L Casei Shirota Strain


Yakult Lady 
Kenyang terasa hmmm, kebiasaan libur (surabaya) - bangun kesiangan trus jam 9.00 baru sarapan. Duduk-duduk (leyeh2) dibelakang rumah menjadi kebiasaan yang tidak rutin, kebetulan lagi gak ada yang diajak ngobrol - mau lihat kereta api lewat belakang rumah. Gak berapa lama ada ibu pedagang berhenti menanyakan ibu mertua :”Bu Samirah wonten”…. “wonten ten ngajeng, mlebet mawon” jawabku, “mriki mawon mas”. Karena gak enak juga ibu itu duduk di sebelah akhirnya saya ajak ngobrol aja, ternyata beliau penjual (resmi) yakult keliling – tahu sendiri kan produk ‘lama’ ini gak ada matinye. Hampir 2,5 tahun ibu 49 tahun ini bekerja sebagai Yakult Lady, sebutan untuk para Ibu – Ibu pengecer Yakult keliling. Ada total 17 orang yang bertugas di area ini untuk menjumpai konsumen dan toko kecil langsung dari kampung-kampung, ini bisa ngalahin motoris atau kanvas lho - apalagi produknya cuma 1 jenis.

Menurut saya strategi pemasaran model Yakult cukup ampuh untuk menjaga konsistensi penjualan dari persaingan produk-produk minuman kesehatan. Kenapa cukup ampuh karena konsumen tingkat bawah bisa langsung berjumpa dengan penjual (resmi): bisa mendapat informasi mengenai produk, informasi terbaru mengenai produk, menanyakan berbagai macam hal mengenai Yakult/ perusahaannya (seperti yang saya lakukan) atau memberikan masukan (atau komplain sekalipun). Walaupun ada juga penjualan ke modern market ataupun toko-toko grosir di kampung yang langsung dikirim dari gudang dengan menggunakan mobil atau motor. Lha ibu tadi naik apa? Sepeda mini man, iya ibu itu mengayuh dia area yang kurang lebih di radius 7 Km (diameter lingkaran) opo istilahnya aku juga kurang paham. 
 Keterangan gambar: gambar 1 adalah jarak tempuh Ketintang dan Wiyung tempat setor di bank BCA, gambar 2 adalah wilayah kerja Yakult Lady was i meet.

Saat duduk disebelah saya dia tidak menawarkan produknya tapi hanya berniat duduk dan kita saling bertanya, mengenai lingkungan kampung ini, keluarganya sampai kesulitannya bekerja. Mengeluh dengan Supervisor dan Staff nya yang sekarang, hanya membebani dengan target penjualan berlimpah tapi tidak ikut terjun saat penjualan turun seperti yang pernah dilakukan pendahulunya. Area kerja akan dipecah lagi namun dengan target sama, “lha yo opo mas, area arep dipecah tapi target dodolane podo. Yok nopo cara dodolane, binggung kulo”. Saya yang mendengar keluhan itu ya senyum aja serta berpura-pura mendukung kesusahannya, mencoba menjadi pendengar dan teman diskusi yang baik …..Glodak – nggletak.

Apalagi sekarang cara penyetoran penjualan berbeda, jam 13.00 harus sudah berada di Bank BCA untuk melakukan penyetoran, “kenopo mboten nyetor ten kantor mawon, cedak” tanyaku, “mboten semerap mas, kulo nggeh seneng kesel sa’jane nek setor ten BCA Wiyung”. Hahh Wiyung?? Adohe rek…fyi dari disini (Ketintang baru) ke Wiyung (daerah rumah Ibu saya) kalo naik motor bisa ditempuh cukup 10-15 menit, lha kalo naik sepeda onthel – busyet. Gak terasa 2 jempol terangkat untuk perjuanganmu membantu suami mencari nafkah. Sekitar 5-10 menit perbincangan ibu itu pun pamit untuk berjualan kembali, gak tahu nih karena simpati/ tertarik produknya atau keluarga istri suka mengkonsumsi Yakult saya pun membeli Yakult 2 slot (gak tahu apa istilahnya, pokoknya isi 5 pcs) Rp. 12.000.

