah tantangan nih….tapi mau nulis tentang apa ya, waktunya juga terbatas, ini hari Sabtu – terakhir hari Senin. Padahal hari minggu harus release Blog Sing Biasane,  ya ya ya aku punya ide. Dari pada poseng poseng nulis baru, comot aja dari Blog; itung itung promosi. Akhirnya terpilihlah 2 tulisan yang memang berhubungan dan terinspirasi dari aktivitas di kantor, sent! Wusss…….berangkatlah ke HO (tulisannya doang).

Aku Masih Jalan-Jalan

Whooaaa…capek juga nih. Why? Why? Why? Sudah beberapa minggu ini rizalarable ‘berjalan-jalan’ di beberapa blog, lumayan dapat pengetahuan, pencerahan baru dan pastinya cukup mengobati rasa bosan blogging saya. Memperhatikan dari blog-blog yang saya kunjungi, beberapa Blog memilih pure menceritakan tentang dirinya dan pengalamannya. Ada beberapa macam sih, salah satunya ya seperti Blog Sing Biasane ini – kalau yang satu ini cuma Blog Paling Biasa dari yang Biasa aja.

Nah saya terinspirasi Blog yang menceritakan pengalaman pribadinya, menceritakan sesuatu dari sudut pandangnya atau menceritakan orang-orang sekitarnya. Jadi pengen sebenarnya mengikuti mereka, sebenarnya hampir sama dengan yang rizalarable lakukan selama ini : membahas pengalamannya – walaupun dengan cara yang ringan. Tapi bisa jadi hal ini kadang gak menarik minat pembaca, karena saya nih siapa? ada yang kenal gak ya?.Kalau saya nih artis, atlet, pejabat, sosialita, pasti apa yang dilakukan menarik para pembaca.

Ini saya berikan hasil jalan-jalan ke beberapa blog: 

Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui

Judul diatas saya ambil karena kali ini saya akan menulis mengenai pengalaman menikmati Indomie, tahu kan Indomie? salah satu produk asli Indonesia buatan Indofood, yang telah menjadi ‘makanan pokok’ masyarakat Indonesia dan berhasil mendunia dengan menggunakan brand yang sama. 

Nah pengalaman saya ini akan saya tuangkan di Blog Sing Biasane dan akan saya kirim ke kompetisi cerita indomie. Mudah-mudahan pengunjung BSB menyukai (bukan mie nya lho) dan juri dari Indofood juga. So satu kali dayung, dua tiga pulau terlampaui……
 
Di keluarga kami indomie atau mie instant merk lain lah [tahun 90’an masih di dominasi indomie juga], menjadi makanan/ lauk alternatif jika memang Ibu tidak memasak. Kami adalah salah satu keluarga di Indonesia yang menikmati mie instant sebagai lauk untuk menemani nasi, jadi 1 bungkus mie instant biasa kita nikmati berdua atau bertiga. 

Ternyata setalah remaja pemahaman saya nih kelihatannya salah, karena mie instan sebenarnya dinikmati hanya mie saja.

Mie Goreng Kuah
Maklum, keluarga kami dulu bukan termasuk keluarga yang menengah ke atas, jadi untuk mie instan, martabak, bakso dan nasi goreng pun menjadi ‘lauk’. Dulu mie instant yang masih sering kita nikmati adalah mie goreng, sedangkan mie kuah jarang disediakan oleh ibu. 


Nah karena stok kami nih memang mie goreng saja, saat kami ingin menikmati mie kuah. Ibu  dengan ‘pede’ nya mengolah mie goreng - yang dihidangkan menjadi mie kuah. Alakazam!.... gimana nih, saat pertama kali ‘produk ini di launching’ kami sempet protes “kok mie goreng di kasih kuah?”, “udah makan aja!” jawab ibu. Ternyata kenikmatan rasanya gak masalah juga, malah ada rasa baru yang bisa kita dapat dari indomie goreng.

Bosan Blogging!

Ya ampuun  lama banget ya gak ketemu dan update postingan rizalarable, ya jelas lah……udah 2 minggu gak posting. Napa gitu? Biar aja, ini salah satu percakapan anak-anak di tempat saya. Kalau ditanya kenapa ya kok gak posting: yang pertama pastinya males, jenuh dan hanya sedikit perubahan.


