Senin, 19 September 2016

Apa nggak ada tema lain Part 2

Sesuai janji saya, posting ini adalah lanjutan dari posting kemaren mengenai keresahan saya saat mendengarkan khotbah Idul Adha yang itu itu aja. Namun akhirnya saya belajar untuk menerima dan membagi hasil khotbah yang merubah pandangan saya tentang Idul Adha dan Qurban.

Apa yang dimana kita benar, beda di mata Allah. Apa yang kita anggap logis, beda di sisi Allah. Jadi jalankan syariat, hukum-Nya, jalani petunjuk Nabi dan tunggu rahmatnya di atas dan bawah bumi serta dari arah yang tidak disangka sangka.

Senin, 12 September 2016

Apa nggak ada tema lain untuk khotbah Idul Adha?

Sampai saat ini saya cukup bosan jika khotib Idul Adha hanya bercerita mengenai proses Nabi Ibrahim mendapat (menunggu) anaknya Nabi Ismail, meninggalkannya di padang batu tandus, melempar setan, safa marwah, air zam-zam, penyembelihan Ismail, jadi domba dan perayaan Idul Adha. Nah itu doang!

Tapi setelah dipikir pikir, kenapa saya bosan ya? ini karena sejak kecil saya mendapat cerita yang sama, dengan sedikit bumbu motivasi dan seringkali sama. Tapi setelah merenung nulis posting ini, jadi merasa nggak apa apa deh. Kenapa? Karena memang banyak anak kecil yang belum pernah atau belum memahami cerita ini.

Senin, 15 Agustus 2016

Kenapa Bercerai Halal tapi Dibenci Allah

Pulang dari Pasar tiba-tiba istri saya menyemburkan that word, saya yang sedang merapikan handuk Cuma melongo. Whats going on! ... “Engko tak terusno, tak nyiapno mangan disik” lanjut istri, “oke doesnt matter” nerusin handukan.

“Jadi gini kenapa kok bercerai itu halal tapi dibenci Allah”, saya sambil makan mendengarkan seraya menyelesaikan kunyahan terakhir di mulut. "Karena memang kadang orang menikah itu tidak menemukan kecocokan, atau baru mengetahui tabiat asli pasangan setelah beberapa bulan menikah, mustahil untuk dilanjutkan, atau malah timbul ke dzholiman bila tidak segera berpisah."

“Terus kenapa jadi dibenci? Karena akan banyak mudharat yang timbul, seperti kadang secara tidak sadar pasangan tadi menjelek jelekan mantan suami/ istri. Hampir semua orang yang ditemui diceritakan keburukan mengenai mantan. Pertama jadi dosa ghibah, kedua citra menjadi turun."

Sedulur Sing Biasane

Popular Posts

Yang Barusan Pulang