Terakhir saya menyempatkan menanyakan nama (B’Irwani) dan meminta foto  untuk kenang-kenangan. Setelah itu Yakult saya taruh kulkas dan bergegas membuka situs www.yakult.co.id , ternyata ini perusahaan PMA brur…mangkanya gak ada (sulit) matinye. Trus info mengenai bakteri bermanfaat Lactobacillus casei Shirota strain jadi paham bener dan model pemasaran dengan Yakult Lady memang menjadi salah metode PT. Yakult Indonesia Persada untuk menditribusikan yakult di lingkungan sekitar. Moga yakult bisa menyehatkan masyarakat Indonesia dan salam buat all Yakult Lady diseluruh Indonesia. Hmmmm Bosnya Yakult baca Blog sing Biasane iki gak ya,,,,,,kirim yakult dongggg . Sabtu 18/09/10 9:30

Don't Jump to Conclusion

Apaan tuh!!! Sambil nutup satu mata. Kayak gaya Bang Jaja Miharja .....dalam acara kuis Dangdut di TPI dahulu kala. Masih ingat nggak? aku aja<><><>agak lupa lupa ingat juga sih.

 Coba baca dulu percakapan dibawah:

Pembantu  : "nyonya, saya mau minta naik gaji.."
Nyonya     : "knp saya hrs naikkan gaji kamu?"
Pembantu  : "α∂α 3 alasan nyonya.. Pertama sy membersihkan rmh lbh bersih drpd nyonya."
Nyonya     : siapa yg blg?
Pembantu  : Tuan yg blg.
Nyonya     : oh?
Pembantu  : kedua, sy memasak lbh enak drpd nyonya.
Nyonya     : siapa yg blg?
Pembantu  : Tuan yg blg.
Nyonya     : oh?
Pembantu  : ketiga, sy di ranjang lbh hebat drpd nyonya.
Nyonya     : oh?! Apa tuan jg yg blg?
Pembantu  : bkn nyonya.. Tuan sebelah rmh yg blg, nyonya kurang hebat d ranjang,
Nyonya     : ssssstt!!! Kamu minta naik brp?
Xi​​¡¡¡¡¡¡:D:D:D.
,,,

He he lumayan kan ceritanya, ….lah kok masih ketawa – udah deh saya mo ngomong nih. Coba dicermati lagi saat si pembantu akan memberitahukan kelebihan ketiganya** otak kita pasti berpikir "pasti si pembantu ada main dengan tuannya" bener gak? Ketahuan yaaa.
Itulah yang dinamakan jump to conclusion, atau cepat mengambil keputusan ><><walaupun untuk kejadian yang lebih nyata kita dianggap negatif thingking/ buruk sangka.

Namun itulah manusia yang cepat membuat kesimpulan, hanya sebagian kecil dari kita yang memastikan semua informasi didapat sebelum memutuskan sesuatu atau menginformasikan ke orang lain. Mengumpulkan informasi dahulu atau integral dalam bahasa matematikanya biasa dilakukan oleh para jurnalis, wartawan atau reporter karena keakuratan data merupakan faktor utama dari bidang pekerjaan ini disamping kecepetan penyampaian.

Hal ini bisa diikuti oleh kita yang mungkin bukan berasal dari bidang pekerjaan jurnalis karena data yang akurat bisa membantu setiap penyelesaian masalah, bagaimana caranya agar kita mempunyai data yang bagus?. Metodenya hampir sama dengan yang dilakukan oleh jurnalis yakni dengan bertanya dan bertanya, sehingga dengan banyak dan lengkapnya data kita bisa mengelolanya atau menyimpulkannya dengan bagus pula.

Pepatah Cina kuno berkata, "Ia yang Bertanya - kelihatan bodoh 5 menit, tapi ia yang tidak Bertanya menjadi bodoh seumur hidup". Jangan dilupakan teknik bertanya yang cukup efektif selama ini digunakan oleh kebanyakan orang yaitu dengan 5W+1H, jadi setiap kejadian atau aktivitas pasti punya unsur What, Why, Who, When, Where, and How. Tinggal kita sendiri yang harus mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendetail yang salah satu caranya bertanya hingga ke akar permasalahan – biasanya dengan 5 pertanyaan berlanjut atau beruntun.

Anthony Robbins berkata dalam bukunya,"Kualitas Pertanyaan menciptakan kualitas kehidupan. Orang sukses mengajukan Pertanyaan lebih baik, oleh sebab itu mereka hidup lebih baik!" Mari terus belajar dengan Bertanya, bukan berasumsi. Sayang tidak sedikit orang yang terlalu gengsi untuk Bertanya, atau merasa tahu semuanya untuk merasa perlu Bertanya. Mari budayakan diri untuk mau Bertanya dan Belajar terus.