Sebenarnya ini bukan pertama kali saya gak posting, di hari minggu ke 3 Maret yaitu setelah postingan Nggak Usah Repot untuk Bisa Expert, tapi yang sekarang ini sampe 2 minggu gak posting, muales tenan apalagi beberapa problem klasik muncul di pekerjaan saya. Mulai dari masalah stock, pencapaian dan tim saya yang berkurang karena ingin berkarier di tempat lain…huuhmphss. Hidup terus berjalan, harusnya ;;;; tapi saya memilih untuk mengikuti masalah itu dan menjadi males. 

Males, itulah yang utama namun 'otak kita yang gede ini' berusaha memberi masukan lain yang mengatakan bahwa saya jenuh/ bosan.  Bener loh, lama-lama kayak gini bosen juga: tiap minggu nulis dan nulis dan nulis. Tapi kenapa penulis berita tidak pernah bosan ya???? He he saya tahu, karena mereka dibayar  - ada yang dia dapatkan dari aktivitasnya dan itu berbanding lurus dengan apa yang dia usahakan. Tapi kalau aktivitas update/ posting Blog Sing Biasane..hasilnya sampe sekarang~~~ sedikit. Beberapa pengakuan , dukungan dan semangat memang muncul dari teman-teman. Dan sebenarnya hal itu membuat saya senang dan bangga, bukankah knowing and sharing itu hal yang baik. Gitu donk!!

Apa ini Masalahmu?

Seorang pengawas produksi di ajak oleh team Panitia untuk ikut membantu dalam salah satu kegiatan Perusahaan. Sebagai pengawas pastinya dia berpengaruh atas banyak orang, sehingga informasi acara tersebut bisa cepat disampaikan dan dengan ‘power’ nya dia diharapkan bawahannya bisa menghadiri acara tersebut. sebenarnya dia senang mendapat kepercayaan untuk ikut dalam kepanitiaan, namun dia mengeluh tidak punya waktu. “Aku harus menjaga proses produksi berjalan lancar, aku selalu dikejar target produksi”. Pengawas yang lain pun beralasan sama, tidak mempunyai waktu luang  karena jadwal produksi yang padat – dia beralasan “Aku harus memastikan target produksiku terpenuhi dahulu”.

Menurut Anda apakah hal di atas adalah masalah?? Pengawas pertama menjadikan dirinya sebagai objek penderita yang selalu ‘dikejar-kejar’ oleh target produksinya. Dengan demikian dia selalu tunduk dan patuh pada target produksinya, selalu merasa target produksi adalah Raja. Sedangkan pengawas kedua menempatkan dirinya sebagai subjek yang bisa mengatur dan berusaha mencapai target produksinya. Dalam pola pikirnya target selalu dibawah kendalinya, dia memandang situasi kerja dengan kacamata postif. Dia berperan aktif dalam mengatur pekerjaannya, jika target produksi telah terpenuhi dia mempunya cukup waktu untuk melakukan hal lain. Pola pikir demikian mendorong dia untuk berpikir maju penuh dengan inisiatif dan menginspirasi orang disekelilingnya.

Flying like a Bird or Walk like a Worm : Part 2

Hei hei jumpa lagi di Blog Sing Biasane, melanjutkan tema minggu sebelumnya tentang flying like a bird and walk like a worm. Udah baca gak nih? Silahkan menuju ke Part 1, kalau sudah – yuk kita menuju ke cara berjalannya cacing. Hal inilah yang dilakukan oleh Muhammad Yunus saat proses pendirian Grameen Bank di Bangladesh, Bank yang didirikan khusus bagi kaum papa yang memberikan pinjaman tanpa jaminan.
 
Dengan filosofi ini Muhammad Yunus berusaha untuk bisa berjalan dan memandang layaknya seekor cacing, sehingga mengetahui apa saja yang terpapar di depan matanya dengan perlahan, mencium baunya dengan lama, menyentuhnya dengan penuh perasaan dan melihat adakah sesuatu yang bisa dilakukannya.

Konsep ini menurut saya cukup bagus dan kenyataannya yang Anda tidak sadari, hal ini sudah Anda lakukan. Coba Anda perhatikan yang lakukan sekarang, Ya…. Aktivitas/ pekerjaan yang Anda lakukan setiap harinya. Pasti Anda telah melakukan berulang kali dan pastinya kemampuan melakukannya sudah diluar kepala. Dibanding orang lain Anda akan lebih menguasai aktivitas itu, Anda mengetahui lebih detil dan hasilnya juga sudah barang tentu baik pula.

