Simpan satu cerita saja

Setiap mukmin mempunyai kewajiban berdakwah, menyampaikan walau satu ayat. Kepada yang mukmin, muslim dan non muslim. Kepada keluarga, suami, istri, anak, ayah, ibu, kakak adik, oom, tante, ponakan dan semuanya lah. Miskin, kaya, sedengan, sederajat, raja, pimpinan, bawahan, rekan, kolega, vendor, supplier dan lain sebagainya.

Nah kalau gak bisa dakwah gimana, sebenarnya sih gak ada kata nggak bisa.... iya nggak sih?. Setelah mencoba dan berlatih biasanya selalu bisa, setelah berkali-kali dilakukan jadi terbiasa dan ahli. Jadi memang, selalu ada langkah pertama, diniatkan dan di sengaja di coba bisa. Atau diniatkan trus ada kesempatan dan jadi nyoba jug bisa.

Setelah liat Bobotoh jadi sadar, doa tidak selalu terkabul

Di Liga Gojek Traveloka ini termasuk liga yang sangat menarik, khusunya di sisi persaingannya. Hingga pertengahan musim, point tiap team tidak jauh beda. Dari papan atas hingga tengah pointnya berurutan, gak ada yang superior deh. Karena itu pertandingan Liga ini selalu menarik, tidak tahu siapa yang bakal menang. Ba'da maghrib dan Isya Liga Gojek Traveloka jadi tontonan utama.

Untuk team favorit sebenarnya saya gak ada, karena asal saya dari Surabaya dan saya mendukung Persebaya pastinya. Tapi karena mereka gak ada di Liga 1, saya dukungnya ke Bhayangkara FC, karena mereka dulu kan bernama  Persebaya he he. Walaupun sebenarnya tim ini sebagai pengganti Persebaya yang di ‘usir’ tapi ternyata masih eksis di Liga dan Persebaya asli juga eksis...aneh ya.

Bidadari untuk Dewa

Minggu-minggu ini saya memaksakan diri untuk memiliki novel terbaru dari Asma Nadia yang judulnya ‘Bidadari untuk Dewa’. Menarik karena ingin tahu kisah kehidupan Kang Dewa yang biasa di sebut Dewa Selling. Gini nih kalau jago jualan, bagi yang nggak tahu dikiranya novel ini tentang percintaan dewa-dewa langit. Padahal ini kisah nyata Dewa Eka Prayoga, judulny copywritting banget yak.

Saya suka sekali baca buku, beberepa jenis buku saya punya. termasuk novel juga banyak, dari karangan penulis terkenal dan biasa. Novel pertama saya kalau nggak salah, Supernova Bintang Jatuh – Dewi Lestari. Walaupun nggak seberapa paham kalau itu novel, tahunya buku cerita. Pemahaman saya novel tuh yang tebal-tebal. 

Nah kalau buku cerita tebal (novel) pertama yang saya baca adalah Kerudung Merah Kirmizi – Remy Sylado. Capek saya bacanya, gak ada waktu baca segini tebelnya dan akhirnya teronggok buku itu berbulan-bulan. Sayapun menemukan waktu kosong untuk membaca. Ternyata menarik baca novel, ceritanya banyak dan lengkap. Sedikit demi sedikit akhirnya terselesaikanlah buku tebal itu.

Kura kura yang lambat

Pada suatu hari keluarga kura-kura memutuskan untuk berlibur, karena anak-anak mereka dilanda kebosanan bertahun-tahun hanya hidup disekitar situ situ saja. Namun Ayah, Ibu dan Mbah masih belum memutuskan. Karena si anak kura merengek dan kura-kura tua juga berpikir, akhirnya di tahun ke 5 mereka menyetujui dan akan berlibur di tempat lain.

Persiapan pun dilakukan selama 2 tahun, memastikan tidak ada barang penting yang tertinggal. Akhirnya keluarga itu pun berangkat menuju tempat berlibur, si anak bersemangat sekali dan berjalan di depan. Tepat tahun ke 6 mereka pun sampe di tempat tujuan, setelah membongkar barang bawaan, si Ibu tersadar bahwa dia terlupa sesuatu.

Barusan Pulang

Friendship