Me Part 5: Baca dan Tulis

“Tulis yang anda lakukan dan lakukan yang anda tulis” sebuah slogan di spanduk yang pernah saya lihat sekitar tahun 2001 di salah satu  Perusahaan besar di Kota Malang ; perbatasan Malang – Singosari lebih tepatnya. Pengandaian saya saat baca tulisan tersebut adalah SOP…..karena saat itu saya baru saja mendapat ilmu mengenai SOP di bangku kuliah.

Baru-baru ini atasan saya ngomong seperti itu juga di forum meeting, dengan jarak waktu 9 tahun pemahaman saya mengenai slogan itu sudah sepaham dengan pengertian yang dikemukakan oleh atasan….’hmm betul kan‘ gumanku dalam hati ‘aku juga udah tahu’.

Sekarang saya sedang dalam proses untuk melakukan slogan itu, tapi dalam arti yang lain = bukan Standard Operating Procedure, Work Instruction atau istilah yang lain. Sekarang saya menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya ketahui dan apa yang ingin saya tumpahkan. [read more]

My 1st Lebaran

Surabaya City Of Work: A Socioeconomic History, 1900-2000 (Ohio RIS Southeast Asia Series)Akhirnya kesampaian juga pulang kampung halaman atau istilah kerennya ;;;;Mudik… halah itu mah gak keren. Tahun ini memang telah direncanakan untuk pulang kampung, terbukti dengan tiket pesawat yang sudah didapat jauh-jauh hari sebelumnya, walaupun saat mendekati puasa rezeki datang tanpa diduga sehingga beban pulkam menjadi lebih ringan. Jalur udara yang dipilih karena jalur ini yang saya rasa lebih efektif dan rapi pelayanannya serta jarak perjalanan saya yang antar pulau menjadikan pilihan jalur transportasi cukup terbatas. Sekarang tinggal dipilih mau airlines apa? Kriteri pertama pasti harga, karena saya juga begitu. Dengan berkembangnya teknologi serta peningkatan kualitas pelayanan dari all airlines kita bisa cek harga all tujuan dengan melihat situs masing-masing airlines:
1.                Mandala Air (www.mandalaair.com)
2.                Batavia Air (www.batavia-air.com)
3.                Sriwijaya Air (www.sriwijayaair-online.com)
4.                Lion Air (www.lionair.co.id)
5.                Riau Airlines (www.riau-airlines.com)
6.                Garuda Indonesia (www.garuda-indonesia.com)
Kebetulan saya ikut yang no.2, harganya cukup kompetitif dibanding dengan teman-temannya. Walaupun sebenarnya saya ingin yang no.1 – tapi saat itu harganya melambung, anehnya pas hari H semua harga penerbangan turun….fluktuasi harga tiket ini memang masih menjadi misteri kehidupan saya (lebay deh).

Sebelumnya saya mengucapakan Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Bathin serta ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua netter yang sudi kiranya mengunjungi Blog ini.

Sudah hampir seminggu ini saya telah berada di kota kelahiran yang hmmm : Soerabaia, telah saya tinggalkan di awal 2008 tapi kadang masih dikunjungi kurang lebih 3 kali di periode 2008 – 2010. Namun kali ini saya pulang saat momen Lebaran dengan istri, sehingga saya beri judul My 1st Lebaran – dengan status udah berkeluarga dan di Surabaya. Hampir tidak ada perubahan tradisi berlebaran baik secara individu dan keluarga, yang berubah adalah saya mengikuti juga acara keluarga istri yang kebetulan waktu itu diadakan di Madura atau yang biasa disebut Pulau Garam/ Salt Island. Surabaya saat ini berubah brur – dari segi keindahan kota banyak yang baru, banyak taman-taman bermunculan. Bukan hanya taman biasa menurut saya, tapi desainnya keren-keren – saya sekarang lagi ngumpulin hasil jepretan saya satu persatu~~~entar saya bagi. Bagi warga Surabaya harusnya cukup berbangga hati dengan perubahan ini walaupun individu pengikut perubahan kadang tidak merasakan ada perubahan disekitarnya, so jadilah pioner perubahan!!# sstttt….iki opo eneh bengok-bengok, engko ae ya.

Perubahan lain yang saya rasakan adalah keramahan para penjual atau pelayanan, digerai-gerai, mall, toko retail : cara melayani pembeli cukup sopan dan ramah. Selalu memanggil dengan panggilan yang bagus dan menangkupkan 2 tangan saat selesai bertransaksi, cara berbicara juga kelihatannya terjaga duuuhhhh jadi pengen kembali kesini - kebetulan saya masih lama ada disini jadi akan saya buktikan keramahan kotaku ini. Sebenarnya banyak hal yang bisa ditumpahkan disini tapi ntar malah basah semua…jayus. Jangan lupa man, ada puasa sunnah 6 hari di bulan syawal untuk menyempurnakan sebulan kita berpuasa di bulan Ramadhan. Met berlibur dan berkumpul bersama keluarga…….