Flying like a Bird or Walk like a Worm : Part 1

Lagi lagi Blog Sing Biasane memberikan posting pilihan, setelah Berlian dan Tanah Liat kini rizalarable menuliskan ‘Terbang seperti Burung atau Berjalan seperti Cacing’. Saya terinspirasi dari membaca buku Re Code Your Change DNA oleh Rheinal,d Khasali, yang di salah satu Bab membahas mengenai Muhammad Yunus - beliau adalah tidak lain dan tidak bukan pendiri dari Grameen Bank – yaitu Bank yang dikhusukan bagi kaum papa di wilayah Bangladesh .

Dari wawancaranya khusunya dengan Stephen Covey – Muhammad Yunus mengatakan bahwa “Saya meninggalkan pola pikir seekor burung yang memungkinkan kita melihat segala-galanya jauh dari atas, dari langit. Saya mulai melakukan pandangan seekor cacing, yang berusaha mengetahui apa saja yang terpapar persis didepan mata saya – mencium baunya, menyentuhnya, dan melihat adakah sesuatu yang bisa saya lakukan”.

Duh duh….Juara bener nih kata – kata M’Yunus, apalagi bagi kita yang sering membaca, mendengar atau bahkan melakukan pekerjaan (kehidupan) dengan metode ‘Helicopter View’. Nih apalagi? ‘Helicopter View’, ini sama saja dengan pola pikir seekor burung. Bisa melihat banyak hal dari atas, sehingga seekor burung bisa dengan mudah mencari ‘solusi’ makanan/ kehidupannya.

Postinganku Diakui


Waow, mantap man! Baru kali tulisan saya dimuat di media massa (koran), salah satu postingan di Blog Sing Biasane tampil di Tribun Pekanbaru. Gak nyangka bener, tulisan yang saya daftarkan ke Tribun Pekanbaru via Blogger Bertuah ternyata di terbitkan juga. 

Walaupun ada editan disana sini, termasuk judulnya juga diganti dari Tidak ada Ruh Diantara Mereka mejadi 'Tegur Sapa itu Budaya Membangagakan' tapi gak masalah. Yang penting gak mengurangi maksud dan tujuan dari tulisan ini. Blogger nih biasanya cari judul yang hot dan menarik untuk dibaca, dan isinya juga apa yang ada di pikiran si blogger tanpa melewati proses editing oleh orang lain.

Prestasi di bidang tulis menulis paling tinggi, selama saya hidup adalah ada di salah satu bulletin Jumat di Masjid dekat Kampus. Beberapa kali tulisan saya hadir di salah satu minggu Bulletin Muhajirin, itu aja sudah lega banget. Sampe akhirnya saya diberi kepercayaan untuk menjadi Ketua Redaksi Bulletin Muhajirin, lha kalo gini nama saya nampang terus tiap minggunya-nulis gak nulis nama saya tetap nampang tiap minggunya.

Dengan kemunculan di Tribun, semangat saya lumayan bertambah. Semangat menulis, semangat membaca dan semangat posting tentunya. Mengabarkan kepada banyak orang apa yang saya ketahui dan pelajari, bahasa inggrisnya “ know it and share it”.

Sebangsa tapi tidak Merasa

Tidak merasa apaan nih? Gak jelas banget sih. Kalo Jelas ntar malah gak baca donk..He he - maksudnya tuh, ya Tidak Merasa Sebangsa lah. Saya terinspirasi untuk menulis Judul di atas setelah membaca buku ‘The Journey of a Muslim Traveler’  yang ditulus oleh Mas Heru Susetyo. Buku terbitan Tahun 2009 dari Lingkar Pena ini saya dapat dengan harga yang cukup bagus, lha wong beli pas ada obral. Walaupun belum habis bacanya, tapi saya gak tahan untuk membaginya kepada pengunjung Blog Sing Biasane.
 
Dalam buku ini, penulis mengisahkan bahwa disalah satu kunjunganya di Thailand, tepatnya di kota Pattani, provinsi Patani, Thailand Selatan. Kalau kita liat di Peta Dunia, Thailand Selatan berbatasan langsung dengan Malaysia. 

Sehingga budaya Melayu lebih kental daripada budaya Thai itu sendiri, misalnya mereka sangat menyukai lagu dan film Malaysia serta Indonesia. Bahasapun mereka lebih sering menggunakan bahasa Melayu, pakaian yang dikenakan serta penganut agama Islam banyak bertebaran di Pattani.

