Menang Sebelum Bertanding

Di salah satu halaman buku ‘Semua sales harus baca buku ini’ yang ditulis oleh James Gwee, menceritakan bahwa seorang salesman yang baru menyesaikan pendidikan trainingnya . Diminta oleh Big Bossnya untuk menjual produk ke Atasan di kantor seberang, Big Boss menyakinkan kepada Charlie bahwa dia akan berhasil menjual dengan hanya mendengarkan cacian dan bentakan Atasan kantor seberang dan menjawab “Ya pak saya mengerti”. Padahal Atasan kantor seberang adalah teman baik dari Big Boss dan mereka telah mengatur hal ini untuk menguji Charlie.
Dengan keyakinan tinggi Charlie pun berangkat ke kantor seberang, setelah hampir beberapa jam dia kembali dengan kejutan (masih menurut Charlie) yakni penjualan terbesar yang pernah ada, Big Boss pun tersenyum puas dengan hasil ini walaupun hal ini sudah ia rencanakan. Namun sesaat kemudian Big Boss ternganga saat melihat lembar order penjualan Charlie…Why??? Ternyata Charlie telah memasuki kantor yang salah!!!!, dia tidak ke tempat teman Big Boss ?!?! Charlie masuk ke kantor/perusahaan dimana Pemiliknya terkenal bermulut besar dan telah menghempaskan puluhan Salesman senior Big Boss. Tetapi Charlie bisa mendapatkan order penjualan bahkan terbesar dari yang pernah ada, saat Big Boss menanyakan apa yang telah Charlie lakukan sehingga bisa menghadapi mulut besar Boss kantor seberang?. “Saya mengikuti perintah Bapak (Big Boss) dengan hanya menjawab ‘Ya Pak Saya Mengerti’ jawab Charlie polos namun penuh keyakinan.

Hmmm..sebuah cerita yang menarik bukan? Sama seperti yang saat di bulan Ramadhan yang mulia ini, pastinya setiap orang (yang beriman) menginginkan bisa melewatinya. Karena setelah melewatinya dengan baik dan benar Allah berjanji akan menghapuskan seluruh dosa dan kita akan bertemu dengannya. Seperti sabda Nabi berikut: “Setiap amal yang dilakukan oleh anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat, - Allah Ta’ala berfirman: “ kecuali berpuasa, sesungguhnya puasa adalah untukKu dan Aku yang langsung membalasnya. (Dalam puasa anak Adam) meninggalkan syahwat, makan dan minum karena-Ku.” Orang yang berpuasa mendapatkan 2 kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi.” (HR Bukhari Muslim).

Jadi…?? Kok masih mikir, itu yang kita cari di akhirat nanti. Bertemu Tuhan kita..yang selama ini kita menyaksikan ciptaannya, gunung2, air, udara, manusia, binatang, langit, kejadian alam yang luar biasa, kejadian pencipataan manusia, subhanallah..nggak akan cukup file di server ini menyimpan semua puja dan puji kita kepada Allah Swt.

Tapi kenapa harus nunggu bulan Ramadhan kalo ingin bertemu Allah, emang bulan lainnya gak bisa?? Bisa sih, dan memang musti bisa - gak harus di bulan puasa. Tapi di bulan Ramadhan ini banyak rahmat, ampunan dan Allah berjanji akan membebaskan kita dari api neraka…busyet. Mantaf – di kehidupan akhirat nanti kita tidak perlu merasakan api neraka dan bisa bertemu dengan Allah….hiks jadi terharu.

Itulah yang menjadi semangat kita untuk mengarungi bulan Ramadhan dan kehidupan ini, sama seperti Janji Big Boss kepada Charlie bahwa di depan sana akan ada kesuksesan hanya dengan melakukan perintah Big Boss. Apa yang kita lakukan di bulan Ramadhan (sesuai perintah Allah dan Nabi Muhammad); merasakan lapar, haus, sholat malam, bangun tidur untuk sahur, menjaga pandangan, lisan dan lain sebagainya. Tidak seberapa jika dibanding dengan hasil yang akan didapatkan, keuntungannya bisa berkali-kali lipat.

Karena itu banyak umat Nabi Muhammad yang mendambakan datangnya bulan Ramadhan karena disamping Allah mewajibkan puasa sebagai amalan wajib dan qiyamul lail sebagai amalan sunnah, di bulan ini semua amal kebaikan kita dibalas Allah dengan pahala amalan wajib di bulan yang lain; bila melaksanakan amalan wajib maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan sabar dan sabar akan dibalas surga, bulan ditambahkannya rizki bagi orang beriman, siapa yang memberi makan orang yang berpuasa maka akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun.

Marhaban Ya RamadhanRamadhan juga merupakan bulan latihan bagi peningkatan kualitas pribadi seseorang muslim. Hal itu terlihat pada esensi puasa yakni agar manusia selalu dapat meningkatkan nilainya dihadapan Allah SWT dengan bertaqwa, disamping amaliyah-amaliyah positif dibulan Ramadhan. Inilah sedikit penyemangat kita untuk menyambut dan mengarungi bulan Ramadhan, semoga di akhir Ramadhan nanti kita bisa bersuka cita menjadi umat yang menyandang gelar ithkum minnanar. Aamiin…

Barusan Pulang

Friendship