Syawal Syahdu Sedingin Bayu

Ada beberapa pilihan bagi umat muslim setelah Ramadhan berakhir, salah duanya yang biasa terjadi yaitu : Euforia Syawal yang merupakan hari besar umat Islam atau terhentinya sukacita Ramadhan. Hal yang sudah menjadi lumrah di abad 21 adalah euforia menuju bulan Syawal, kegembiraan yang amat sangat karena suatu kemenangan atau keberhasilan.

Padahal kemenangan juga belum tentu tapi sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk merayakannya .....why?? karena hal ini sudah menjadi kultur, timbul dari keyakinan yang cukup tinggi setelah melaksanakan puasa: tidak makan tidak minum selama sebulan penuh.

Pilihan kedua - merasakan kesedihan karena rahmat Ramadhan akan segera berakhir. Sulit untuk bisa mengumpulkan rasa ini kalau tidak karena menginginkan beriman pada Allah Swt., karena ibadah puasa ini hanya Allah Swt. yang mengetahuinya dan yang akan membalasnya; "Dan puasa kamu itu lebih baik untuk kamu jika kamu mengetahui".

Diprioritaskannya ibadah puasa karena itu lebih baik bagi kita, dimana letak kelebihan-kelabihan itu?. Hanya Allah Swt. yang tahu, seperti Dia mengakhiri ayat tersebut dengan firmanNya: "Jika kamu mengetahuinya".

Jadi....apa yang anda pilih?, atau pilih  mudik saja seperti saya....Glodak!!. Lha ini mbuat pilihan kok nggak milih~piye tho. Maksudnya gini brur, saya sebenarnya sedih ditinggal Ramadhan - ini beneran loh. Apalagi saat malam terakhir nanti imam sholat tarawih/ malam (tahajud) diakhir sholatnya memanjatkan doa "Ya Allah apakah kami - Engkau beri kesempatan untuk bertemu Ramadhan tahun depan, ya Allah berikanlah kami kesempatan untuk bertemu Ramadhan tahun depan". Yakin deh bulu kuduk (atau yang nggak kuduk) merinding kalau ndengar doa ini, saat imam mengulang-ulang doa ini nggak sadar mata sudah berkaca-kaca dan akhirnya meleleh. Nggak lama kemudian tetangga sebelah udah sesenggukan, kanan dan kiri, depan juga, belakang...ternyata enggak???pas nengok belakang>> yah,,,udah pada pulang (30 Ramadhan 1428H, Masjid Al-Akbar Surabaya).

Kembali ke pilih memilih: saya juga merasakan euforia menyambut bulan Syawal, terbukti dengan rencana saya mudik ke kota kelahiran. Artinya saya akan merayakan 1 Syawal bersama orang tua dan saudara-saudara dengan perasaan gembira ria, banyak merencanakan sesuatu serta mengalirkan dana yang telah saya siapkan.

Sebenarnya kegiatan bertemu orang tua, saudara dan pulang ke rumah tidak harus dilakukan saat 1 Syawal. Namun iklim di NKRI membiasakan perayaan besar-besaran saat Ramadhan berakhir dan menyambut 1 Syawal, it doesn't matter. Rendah hati tetap menjadi pilihan dan merubah diri sendiri dengan sungguh-sungguh dan konsisten menjadi suatu keharusan.

Lha terus kamu jadi mudik zal? ya iyyalah sudah siap lahir bathin. Artinya kedua pilihan itu telah saya contreng semua, belajar merasakan kesedihan ditinggal Ramadhan. Dengan harapan Ramadhan tahun depan (InsyaAllah bertemu) saya berusaha untuk menyambutnya dan mengisinya dengan amalan-amalan yang tiada hentinya - agar mendapat predikat 'terbebas dari api neraka'.

Euforia 1 Syawal juga sedikit demi sedikit dikikis, agar konsemtrasi beribadah di bulan Ramadhan tidak terganggu dan berharap Ramadhan bisa menjadi lompatan tingkatan keimanan kita dihadapan Allah Swt. serta setelah Ramadhan kebiasaan-kebiasaan baik yang kita lakukan bisa menjadi pembelajaran/ pendidikan untuk mengarungi bulan-bulan berikutnya.

Barusan Pulang

Friendship