Sebenarnya penduduk Pattani lebih mirip orang Melayu, berbeda dengan penduduk Thailand pada umumnya yg bersuku Thai, karena sebenarnya mereka adalah keturunan Melayu. Bergabungnya tiga provinsi di selatan Thailand (Pattani, Yala dan Narathiwat) adalah kehendak dari Inggris dan Kerajaan Siam melalui perjanjian pada tahun 1909. Yang sama sekali tidak mendengarkan suara rakyat di tiga provinsi tersebut.  Siam itu menjajah tiga provinsi di selatan Thailand sampai kini, dan jangan sebut kami orang Thai atau Muslim Thai. Kami adalah Melayu Muslim Pattani.

Tidak Ada Ruh Diantara Mereka

Di awal Februari 2011, saya dan istri bersama teman kerja yang juga dengan keluarganya -  berkesempatan  untuk mengunjungi  negara (kota) tetangga : Singapore. Ini kalo gak di prakarsai (di bayari) Perusahaan tempat saya bekerja yo mungkin gak berangkat, thanks Pak Bos…. Semoga perusahaan ini lebih sukses dengan sering mengadakan kegiatan syukuran (jalan-jalan) seperti ini.

Waow, negara (kota) ini memang mantap Man! Pertama kali liat dari ferry, gedung-gedung perkantorannya hampir sama dengan Jakarta. Tapi di sana bentuk cukup beragam, tidak hanyak kotak dan tinggi – tapi ada yang bulat, setengah lingkaran, berbentuk kapal, dll.

Sampai di terminal ferry, udah mulai terlihat tampang-tampang orang Singapore. Banyak etnis Cina dan India, wajah melayu kadang terlihat. Suasana rapi dan teratur sudah mulai terlihat, keteletian dan ketegasan sudah diperagakan juga – korbannya adalah teman saya. Karena mempunyai nama yang sama dan hanya satu kata, teman saya terpaksa diinterogasi sebentar oleh bagian imigrasi.

Setelah itu kami mulai berkeliling mengitari Singapore, sebenarnya gak banyak yang kita kunjungi. Tapi saya bisa melihat kemajuan negara (kota) ini, dari peraturan yang ketat sehingga memunculkan keteraturan. Kedisiplinan dan kepedulian warga sehingga negara menjadi rapi dan bersih, pemerintah negara Singapore hebat benar dalam hatiku. Fasilitas diberikan cukup banyak dan peraturan dijalankan dengan cukup baik.

Nggak Usah Repot untuk Bisa Expert

Tagline yang digunakan oleh salah satu pebisnis online untuk memasarkan produk terbarunya, orang ini memang salah satu pebisnis online tersukses di Indonesia menurut saya. Karena hanya dengan menjual produk informasi di Internet, beliau telah mendapatkan apa yang selama ini diinginkan oleh pebisnis online di Indonesia ataupun di seluruh dunia. Siapa beliau, Mas Joko panggilannya – pasti udah banyak kenal. Kalau masih belum silahkan kunjungi blognya.


Kali ini beliau menelurkan produk terbarunya yang membuat netters/ pebisnis online bisa expert anpa jadi ribet. Sebelumnya beliau menelurkan Formulasi Bisnis Sukses di Dunia Maya, Langsug Action, Memiliki Aset di Internet dan Blogging Sukses, kebetulan saya mengikuti 3 diantaranya. Manfaat yang dapat cukup banyak walaupun saya tidak seberhasil teman-teman lain, tapi mata dan pikiran saya menjadi terbuka mengenai aktivitas bisnis di internet.

Intinya sebenarnya adalah langsung Action dan sediakan waktu untuk belajar, karena menurut saya 2 hal itu yang akan membawa kita menjadi ahli dan berhasil. Karena apa yang kita tentukan dan pilih pastinya harus dijalani terlebih dahulu baru setelah itu mempelajarinya cos ilmu pengetahuan/ wawasan harus bertambah. Seperti pada posting Bakat tidak pernah cukup, disana saya tuliskan bahwa bakat itu penting namun latihan jauh lebih penting.

Paksa aja Pasti bisa

Di semester 2 tahun 2009 saya gak sengaja membaca buku “Setiap Sales harus membaca buku ini” karangan James Gwee…tahu kan siapa beliau. Dan saya teruskan dengan buku “Setiap Manager harus baca buku ini”, dari 2 buku ini saya menyadari pentingnya perubahan. Karena setuju atau tidak setuju semua orang akan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan pastinya organisasinya juga ikut berubah, lingkungan sekitar dan orang-orang lain akan mengikuti dengan serempak atau terseret karenanya.


Di akhir tahun 2009 saya merencanakan suatu perubahan kecil-kecilan di organisasi bagian kerja saya. Yaitu dengan memindahkan, mengganti dan menambah perkerjaan kepada tiap bawahan langsung, tidak saya sangka bahwa mereka setuju dengan rencana ini. Tips nya supaya mereka tidak kaget atau berontak adalah dengan berdiskusi dengan tiap perorangan mengenai rencana ini dan mendengung- dengungkan pentingnya perubahan dan pengetahuan baru.

Saya masih teringat di salah satu meeting tempat saat saya masih bekerja di salah satu perusahaan garment di Ungaran Jateng, yang pengalaman pertama kerja saya - telah dituliskan di Berlian dan Tanah Liat. Saat itu pimpinan pabrik memberikan wejangan “jika tidak ingin di komplain harus konfirmasi dahulu”.

Hasilnya cukup menggembirakan, misalnya:
  1. Saya cukup kelimpungan untuk mengajari teori-teori dasar untuk mengajarkan ke personel ‘baru’
  2. Semua orang meningkatkan waktu mereka untuk belajar  dan saling memberitahu mengenai cara mengerjakan pekerjaan ‘baru’nya.
  3. Tumbuh saling pengertian antar personel/bagian karena telah mengetahui apa yang dulu dikerjakan temannya sekarang dikerjakannya.

Dari ketiga hal menggembirakan di atas ada satu kesamaan…..apa itu? Keluar dari zona nyaman!. Untuk belajar hal-hal di luar kebiasaan kadang sulit dilakukan, cos untuk yang udah ‘nyaman’ ngapain lagi – gini aja udah enak.

Tapi jangan dikira kalau hal baik aja yang muncul, misalnya salah satu staff resign karena mengenal perusahaan yang membutuhkan karyawan baru setelah dia saya pindah posisi kerjanya yang banyak berhubungan dengan pihak luar.

Yang pasti proses belajar di lingkungan sekitar anda harus tetap dilakukan, kalau perlu dipaksakan karena gak ada yang salah dengan pemaksaan kalau memang membuahkan hasil yang baik. Karena beberapa orang cepat dihinggapi kebosanan, untuk menghindari mencari kesibukan di tempat lain....berikan tempat untuk mencurahkan pemikiran-pemikiran briliannya demi pengembangan organisasi  dan perusahaan tempat kita bekerja.

Seperti yang pernah saya tulis di posting Ganti Pertanyaannmu, kata Rheinald Khasali “Orang yang terus maju adalah mereka yang mau berubah”. Ini adalah salah satu proses perubahan dan pembelajaran yang telah saya lakukan, ada bebarapa lagi proses yang telah saya lakukan dan akan di bagi di Blog Sing Biasane untuk menjadi sharing pengetahuan agar bisa maju bersama dan cerdas bersama.

Bakat Tidak Pernah Cukup

Setelah di postingan minggu sebelumnya saya memberikan pengandaian pilihan, kali ini Blog Sing Biasane juga akan mencoba membahas mengenai pilihan. Karena menurut saya Tuhan yang Maha Esa telah menciptakan takdir manusia dengan berbagai macam pilihan, jadi kita hidup ini sebenarnya tinggal memilih aja dan menjalani pastinya.
 
Semua orang di dunia ini pasti ingin berhasil  dalam segala hal dan kesempatan, apa yang diinginkannya bisa terlaksana dengan baik dan mencapai kesuksesan yang diidam-idamkan banyak orang. Untungnya di negara kita ini berlaku hukum “siapa yang mau bekerja keras, akan berhasil”, hanya sedikit orang yang berhasil/sukses dengan tidak  melebihkan usahanya.
 
Jadi apa sebenarnya kunci kesuksesan? Enggak ada, iya enggak ada…semua modul mengenai cara mencapai sukses telah banyak beredar di mana-mana dengan berbagai cara. Di buku-buku, internet, karya ilmiah, seminar-seminar dll. Yang pasti Tuhan YME tidak menciptakan orang sukses, karena tidak ada bayi lahir sudah menyandang gelar/ titel nya – seperti: Seorang Hakim telah lahir, pengusaha telah lahir atau arsitek sudah lahir.
 
Namun gelar/ titel seperti itu bisa diketahui saat seseorang meninggal, polisi meninggal, pencuri meninggal, menteri meninggal. Proses kesuksesan seseorang berada diantara kelahiran dan kematian, dan saat hidup ini kita berusaha untuk menggapai kesuksesan itu.
 
Seperti yang tertulis pada prolog di atas kalau kita hidup nih tinggal memilih aja, tentukan pilihan hati untuk masa depan dan kemudian berusaha untuk menggapainya. Kebanyakan orang belum tahu cara untuk beraksi, oleh karena itu harus banyak belajar dan latihan.
 
Mengapa harus memilih dan latihan keras berhari-hari kalau memang itu bukan bakat kita, hmm bakat itu penting….namun latihan jauh lebih penting. Berlatih sesuai pilihan kita, belajar hal-hal yang berhubungan dengan pilihan kita, berkumpul dengan orang-orang yang mempunyai pilihan yang sama itu jauh lebih baik.

Berlian dan Tanah Liat

Di postingan kali ini rizalarable memberikan cerita lama tentang pilihan, tulisan ini sebenarnya sudah lama tersimpan di ‘brankas’ salah satu folder pribadi file server saya. Karena belum pernah saya publikasikan, nggak ada salahnya kalo kali ini saya posting di Blog Sing Biasane.


Ini pengalaman saya dulu saat bekerja salah satu perusahaan garment di Ungaran – Jawa Tengah, saat itu bagi semua karyawan baru diwajibkan mengikuti ‘orientasi karyawan baru’ yakni dengan mengenal semua Department dari jenis pekerjaan, personil dan hubungannya dengan pekerjaan (department) kita nantinya.

Caranya dengan mengunjungi semua department sesuai jadwal yang diberkan oleh HRD. Saat itu
jadwalnya aku harus bertemu dengan Kepala dept. Store Fabric (gudang kain), orangnya sangat familiar dan tidak kaku bahkan banyak bercanda. Sehingga pembicaraan saat itu mengalir saja, banyak yang dibicarakan tidak hanya tentang pekerjaan tetapi diselingi dengan pengalaman dan joke-joke yang membuat kita cepat akrab.

Namun yang paling saya ingat adalah saat beliau menceritakan: “……bahwa perusahaan ini adalah perusahaan besar dan pressurenya cukup tinggi, di segala tempat dan kondisi, sehingga banyak karyawan baru yang sering keluar masuk, segalanya diminta serba cepat mungkin itu salah satu factor yang membuatnya besar. Di sini kamu baru dan belum punya pengalaman di bidang ini, kita tidak tahu kamu itu baik/ kuat sehingga bisa survive atau ternyata lemah trus keluar begitu saja tanpa mendapatkan apa-apa”.


“Sekarang saya tanya, apakah kamu termasuk orang baik (pintar, kuat, attitude oke) dan saya andaikan berlian,  atau bilamana -maaf- kamu buruk dan saya andaikan tanah liat-jawabannya nanti kamu pikir sendiri. Kedua pengandaian tadi sama baiknya, karena dengan usahamu yang keras dan sungguh-sungguh dalam melakukan semua pekerjaan serta kondisi di sini memungkinkan kamu akan selalu mengalami/ menemui benturan-benturan keras, dimarahin, disalahkan dan ada berbagai macam masalah yang datang dari berbagai arah yang akan membuatmu stress”.


“Bila kamu berlian, yang awalnya hanya bongkahan nantinya setelah berhasil melewati masa-masa tadi mungkin kamu akan menjadi berlian yang bentuknya sangat indah dan diminati (banyak) orang. Dan bilamana kamu adalah tanah liat, kamu akan bisa menjadi bentuk apa saja seperti vas, patung, atau karya seni lainnya dan disukai (banyak) orang………..”.
 
Aku menjadi berpikir, bila aku menganggap diriku pintar atau berlian nantinya aku bisa menjadi berlian yang indah dan berkilauan atau sebaliknya berlianku hancur tercecer dan bernilai rendah. Namun bila aku menganggap aku ‘kurang’ atau tanah liat, nantinya aku bisa menjadi karya seni/ barang berguna atau sebaliknya juga aku tidak berbentuk apa-apa dan dibuang begitu saja. Jadi ……aku harus berusaha dan sungguh-sungguh. Ini menjadi renunganku di hari itu dan tidak pernah aku lupa cerita ini …thanks Pak Wasit Abu Ali.

Meet & Greet with Owner

Wei wei jumpa lagi di minggu ini, mohon maaf buat pengunjung setia yang datang siang – sore tadi karena emang rizalarable baru posting malam ini. Seperti biasanya gak ada stock …..so???? Bingung mau nulis apaan. Gini aja deh saya mau mengenalkan diri aja, karena  ada pepatah mengatakan “Tak Kenal maka Tak Sayang”  - emang ini pepatah ya? tapi kali ini gak pake nulis – tapi pake gambar nyata saya, sebenarnya di Without Me ada tuh kenapa saya bisa nulis sesuatu….tapi yang ini beda.

Okelah kita mulai aja  - foto-foto dibawah ini saya jepret saat libur lebaran di kota kelahiran Surabaya, ke Mbak ke dua di Malang dan Jogja tempat Mbak pertama saya tinggal.







 Jogja: my first sister son smiling...sempet-sempetin foto di jalan. Untung drivernya dah pengalaman, pengalaman di foto maksudnya. Lha waktu kuliah dulu gabung di HMGF, Himpunan Mahasiswa Gila Foto.

 Ceritanya foto Keluarga saat di Madura, tapi karena belum punya junior - ya berdua aja...Doain ya.
My second Sister son, dari mulai lahir ampe usianya 2,5 baru ketemu - untung dia mau. Baunya sama kali ya...

 Setelah 5 tahun ninggalin kampus, akhirnya kembali...di Malang nih.

 Nah iki kakak pertama, abis di beliin tas Dagadu ...pastinya di Jogja

 Soetta..ini aksi foto dengan masang anting palsu, tapi saat saya jadiin foto profil di FB, banyak fans yang kecewa...duile.

Kaligrafi !!...kaligrafi!!...bukan jualan , tapi foto ini saya tunjukkin ke Tante saya yang di Malang - telah ngasih saya kaligrafi dan sudah saya bingkai, supaya seneng gitu.

Surabaya Jl.Jend.Basuki Rachmad..belakang patung karapan sapi

Yu Painten keleleken cendelo, cekap semanten kenalan kulo menawi lepat nyuwun ngapuro….

Brand Benefit : Part 2

Kembali bertemu di minggu siang bersama Blog Sing Biasane, melanjutkan cerita minggu  lalu mengenai Brand Benefit. Masih ingatkan? atau belum baca...silahkan baca Part 1. Kalo yang masih inget ayo kita lanjutin lagi, sesuai janji saya di minggu lalu.

Setelah kita bicarakan komponen Get dari sebuah brand yakni functional benefit dan emotional benefit, sekarang kita bicara mengenai komponen Give: yang pertama adalah price, sedangkan yang kedua hider expenses. Dalam contoh rolex sebelunya, sebuah produk jam yang harganya minimal 15 juta per piece, jadi untuk mendapatkan fungsi produk yang sedemikian bagus dengan emotional benefit yang cukup membanggakan kita harus membayar 15 juta, maka dari itu tidak semua orang ingin memiliki rolex meskipun getnya tinggi tetapi givenya gak sedikit kan? karena bagi mereka yang merasakan bahwa “oke, saya tidak perlu mendapat get seperti level rolex saya tidak mau membayar 15 juta" tapi cukup 60 ribu untuk jam Monol seperti yang sekarang saya pakai.

Namun untuk orang-orang yang menginginkan kualitas functional dan emotional benefit dari sebuah produk jam maka ia akan mau membayar harga yang tinggi tersebut ….itu tadi komponen price. Tetapi jangan lupa sebuah brand tidak hanya dibebani komponen price tetapi ada komponen lain yang namanya hider expenses. 


Hider expenses adalah biaya-biaya tersembunyi kalau anda membeli/ memilih sebuah brand, seperti misalnya kalau anda memilih rolex maka hider expensesnya adalah rasa tidak aman yang akan menghantui anda – karena anda memakai jam yang mewah. Contoh lain misalnya sebuah supermarket yang harga produknya murah tapi lokasinya jauh dari rumah anda, itu artinya ada biaya tersembunyi yakni biaya transportasi dan waktu yang anda keluarkan karena membeli produk di supermarket tersebut. Belum tentu value bagi sebuah supermarket itu tinggi karena harganya murah, kalau tempatnya jauh dari rumah anda maka valuenya akan menjadi rendah bagi anda….bukankah begitu?.

Suatu contoh lain dari hider expenses adalah seorang teman lama saya – dia programmer software, softwarenya sangat bagus dan dia jual dengan harga yang sangat murah. Tetapi ternyata tidak banyak perusahaan yang berani membeli softwarenya walaupun bagus dan murah…kenapa? walaupun emotional benefitnya bagus, functional benefitnya bagus dan pricenya murah tetapi hider expensesnya banyak  misalnya: apakah software tersebut compatible dengan system yang ada, apakah karyawan yang sekarang ada mengerti dengan software tersebut sehingga biasanya ada biaya-biaya tersembunyi dalam bentuk harus mentraining karyawan dan sebagainya. 


Jadi kesimpulannya adalah brand merupakan symbol dari value dan anda harus ingat bahwa yang harus anda kemukakan kepada customer itu bukan produknya melainkan value atau brandnya dan untuk membuat suatu rumusan brand atau value yang bagus ada 4 komponen yang harus anda perhatikan : bagaimana functional benefitnya, bagaimana emotional benefitnya, lalu bagaimana pricenya dan terakhir adalah adakah hider expenses yang tersembunyi.

Brand Benefit : Part 1

Bagi temen-temen yang saat ini ada keinginan untuk memulai suatu usaha khusunya yang kecil-kecilan seperti saya atau yang sedang-sedangan (maksudnya di atas kecil) perlu nih untuk mengerti mengenai brand, dari hasil saya menjajah situs/ blog/ web – mulai mengerti yang namanya brand. Karena saya percaya konsumen bisa tertarik dengan suatu produk/ jasa hanya dengan mendengar namanya saya….ini yang manteb.
 
Karena saat anda menawarkan sebuah produk/ jasa (brand) kepada customer, sebenarnya ada banyak fakor yang dapat anda tawarkan namun yang terpenting bagi customer bukan produknya tetapi value yang dia dapatkan dari membeli sebuah produk, jadi…. produk/ brand adalah janji akan sesuatu yang akan mereka dapatkan.

Sekarang berpindah ke rumusan value, apa itu value bagi customer, value bagi customer adalah apa yang akan dia dapatkan berbanding dengan apa yang harus dia bayar untuk mendapatkan produk tersebut atau istilah teknisnya adalah get dibanding give. Get adalah apa yang akan dia dapatkan sedangkan give adalah apa yang harus dia bayar untuk mendapatkan suatu produk. 


Seperti misal brandnya Honda…walah kurang keren – Jam Rolex deh, so value  apa yang ia dapatkan, ia akan mendapatkan produk jam yang sangat bekualitas dan juga sangat membanggakan, gengsinya tinggi – itu kalau Rolex. Tapi dia harus give, dia harus membayar dengan harga minimal 15 juta per piece (harganya sama Honda Supra). Jadi value bagi pembeli jam Rolex adalah kualitas dari produk dan gengsi yang akan dia dapatkan berbanding dengan harga yang harus dia bayarkan.

Berpindah ke rumusan pemasaran, bahwa get atau apa yang akan didapatkan oleh customer terdiri dari 2 komponen besar: 1. Functional Benefit dan 2. Emotional Benefit. Functional Benefit adalah manfaat-manfaat fungsional/rasional yang didapatkan seorang pembeli dari membeli sebuah produk. 


Seperti misalnya kita memberli mobil, maka functional benefit yang kita dapatkan adalah alat transportasi – functional benefitnya adalah problem solving benefit  dari pembelian sebuah produk/ brand. Tapi kalo kita membeli mobil ……katakanlah untuk lebih keren atau lebih muda dan dikagumi teman-teman itu disebut sebagai emotional benefit, jadi mobil tersebut tidak hanya mempunyai functional benefit tapi juga emotional benefit.

Emotional benefit dibagi menjadi 2 komponen besar, ada yang sifatnya Personal dan ada yang sifatnya Self Expressive. Emotional benefit yang personal bisa didapatkan misalnya saat anda menggunakan sabun Lux dan waktu anda mandi dengan sabun tersebut anda akan merasa sebagai bintang film kan? Itu yang namanya emotional benefit yang sifatnya personal karena gak mungkin anda mandi di depan orang dengan menunjukkan brand yang anda pakai…Diennnggg– itu sifatnya personal.

Sedangkan self expressive : bertentangan dengan yang pertama tadi. Self expressive adalah manfaat yang didapatkan dengan mempergunakan sutau brand dengan menunjukkan brand tersebut kepada orang-orang banyak. Jadi produk-produk yang sifatnya sosial seperti rokok, mobil, makanan dan fashion/ pakaian adalah produk-produk yang mempunyai emotional benefit yang sifatnya self expressive. 


Suatu produk bisa memenuhi 2 manfaat sekaligus, seperti misalnya kalo anda membeli jeans Banana Republic – emotional benefit yang bersifat personal adalah kalau anda memakai jeans itu anda merasa lebih macho, lebih muda tapi selain itu self expressionnya adalah anda bisa menunjukkan kepada orang lain bahwa anda berjiwa muda dan bisa bergaya dengan jeans  bermerek terkenal.

Oke Friend's sampe disini dulu Part1 : Brand Benefit, minggu depan akan saya teruskan kembali dengan pembahasan mengenai Give dari sisi price dan hider expenses.

Barusan Pulang

Friendship